• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
29 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Kemenekraf Temui Tim Pokja Kebudayaan dan Industri Ekraf Bahas Langkah Penguatan Sektor Ekonomi Kreatif

by SDGS Admin
19 November 2024
Kemenekraf Temui Tim Pokja Kebudayaan dan Industri Ekraf Bahas Langkah Penguatan Sektor Ekonomi Kreatif
33
SHARES
208
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (MenEkraf/KaBekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong sinergi antara pemerintah dan para pelaku ekonomi kreatif untuk sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (14/11/2024), MenEkraf Teuku Riefky didampingi WamenEkraf Irene Umar menyampaikan bahwa pemerintah membutuhkan masukan dari para pemangku kepentingan, khususnya pelaku ekonomi kreatif. Selain itu, Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antarsubsektor ekonomi kreatif dengan kementerian lain, seperti Kementerian Kebudayaan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Komunikasi dan Digital sangat penting untuk mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional (new engine of growth).

BACA JUGA

Creativillage di Kawasan SCBD, Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global

Creativillage di Kawasan SCBD, Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global

27 Oktober 2026
WCCE Weekland 2026 Ditutup dengan Doa Bersama dan Aksi Peduli Karhutla Kalimantan

WCCE Weekland 2026 Ditutup dengan Doa Bersama dan Aksi Peduli Karhutla Kalimantan

27 Oktober 2026
KemenEkraf & UN DESA Petakan Tantangan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang Inklusif

KemenEkraf & UN DESA Petakan Tantangan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang Inklusif

26 Oktober 2026

“Kami terbuka untuk bersama-sama mendefinisikan subsektor mana yang lebih berfokus pada ekonomi kreatif, perindustrian, atau kebudayaan. Dengan demikian, kita dapat menyinergikan langkah untuk mengurai kebingungan yang selama ini dirasakan oleh komunitas. Karena tentu saja kita ingin ekonomi kreatif menjadi kekuatan Ekonomi Indonesia,” ujar MenEkraf Teuku.

Praktisi Eknomi Kreatif ini menghimpun lebih dari 200 pegiat dari berbagai subsektor ekonomi kreatif. Tim ini bertujuan mendorong narasi pentingnya ekonomi sirkular yang melibatkan budaya dan ekonomi kreatif secara langsung dan berkesinambungan.

Sinergi antara pemerintah dan seluruh subsektor ekonomi kreatif dinilai sangat penting untuk mengoptimalkan potensi industri ini. Sinergi yang baik dapat mengurangi distorsi dan deviasi antara kegiatan para pelaku ekonomi kreatif dan arah kebijakan pemerintah.

“Kondisi saat ini bisa dikatakan belum ideal. Ada distorsi dan deviasi antara apa yang dilakukan kawan-kawan pelaku ekonomi kreatif dan kebijakan yang dirumuskan pemerintah. Sekarang, yang ingin kami diskusikan adalah bagaimana menyinergikan kedua hal tersebut,” ujar Gupta Sitorus, pendiri Museum Boga Indonesia sekaligus pendiri Indonesia Dessert Week, yang mewakili subsektor kuliner.

Dalam kesempatan tersebut, pelaku ekonomi kreatif juga menyampaikan pandangan dan masukan mengenai hambatan atau kendala yang dihadapi, mulai dari hulu hingga hilir.

Beberapa isu yang dibahas meliputi klasterisasi subsektor ekonomi kreatif di luar 17 subsektor yang telah ada serta penyusunan rencana strategis yang lebih komprehensif. Selain itu, dibahas pula usulan penggunaan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebagai alternatif indikator penilaian performa, selain kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan nilai tambah.

“Poin-poin pengukuran lain, seperti CAGR, dapat digunakan untuk menilai kemajuan ekonomi kreatif suatu negara. Selain laju PDB, penting juga untuk melihat kontribusi subsektor terhadap bidang lainnya, seperti desain,” kata Ritchie Ned Hansel, Ketua Asosiasi Desain Grafis Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang berlatar belakang seorang pengusaha, menyampaikan pemahaman terhadap tantangan yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif. Ia menegaskan, masukan yang diterima akan menjadi catatan penting untuk tindak lanjut ke depan.

“Dengan latar belakang dari sektor swasta, saya memahami perjuangan ini. Kami telah berdiskusi dengan Bappenas untuk mendata isu-isu yang ada. Hal ini diperlukan agar kita dapat bekerja sama dalam menempatkan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru yang membawa kita menuju Indonesia Emas,” ujar Irene Umar.

Sementara itu, Ketua Komite Ekraf Jakarta Diaz Hensuk yang hadir dalam pertemuan tersebut optimis Kemenekraf saat ini bisa menjadi fasilitator yang sangat baik bagi para pelaku Ekraf.

“Menurut saya dengan waktu yang baru 25 hari, dengan pertemuan ini saya sangat bisa melihat harapan yang ada. Pak Menteri dan Bu Wamen saya kira bisa jadi fasilitator yang sangat-sangat baik untuk semua pelaku ekraf,” ungkap Diaz Hensuk

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Svida Alisjahbana, Pendiri Jakarta Fashion Week; Ivan Chen, Pendiri Anantarupa Studio; Primo Rizky, Direktur Asosiasi Desainer Grafis Indonesia; Okky Tirto, Dewan Penasihat Aliansi Budaya Rakyat; serta sejumlah undangan lainnya.

Turut mendampingi Direktur Industri Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen Kemenparekraf/Baparekraf, Yuke Sri Rahayu, serta Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II Kemenparekraf/Baparekraf, Cecep Rukendi.

Share13SendTweet8
Previous Post

Dukung Asta Cita Swasembada Pangan, Padat Karya Irigasi Kementerian PU Tahun 2024 Jangkau 12.000 Lokasi

Next Post

Kopontren Al-Ittifaq Bandung Jadi Role Model Pemenuhan Pasokan Bahan Baku Program MBG

Next Post
Kopontren Al-Ittifaq Bandung Jadi Role Model Pemenuhan Pasokan Bahan Baku Program MBG

Kopontren Al-Ittifaq Bandung Jadi Role Model Pemenuhan Pasokan Bahan Baku Program MBG

Aquabike Jetski World Championship Dinilai Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Toba

Aquabike Jetski World Championship Dinilai Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Toba

Discussion about this post

NEWS UPDATE

BIKE Akuisisi Tambang Batu Bara Berau Usaha Mandiri

BIKE Akuisisi Tambang Batu Bara Berau Usaha Mandiri

28 Oktober 2026
Kaltim Perkuat Pencegahan Kecacingan pada Anak

Kaltim Perkuat Pencegahan Kecacingan pada Anak

28 Oktober 2026
PPU Matangkan Peta Jalan CSR untuk Pembangunan Daerah

PPU Matangkan Peta Jalan CSR untuk Pembangunan Daerah

28 Oktober 2026
Kutai Timur Perluas Akses Modal Usaha hingga Pelosok Desa

Kutai Timur Perluas Akses Modal Usaha hingga Pelosok Desa

28 Oktober 2026
PGN Perluas Edukasi Jargas untuk Warga Surabaya

PGN Perluas Edukasi Jargas untuk Warga Surabaya

27 Oktober 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4051 shares
    Share 1620 Tweet 1013
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3441 shares
    Share 1376 Tweet 860
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4025 shares
    Share 1610 Tweet 1006
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4079 shares
    Share 1632 Tweet 1020
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3990 shares
    Share 1596 Tweet 998

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.