Tokyo, Kabar SDGs – Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait potensi suhu ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Selasa (21/7/2026). Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko heatstroke atau sengatan panas seiring meningkatnya temperatur di berbagai wilayah.
Gelombang panas telah melanda sejumlah daerah di Jepang sejak Senin (20/7/2026), mulai dari kawasan Tohoku di timur laut hingga Kyushu di bagian barat daya. Menurut JMA, peningkatan suhu terjadi secara signifikan, terutama di wilayah-wilayah pedalaman.
Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi panas ekstrem diperkirakan masih berlanjut pada Selasa dengan tingkat suhu yang hampir serupa di berbagai kota.
JMA memperkirakan suhu tertinggi mencapai 40 derajat Celsius di Kota Kumagaya, Prefektur Saitama. Sementara itu, Kota Nagoya dan Maebashi diprediksi mengalami suhu maksimum sekitar 39 derajat Celsius. Adapun Kota Saitama dan Kofu diperkirakan mencatat suhu hingga 38 derajat Celsius.
Seiring meningkatnya temperatur, JMA telah menerbitkan peringatan heatstroke di 42 dari total 47 prefektur yang ada di Jepang.
Otoritas meteorologi mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan dengan menggunakan pendingin ruangan (AC), menjaga kecukupan konsumsi air dan garam, serta membatasi aktivitas di luar ruangan dalam waktu yang lama guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat suhu panas yang ekstrem.












Discussion about this post