Jakarta, KabarSDGs – Bagi 80 anak dari komunitas pekerja sampah di Bintara Jaya dan Johar Baru, museum selama ini mungkin cuma bangunan yang mereka lihat dari kejauhan. Namun, pada Jumat, 24 Juli 2026, berkat PT Bank DBS Indonesia bersama Yayasan Mahija Parahita Nusantara, mereka akhirnya melangkah masuk untuk pertama kalinya.
Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, anak-anak ini diajak mengikuti Exploration Day, menjelajahi Museum Bank Indonesia dan kawasan Kota Tua Jakarta. Sebagian besar dari mereka baru kali itu mempelajari sejarah kota tempat mereka tinggal secara interaktif.
“Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensinya,” kata Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika.

Menurut dia, apa yang dilakukan ini sejalan dengan aspirasi DBS untuk menjadi Best Bank for a Better World. Dalam Exploration Day, lanjut Mona, tak sekadar memperluas wawasan anak-anak, tapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepercayaan diri mereka, agar berani bermimpi lebih besar untuk masa depan.
Exploration Day melengkapi program DBS x Mahija Mobile School yang sudah berjalan sejak 2025. Program ini menghadirkan ruang belajar mandiri langsung di tengah pemukiman komunitas rentan Jakarta, mencakup baca, tulis, hitung (calistung), bahasa Inggris dasar, hingga literasi keuangan bagi anak-anak dan remaja setempat.
Sepanjang tahun ini, sudah ada 10 sesi kelas anak-anak digelar, termasuk panggung kreasi “Mini Jejak Bintang” di Bintara Jaya dan Johar Baru, ditambah 11 sesi pendampingan khusus untuk remaja dan orang tua. Ada juga DBSpiration Day yang mengenalkan dunia kerja kepada remaja Yayasan KDM, serta penyerahan sekitar 1.200 buku bacaan hasil donasi karyawan DBS di kantor cabang Juanda.
Semua kegiatan ini digerakkan oleh sukarelawan dari gerakan DBS People of Purpose. Sejak program dimulai, mereka telah mencatatkan 1.636 jam sukarelawan, menjangkau lebih dari 150 penerima manfaat yang terdiri dari anak, remaja, dan orang tua di Duren Sawit, Bintara Jaya, dan Johar Baru.
Program ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang DBS lewat inisiatif Impact Beyond Banking, yang sejalan dengan dua pilar utama DBS Foundation. Pilar Providing Essential Needs memperluas akses pendidikan dasar yang inklusif, sementara pilar Fostering Inclusion membekali masyarakat kurang terlayani dengan keterampilan literasi keuangan agar memiliki kesempatan lebih baik untuk berkembang secara mandiri. (Nwl Zmr)










Discussion about this post