• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
4 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY

Jogja Cross Culture 2023 Bertema ‘Kembali Mengenal dan Merayakan Keragaman’

by SDGS Admin
16 Mei 2023
Jogja Cross Culture 2023 Bertema ‘Kembali Mengenal dan Merayakan Keragaman’
64
SHARES
400
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

YOGYAKARTA, KabarSDGs – Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta kembali mempersembahkan Jogja Cross Culture (JCC) di jantung (pusat) Kota Yogyakarta. Acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 20 Mei 2023, pada pukul 19.30 bertepatan dengan car free night di Jalan Malioboro. JCC kali ini mengusung tema “Tatag, Teteg, Tutug” yang akan disajikan dalam ansambel perkusi hasil kolaborasi para seniman perkusi, sound artist, lighting performance, bersama 14 kemantrean.

Tema tersebut diangkat sebagai upaya reproduksi dalam merayakan keragaman. Tidak hanya perayaan kolektif, perhelatan ini diharapkan dapat menciptakan ruang kontemplasi untuk membentuk mentalitas diri yang kuat (tatag), membentuk ketahanan dan konsisten (teteg), juga tuntas dalam melaksanakan tanggung jawab (tutug).

BACA JUGA

Prof Bhayu Rhama Pimpin KSBN Palangka Raya

Prof Bhayu Rhama Pimpin KSBN Palangka Raya

21 Juni 2026
Wali Kota Yogyakarta Lakukan Kunjungan ke Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar

Wali Kota Yogyakarta Lakukan Kunjungan ke Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar

24 Maret 2025
Lebih dari 170 Peserta Negara ASEAN Ikuti Latihan Kebencanaan ARDEX 2023 di Bantul

Lebih dari 170 Peserta Negara ASEAN Ikuti Latihan Kebencanaan ARDEX 2023 di Bantul

4 Agustus 2023

Nilai-nilai tersebut membawa masyarakat pada tekad dalam mengenali keanekaragaman ekosistem secara lebih luas yakni relasi manusia, kebudayaan, dan kosmologinya. Temuan istilah tatag, teteg, tutug dengan perkusi itu juga bersumber dari istilah masyarakat Jawa ketika mendengar sumber bunyi dari benda-benda sekitar.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti,S.Sos, M.M menjelaskan, JCC 2023 ini adalah penyelenggaraan yang ke-5 kalinya sejak diluncurkan oleh Dinas Kebudayaan pada tahun 2019.

“Jogja Cross Culture merupakan perhelatan seni lintas budaya yang dikemas dengan memanfaatkan perkembangan teknologi seni pertunjukan. Dengan dukungan dana keistimewaan, JCC sebagai salah satu ikon event seni budaya di Yogyakarta terus menyuguhkan pembaruan-pembaruan yang menjangkau kolaborasi lintas budaya secara luas,” ujarnya dalam siaran tertulisnya pada Selasa (16/05/2023).

Ia menerangkan, pemanfaatan Malioboro sebagai ruang publik selayaknya juga menjadi ruang budaya yang mengekspresikan capaian-capaian peradaban Kota Yogyakarta dan terbuka untuk keragaman budaya. Bukan hanya sebagai pusat perbelajaan, lanjutnya, Malioboro dikenal memiliki sejarah panjang dalam melahirkan banyak seniman besar yang berkontribusi dalam memperluas kota dengan imajinasi dan pikiran penikmatnya.

“Oleh sebab itu, penting untuk terus menghidupkan ikon seni budaya ini untuk menjaga geliat para seniman dalam menciptakan produk-produk seni,” ungkap Yetti.

Ia juga menjelaskan, sejak awal mula berdirinya, peradaban Kota Yogyakarta ini memang wujud dari proses silang budaya. Salah satu lokasi peradaban tersebut adalah Malioboro. Potensi itu harus kembali ditata dan dihadirkan sebagai ruang ekspresi budaya, tidak hanya selalu memanfaatkan sisi komersialnya. Dengan tema yang mengajak kita untuk “kembali lagi” membaca peradaban melalui ansembel perkusi, perhelatan ini mejadi panggilan untuk kembali menyelaraskan dan menjaga konsistensi detak jantung kebudayaan kota Yogyakarta.

“Saya berharap pengalaman kreatif bersama ini harapannya akan menjadi wadah ekspresi dan ruang tumbuh bersama antar para pelaku seni budaya di Kota Yogyakarta,” pungkas Yetti.

Kurator JCC 2023, Daniel Caesar mengatakan, ide dan gagasan Jogja Cross Culture tahun ini berangkat dari kekayaan instrumen perkusi Indonesia yang merepresentasikan wajah multi-rasial yang ada di Nusantara.

“Dari refleksi itu, Yogyakarta sebagai Indonesia mini menjadi tempat strategis untuk menyuarakan dan merayakan keragaman. Juga karena perkusi lahir dengan alat-alat yang sederhana, JCC kali ini akan mengembalikan perkusi ke rakyat dengan gerakan musikal yang disebut dengan body percussion,” ungkapnya.

Wasis Tanata bersama Denny Dumbo selaku komposer membahasakan tatag, teteg, tutug lewat komposisi dari tafsir sumbu filosofi Yogyakart yang diberi nama “Ritus Tetabuhan”. Komposisi ini menjadi pembacaan ulang sumbu filosofi Yogyakarta.

Untuk menikmati pertunjukan tersebut, Gatot Danar Sulistiyanto selaku audio system designer menggunakan sistem spatial audio yang mmenggunakan persen lebih technological value. Dengan sistem ini, audies dapat memilih sudut dengar untuk memaknai audionya secara mandiri dengan pengalaman estetika personal yang berbeda-beda.

Begitu juga dengan Lintang Raditya selaku lighting designer, melalui konsentrasinya pada seni dan teknologi, ia memaksimalkan komposisi lighting agar dapat menjadi satu kesatuan dengan pertunjukan dan jalanan Malioboro yang kompleks.

Share26SendTweet16
Previous Post

Pemprov DKI Jakarta Tetapkan 45 Wilayah sebagai Proyek Percontohan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Next Post

2 Bulan Dibuka, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Jadi Destinasi Wisata Religi Teramai Dikunjungi di Jawa Tengah

Next Post
2 Bulan Dibuka, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Jadi Destinasi Wisata Religi Teramai Dikunjungi di Jawa Tengah

2 Bulan Dibuka, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Jadi Destinasi Wisata Religi Teramai Dikunjungi di Jawa Tengah

PT Timah Gelontorkan Dana CSR 14 Miliar Rupiah pada 2023 Kuartal 1

PT Timah Gelontorkan Dana CSR 14 Miliar Rupiah pada 2023 Kuartal 1

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Sahate Kembangkan Camilan Sehat Berkat Pendampingan LinkUMKM

Sahate Kembangkan Camilan Sehat Berkat Pendampingan LinkUMKM

4 Agustus 2026
PLTA Batang Toru Didorong Rampung Tahun Ini

PLTA Batang Toru Didorong Rampung Tahun Ini

4 Agustus 2026
Sociolla Perkuat Dukungan bagi Brand Kecantikan Lokal

Sociolla Perkuat Dukungan bagi Brand Kecantikan Lokal

3 Agustus 2026
Kaltim Perkuat Pengawasan Laut dengan Radar AIS

Kaltim Perkuat Pengawasan Laut dengan Radar AIS

3 Agustus 2026
Kemnaker Perkuat Kesempatan Kerja Inklusif bagi Disabilitas

Kemnaker Perkuat Kesempatan Kerja Inklusif bagi Disabilitas

3 Agustus 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1346 shares
    Share 538 Tweet 337
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1626 shares
    Share 650 Tweet 407
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1347 shares
    Share 539 Tweet 337
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1338 shares
    Share 535 Tweet 335
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    1326 shares
    Share 530 Tweet 332

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.