Yogyakarta, Kabar SDGs – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengunjungi Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar Budhi Dharma pada hari Kamis, 20 Maret 2025.
Kunjungan ini tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta kepada para lansia berjalan dengan baik dan efisien.
Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta, menekankan bahwa prinsip utama dalam pelayanan publik adalah harus mencakup semua lapisan masyarakat.
“Tidak ada yang tertinggal menjadi prinsip dalam pelaksanaan pemerintahan. Oleh karena itu, tidak satu orang pun boleh diabaikan atau terpinggirkan dalam layanan. Demikian pula dengan para lansia di sini, yang kita ketahui sangat memerlukan pelayanan, bahkan mereka sudah tidak dapat merawat diri mereka sendiri,” katanya.
Hasto juga menjelaskan bahwa dalam dunia pelayanan, tantangan terbesar terletak pada memberikan dukungan kepada warga yang tidak bisa mandiri.
“Tingkat layanan terbaik kita dapat ditemui pada jenis layanan seperti ini, dan negara melalui pemerintah daerah harus hadir di tengah mereka. Oleh sebab itu, program satu kampung satu bidan merupakan bagian dari upaya menjamin kesehatan masyarakat, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan anak-anak,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada perawat dan staf di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar Budhi Dharma, yang telah memberikan perawatan dan pelayanan berkualitas untuk para lansia dengan cara yang layak.
“Dari segi fasilitas, akses logistik, dan kendaraan darurat, kami memastikan semuanya berjalan baik, sehingga harapan kehadiran layanan dari Pemkot ini benar-benar dapat membantu dan bermanfaat,” imbuhnya.
Salah satu penghuni rumah layanan, Halimah, yang berusia 90 tahun, terlihat sangat emosi dan gembira ketika Wali Kota Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Wawan Harmawan mengunjunginya dan memberikan bingkisan.
“Matur nuwun sampun rawuh, ada perhatian langsung seperti ini saya merasa senang,” katanya.
Sementara itu, penghuni lain bernama Musiman, yang berusia 73 tahun, merasa bahagia tinggal di Wreda Budi Dharma. Ia bisa menikmati masa tuanya bersama teman-teman sebaya dan melanjutkan hobinya.
“Sudah enam tahun saya di sini, hobi saya adalah membaca dan di sini banyak koleksi buku. Jadi, saya bisa berbagi cerita dari apa yang saya baca kepada teman-teman di sini,” ungkapnya.












Discussion about this post