• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
23 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Pendataan Sampah Minim Jadi Tantangan Penerapan Ekonomi Sirkular

Unilever bekerja sama dengan Waste4Change melakukan pendataan sampah

by Editor
10 Juni 2022
Unilever menggelar diskusi daring "Bicara Ekonomi Sirkular: Pentingnya Data dan Traceability Sampah Plastik" pada Kamis, (9/6).

Unilever menggelar diskusi daring "Bicara Ekonomi Sirkular: Pentingnya Data dan Traceability Sampah Plastik" pada Kamis, (9/6).

57
SHARES
354
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Jumlah sampah plastik terus meningkat dan beragam. Penerapan ekonomi sirkular dinilai sebagai salah satu upaya menyelesaikan masalah ini, tapi Indonesia dihadapkan tantangan berat merealisikannya. Head of Collect Waste4Change dan Project Manager DIVERT Rizky Ambardi mengatakan, pabrik daur ulang sampah plastik kekurangan pasokan bahan baku untuk dijual kepada perusahaan pembuat produk berkemasan plastik.

“Pabrik daur ulang sampah plastik ini rata-rata baru mengolah 40 persen dari kapasitasnya,” katanya dalam diskusi daring “Bicara Ekonomi Sirkular: Pentingnya Data dan Traceability Sampah Plastik” pada Kamis, (9/6).

BACA JUGA

Peringati Hari UMKM Nasional, Program “SheAblepreneur” Tingkatkan Kapabilitas  Pelaku Usaha Perempuan dan Disabilitas

Peringati Hari UMKM Nasional, Program “SheAblepreneur” Tingkatkan Kapabilitas Pelaku Usaha Perempuan dan Disabilitas

17 Agustus 2025
Aktivis Himbau Stop Buang Sampah di Sungai Balantieng yang Tercemar Mikroplastik

Aktivis Himbau Stop Buang Sampah di Sungai Balantieng yang Tercemar Mikroplastik

15 Juni 2025
Bupati Kampar Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik

Bupati Kampar Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik

12 Juni 2025

Situasi ini menunjukkan ada 60 persen kapasitas pabrik yang belum optimal. Menurut Rizky, penyebabnya adalah kurangnya pasokan. Padahal setiap tahun ada 4,8 juta sampah plastik belum terkelola dengan baik.

Rizky menjelaskan, sampah yang belum terkelola dengan baik tersebut tidak masuk didaur ulang. Sampah ini umumnya dibakar di ruang terbuka (48 persen), tidak dikelola di tempat pembuangan sampah resmi (13 persen), dan sisanya mencemari saluran air sampai ke laut (9 persen).

“Penarapan (ekonomi sirkular) di lapangan tentu tidak mudah. Peran dan sinergi semua pihak dalam mata rantai daur ulang harus digalakkan agar sampah sebagai bahan daur ulang dapat terkumpul kembali dan diproses menjadi produk daur ulang atau proses pengelolaan lainnya,” kata Rizky.

Menurut pantauan Waste4Change, Rizky menambahkan, kurangnya data pada fase pengumpulan sampah plastik memicu kesenjangan yang besar antara sampah plastik yang diproduksi, yang saat ini didaur ulang, dan yang berpotensi untuk didaur ulang.

“Perlu upaya yang lebih besar agar dapat memperoleh bahan baku dari plastik daur ulang dalam jumlah signifikan untuk dapat diolah menjadi kemasan kembali,” katanya. Kemasan plastik yang sudah terkena sambal misalkan, menurut Rizky, tidak selalu dapat didaur ulang apabila kondisinya sudah rusak.

DIVERT adalah sebuah proyek berbasis digital yang diprakarsai oleh Waste4Change atas dukungan Unilever global melalui program TRANSFORM, yang secara global telah banyak membantu terealisasinya puluhan proyek yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). DIVERT telah berhasil terpilih menjadi salah satu proyek dari 13 negara yang mendapatkan dukungan pendanaan dari Unilever global, yaitu sebesar lebih dari Rp 3 miliar. Pemanfaatan teknologi digital yang dilakukan proyek DIVERT menjadi solusi tepat untuk monitoring, evaluasi dan verifikasi sehingga mendapat hasil yang terukur.

Head of Sustainable Environment Unilever Indonesia Foundation Maya Tamimi mengatakan, tidak mudah mendapatkan pasokan bahan daur ulang dengan kualitas yang konsisten untuk digunakan kembali sebagai kemasan produk.

“Ketika kami membutuhkan sampah plastik daur ulang, masih sangat sulit menemukan yang memenuhi kriteria,” ujarnya.

Sebab itu, menurut dia, Unilever mengajak semua pihak untuk ambil bagian, berperan aktif dalam kegiatan ekonomi sirkular. Pada 2021, Maya Tamimi melanjutkan, Unilever Indonesia membantu mengumpulkan dan memproses lebih dari 45.900 ton sampah plastik melalui pengumpulan sampah plastik dari jaringan bank sampah. Unilever Indonesia menargetkan setidaknya menggunakan 25 persen plastik daur ulang pada setiap kemasannya di 2025.

Direktur Pengurangan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sinta Saptarina Soemiarno mengatakan, sampah plastik cenderung meningkat dari 11 persen di 2010 menjadi 17 persen di 2021.

“Pemerintah mengamanatkan para produsen untuk melakukan upaya pengurangan sampah dari hulu, yakni pembatasan timbulan sampah, hingga hilir dengan menarik kembali kemasan paskapakai untuk dimanfaatkan kembali atau didaur ulang,” katanya.

Semakin sedikit kemasan yang terbuang ke tempat pembuangan akhir sampah atau TPA sesuai tujuan pembangunan ekonomi sirkular di Indonesia. Sinta menegaskan, sustainable bisnis menjadi bisnis masa kini dan masa depan, bukan merupakan pilihan tapi kebutuhan untuk keberlangsungan manusia dan planet.

Share23SendTweet14
Previous Post

Jogja Gelut Day Berkonsep Sport Tourism dan Entertainment

Next Post

Kapolri akan Merevisi Peraturan terkait Kasus Brotoseno, Ini Tanggapan Menko Polhukam

Next Post
Kapolri akan Merevisi Peraturan terkait Kasus Brotoseno, Ini Tanggapan Menko Polhukam

Kapolri akan Merevisi Peraturan terkait Kasus Brotoseno, Ini Tanggapan Menko Polhukam

Waspadai Sub Varian Omicron di Indonesia

Waspadai Sub Varian Omicron di Indonesia

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PLN Nusantara Power Raih 71 Penghargaan ENSIA 2026

PLN Nusantara Power Raih 71 Penghargaan ENSIA 2026

22 September 2026
BMKG: El Nino Sangat Kuat sedang Terjadi, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat

BMKG: El Nino Sangat Kuat sedang Terjadi, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat

22 September 2026
AMVESINDO Perkuat Akses Pendanaan Startup Lokal, Menuju Naik Kelas

AMVESINDO Perkuat Akses Pendanaan Startup Lokal, Menuju Naik Kelas

22 September 2026
19 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Riau Mulai Dikerjakan

19 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Riau Mulai Dikerjakan

22 September 2026
JUMBO X Discovery Ancol Hotel Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Lokal

JUMBO X Discovery Ancol Hotel Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Lokal

22 September 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2931 shares
    Share 1172 Tweet 733
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3257 shares
    Share 1303 Tweet 814
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2944 shares
    Share 1178 Tweet 736
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2899 shares
    Share 1160 Tweet 725
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2928 shares
    Share 1171 Tweet 732

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.