Jakarta, KabarSDGs – Alunjiva Indonesia meluncurkan program “SheAblepreneur” yakni sebuah kolaborasi lintas sektor untuk mendorong perempuan dan disabilitas menjadi penggerak perubahan. Program yang hadir dalam bentuk mentoring dan pelatihan kewirausahaan intensif untuk 75 UMKM perempuan dan individu disabilitas ini didukung penuh oleh Komnas Disabilitas RI dan Unilever Indonesia.
“SheAblepreneur” merupakan pelatihan yang dijalankan secara daring dan luring. Pelatihan ini menghadirkan rangkaian modul yang sangat adaptif dan relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM perempuan maupun disabilitas untuk berkembang di masa depan, yaitu Business Model Canvas, Literasi Digital, Literasi Keuangan, serta Media Sosial dan Pengenalan AI.
“Diharapkan program ‘SheAblepreneur’ akan mampu berkontribusi dalam menciptakan keadilan sosial melalui ekosistem UMKM yang lebih adil dan inklusif dengan mendorong akses maupun keterlibatan kelompok yang termarjinalisasi, khususnya perempuan dan individu disabilitas, menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan,” kata Nicky Clara, Founder Alunjiva Indonesia di Jakarta, Rabu, 4 Juni 2025.
Menurut Jonna Aman Damanik, Komisioner Komnas Disabilitas Republik Indonesia, berwirausaha menjadi peluang besar bagi mereka untuk mandiri secara ekonomi dibandingkan mendapatkan pekerjaan formal. Selama ini menurut dia, para UMKM perempuan disabilitas mengalami diskriminasi berlapis karena gender dan kondisi disabilitasnya sehingga mereka berada dalam posisi yang lebih rentan. Apalagi mentor atau role model dari kalangan disabilitas hingga pelatihan kewirausahaan yang bersifat inklusif sampai sekarang jumlahnya masih sangat minim.
Christina Agustin, Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha, Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Republik Indonesia mendukung penuh inisiatif “SheAblepreneur” karena sejalan dengan program Kementerian UMKM dalam menumbuhkan wirausaha dan mempercepat pencapaian target peningkatan rasio kewirausahaan di tahun 2045 sebesar 8 persen. “Untuk mencapainya kita tidak bisa berjalan sendiri, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, sinergi dari hulu ke hilir dan dukungan nyata dari seluruh pihak bagi pengusaha perempuan dan disabilitas.”
Sementara itu, Kristy Nelwan, Head of Communication sekaligus Chair of Equity, Diversity & Inclusion (ED&I) Board Unilever Indonesia menuturkan, kolaborasi Unilever Indonesia di program ‘SheAblepreneur’ berlandaskan pada misi bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih adil, beragam, dan inklusif. Tujuannya juga sangat sejalan dengan tiga fokus Equity, Diversity & Inclusion yang kami jalankan,” kata dia.
SheAblepreneur diselenggarakan di Tangerang, Bandung dan Yogyakarta selama Juni – September 2025, program ini bertujuan: Meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan digital serta keuangan usaha; Meningkatkan nilai kesetaraan gender pada masyarakat terkait pemberdayaan ekonomi terhadap perempuan; Meningkatkan pendapatan ekonomi bagi UMKM perempuan dan disabilitas; Memberdayakan 80 persen dari jumlah penerima manfaat melalui pengembangan kapasitas dan kapabilitas dan Memberikan akses dan kesempatan magang di UMKM perempuan kepada disabilitas.
Adapun di masing-masing kota pelatihan akan diikuti oleh 15 perempuan dengan disabilitas/non-disabilitas yang ingin lebih mengembangkan bisnis UMKM mereka (scaling up), dan 10 perempuan disabilitas yang baru ingin menjajaki dunia wirausaha. (*)











Discussion about this post