• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
8 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Pentingnya Pengelolaan Sampah di Kawasan Monkey Forest untuk Pariwisata Berkelanjutan

by Riski Yanti
20 Januari 2025
Pentingnya Pengelolaan Sampah di Kawasan Monkey Forest untuk Pariwisata Berkelanjutan
36
SHARES
223
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Ubud, KabarSDGs – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi inisiatif warga Desa Adat Padangtegal, Kabupaten Gianyar, Bali, yang konsisten melakukan pengolahan sampah yang ada di lingkungannya menjadi pupuk kompos.

“Kesadaran masyarakat Desa Padangtegal dalam mengolah sampah menjadi kompos ini merupakan upaya nyata mewujudkan pariwisata berkelanjutan,” ujar Ni Luh usai mengunjungi Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal yang berada di dalam Kawasan Monkey Forest, Ubud, Sabtu (18/1/2025).

BACA JUGA

Jember Fashion Carnaval Perkuat Daya Saing Pariwisata Indonesia

Jember Fashion Carnaval Perkuat Daya Saing Pariwisata Indonesia

27 Juli 2026
Menpar Pastikan Kesiapan Ijen Jelang Revalidasi UNESCO Global Geopark

Menpar Pastikan Kesiapan Ijen Jelang Revalidasi UNESCO Global Geopark

27 Juli 2026
KEK Samota Diperkuat sebagai Destinasi Wisata Bahari Berkelas Dunia

KEK Samota Diperkuat sebagai Destinasi Wisata Bahari Berkelas Dunia

27 Juli 2026

Ia menilai pengolahan sampah yang dilakukan di Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal ini tak hanya bisa menjaga keberlanjutan lingkungan kawasan, namun juga bermanfaat bagi sektor pertanian masyarakat.

“Desa juga mensubsidi masyarakatnya terkait dengan pembiayaan (pengelolaan) sampah. Kecuali (kuota sampah) melebihi batas yang sudah ditentukan,” katanya.

Dalam kesempatan serupa, perwakilan pengelola Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal, Ni Wayan Anggie Giovanda menjelaskan Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal telah berdiri sejak bulan Februari tahun 2012.

Sampah yang diolah di Rumah Kompos ini berasal dari berbagai sumber, salah satunya dari kawasan Monkey Forest.

“Pengelolaan sampahnya bermula dari sumber (sampah). Jadi dari sumber mereka sudah harus memilah sampah, sampai di sini kita kelola dan kita olah dengan bertanggung jawab,” jelas Anggie.

Selain mengunjungi Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal, Wamenpar Ni Luh Puspa juga mengunjungi kawasan Monkey Forest dan melihat-lihat suasana di sana.

Desa Wisata Taro

Usai mengunjungi Kawasan Monkey Forest, Wamenpar Ni Luh Puspa melanjutkan kunjungan ke Desa Wisata Taro.

Wamenpar didampingi Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Florida Pardosi, dan Direktur Poltekpar Bali Ida Bagus Putu Puja melihat langsung beberapa potensi wisata yang ada di sana.

Potensi-potensi tersebut di antaranya sentra kerajinan perak dan keris, konservasi bambu petung dan terasering Semara Ratih, serta pengelolaan konservasi Lembu Putih.

Lembu putih yang berjumlah 56 ekor ini merupakan hewan yang disakralkan oleh masyarakat setempat.

Share14SendTweet9
Previous Post

Wamenpar Tekankan Pentingnya Kebersihan Destinasi untuk Ciptakan Pariwisata Berkualitas

Next Post

Bakti untuk Indonesia, KAI Salurkan TJSL Senilai Rp22,8 Miliar Selama 2024 Dukung Keberlanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat

Next Post
KAI telah merealisasikan penyaluran dana sebesar Rp22.801.522.216 untuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada tahun 2024.

Bakti untuk Indonesia, KAI Salurkan TJSL Senilai Rp22,8 Miliar Selama 2024 Dukung Keberlanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat

Kesenian Indonesia Ambil Bagian dalam Travel Expo 2025 di Norwegia

Kesenian Indonesia Ambil Bagian dalam Travel Expo 2025 di Norwegia

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Irigasi Tukad Saba Buleleng Dipelihara, Aliran Air Terjaga

Irigasi Tukad Saba Buleleng Dipelihara, Aliran Air Terjaga

7 Agustus 2026
Kementerian PU Hadirkan Jembatan Gantung Geser Pertama di Indonesia

Kementerian PU Hadirkan Jembatan Gantung Geser Pertama di Indonesia

7 Agustus 2026
Personel dan Truk Tangki Air Dikerahkan Bantu Tangani Karhutla di Kalteng

Personel dan Truk Tangki Air Dikerahkan Bantu Tangani Karhutla di Kalteng

7 Agustus 2026
Kemenhub Perkuat SDM Keselamatan Transportasi Jalan demi Menekan Angka Kecelakaan

Kemenhub Perkuat SDM Keselamatan Transportasi Jalan demi Menekan Angka Kecelakaan

7 Agustus 2026
Dhika Pacu Jalur Jadi Wajah Kampanye Hyundai Cup 2026

Dhika Pacu Jalur Jadi Wajah Kampanye Hyundai Cup 2026

7 Agustus 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1727 shares
    Share 691 Tweet 432
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1444 shares
    Share 578 Tweet 361
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1438 shares
    Share 575 Tweet 360
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1424 shares
    Share 570 Tweet 356
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1445 shares
    Share 578 Tweet 361

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.