Denpasar, Kabar SDGs – Hayati, seorang pedagang kue pukis, kini tersenyum lebih lebar. Setelah bertahun-tahun berjualan dengan peralatan seadanya, ia akhirnya menerima gerobak baru dari program pemberdayaan Gerobak Cahaya, sebuah inisiatif Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN yang juga didukung oleh Komunitas Srikandi PLN.
Bukan berasal dari anggaran CSR perusahaan, bantuan ini bersumber dari zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan secara sukarela oleh pegawai muslim PLN. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata untuk mendukung para pelaku usaha mikro, khususnya perempuan tangguh yang menjadi tulang punggung keluarga.
“Alhamdulillah sekarang saya sudah punya gerobak yang lebih bagus. Sebelumnya saya cuma pakai meja kecil, tidak menarik dilihat. Semoga dengan gerobak baru ini, pembeli makin banyak dan dagangan cepat habis,” kata Hayati usai menerima bantuan secara simbolis, Rabu (25/6/2025).
Hayati bukan satu-satunya penerima manfaat. Acun, ibu enam anak asal Jawa Barat yang kini menetap di Denpasar Barat, juga menerima bantuan serupa. Dengan usaha nasi kuningnya, Acun mampu meraup omzet sekitar Rp300 ribu per hari. Begitu pula Herlin, seorang ibu dari Tasikmalaya yang menjajakan sayur keliling di kawasan Jalan Marlboro dengan pendapatan harian sekitar Rp500 ribu.
Ketiganya mencerminkan wajah-wajah perempuan pekerja keras di sektor informal yang secara sunyi menopang ekonomi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Ketua YBM PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, M. Fajar Jamaluddin, menjelaskan bahwa program Gerobak Cahaya merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan spiritual para pegawai PLN.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami yang berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah para pegawai. Kami salurkan secara selektif dan bertanggung jawab agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” ujar Fajar.
Lebih dari sekadar menyalurkan bantuan, Srikandi PLN juga memastikan bahwa para penerima didampingi dengan motivasi dan perhatian berkelanjutan.
“Kami hadir bukan hanya sebagai penyalur bantuan, tapi juga sebagai sesama perempuan yang ingin memberi semangat. Gerobak ini kami harap bisa menjadi awal baru bagi mereka untuk semakin percaya diri dan berdaya,” ungkap Nining Asih Pratiwi, Koordinator Srikandi PLN Bali-Nusra.
Program Gerobak Cahaya menjadi bukti bahwa peran PLN bukan hanya sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga sebagai penyala semangat perjuangan masyarakat kecil untuk meraih masa depan yang lebih terang.












Discussion about this post