Payakumbuh, Kabar SDGs – Didampingi Kadis Pendidikan Dr. Dasril M.Pd, PJ Wako Payakumbuh Suprayitno menyerahkan bantuan sosial di bidang pendidikan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Nagari Kota Payakumbuh sebesar Rp.110 juta untuk 107 orang penerima manfaat secara simbolis di Aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Kamis (10/10).
Ikut mendampingi dan menyaksikan Penyerahan beasiswa itu, pimpinan Bank Nagari cabang Kota Payakumbuh dan beserta jajaran Dinas Pendidikan setempat.
Dalam sambutannya, Suprayitno mengucapkan terima kasih kepada Bank Nagari yang secara kontinu bekerja sama dengan Pemko Payakumbuh dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).
” Bantuan ini tidak hanya dukungan materi, tetapi juga bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap perkembangan generasi penerus bangsa,” katanya.
“Kami percaya, investasi dalam pendidikan adalah investasi yang akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat,” ungkapnya.
Di harapkan, bantuan ini dapat memberikan akses yang lebih luas bagi siswa Kota Payakumbuh dalam mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Investasi dalam pendidikan akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat. Jika semua pihak bergandeng tangan, saling mendukung, dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang baik.
” Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan digunakan dengan benar agar anak-anak kita dapat menjadi insan yang hebat dan berguna untuk nusa dan bangsa di masa depan, ” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dasril dalam laporannya mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan CSR ini dilakukan setelah melalui proses seleksi yang ketat untuk penerima bantuan.
Penerima bantuan tahunan dari Bank Nagari telah melalui seleksi dengan berbagai persyaratan seperti warga Kota Payakumbuh, keluarga kurang mampu, usulan sekolah kepada Dinas Pendidikan, hingga proposal biaya pendidikan yang diajukan.
Bantuan diberikan kepada 63 siswa SD, 11 siswa SMP, 7 proposal biaya pendidikan keluarga miskin siswa SD, dan 4 proposal biaya pendidikan keluarga miskin siswa SMP.
Selanjutnya, 6 proposal biaya pendidikan siswa SMA, 6 pemenang Gala Siswa Indonesia (GSI), dan 7 proposal biaya pendidikan mahasiswa.












Discussion about this post