Anambas, Kabar SDGs – Pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (FTJSLP) di Anambas masih dalam proses yang berjalan dengan sejumlah kendala. Proses tersebut kembali dilanjutkan pada Sabtu (5/10) setelah sebelumnya ditunda pada Kamis (3/10).
Bupati Anambas, Abdul Haris, menjelaskan bahwa FTJSLP sangat penting untuk mengawasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan di Anambas. Kurangnya pengawasan terhadap dana CSR ini selama ini mengakibatkan kecurigaan masyarakat terhadap transparansi pengelolaan dana tersebut.
Abdul Haris juga menekankan pentingnya pembentukan Forum FTJSLP sebagai sarana agar berbagai pihak terlibat dalam mengelola dana CSR dan bantuan sosial.
Ia berharap usulan dan masukan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk ormas, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, akan membantu membangun kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, perusahaan migas, dan masyarakat dalam menjalankan program-program prioritas.
Bupati dua periode berharap bahwa Forum Transparansi dan Kepatuhan Sosial Lembaga Pemantau (TJSLP) dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan sosial di wilayah Kepulauan Anambas melalui berbagai inisiatif yang akan dilaksanakan.
“Forum ini, menurut saya, memiliki nilai yang sangat baik dan efektif dalam memberikan pengawasan sosial terhadap bantuan sosial kepada masyarakat dari pihak perusahaan,” ungkap Haris.
Susunan TJSLP ini melibatkan Ketua yang dipimpin oleh gabungan perusahaan yang beroperasi di Anambas. Kemudian, Wakil Ketua adalah gabungan kelompok non-perusahaan.
“Kemudian forum TSJLP ini akan bertugas untuk menampung proposal atau usulan dari masyarakat terkait kegiatan seperti pembangunan sekolah atau gedung serbaguna,” jelas Haris.
Setelah kepengurusan forum TSJLP terbentuk, Haris memberikan waktu seminggu untuk memperbaiki program kerja dan menyampaikan data-data penting mengenai dana CSR.












Discussion about this post