• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
9 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Komposisi Terbaik Membuat Latte Art ala Kapal Api Global

by Editor
1 April 2022
Komposisi Terbaik Membuat Latte Art ala Kapal Api Global
69
SHARES
432
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Latte Art atau seni menggambar suatu pola di atas kopi menjadi tren kekinian yang disajikan di ragam coffee shop. Baru-baru ini, Coffee Knight 2019 dari Kapal Api Global Ade Herlambang memberikan kelas perkenalan penyeduhan kopi dan Latte Art di Excelso Central Park, Jakarta. Terdapat ragam tips yang diberikan Ade untuk membuat Latte Art, salah satunya terkait komposisinya.

“Komposisi terbaik untuk membuat Latte Art adalah paduan 1/3 kopi, 1/3 hot fresh milk UHT, dan 1/3 foam,” kata Ade Herlambang. Rata-rata suhu untuk minuman jenis cappucino atau latte, lanjut dia, tidak boleh terlalu panas dengan suhu maksimal 80 derajat.

BACA JUGA

Kapal Api Berbagi 10 Ribu Bingkisan “Semangat” untuk Tenaga Medis

Kapal Api Berbagi 10 Ribu Bingkisan “Semangat” untuk Tenaga Medis

11 Januari 2021

Karena jika lebih, menurut Ade, tidak akan membuat foam tapi lebih ke hot milk. “Kalau tidak pas maka pola yang dibuat juga akan tenggelam,” ujar Ade yang saat itu juga dibantu oleh Suwarno, Coffee Knight 2020.

Ade menuturkan, keahlian barista dalam membentuk tekstur foam menentukan hasil akhir. Menurutnya, dalam membuat foam dan teknik pouring agak sulit serta perlu praktik yang banyak.

Ada tiga teknik untuk membuat Latte Art yaitu pouring, etching, dan pattern. Belakangan, kata Ade, muncul teknik baru yang dimulai di Jepang, yaitu 3D. “Biasanya barista bisa membuat hiasan 3 dimensi dari foam, misalnya ada dua kucing berpelukan dalam dua cangkir yang berdekatan,” lanjut dia.

Pouring merupakan teknik menuang milk foam di atas kopi, etching adalah melukis di atas foam dengan bantuan cokelat sirup, dan pattern teknik membentuk pola menggunakan alat cetak sesuai pola yang sudah dibentuk.

Proses pouring umumnya menggunakan pola hati sebagai dasar Latte Art dan bisa dikembangkan lagi sesuai bentuk yang diinginkan. “Jika proses pouring telah selesai, selanjutnya pembuatan pola bisa melalui teknik etching dengan tusuk gigi,” kata Ade.

Atau, lanjut dia, jika menginginkan kreasi yang lebih artistik bisa menambahkan hiasan melalu coklat cair. “Kesulitan utama bagi pemula adalah saat membuat foam dan pouring. Namun hal tersebut memang butuh keahlian khusus untuk memperoleh hasil sempurna,” tambah dia.

kapal api

Ade mengatakan, ada tiga kandungan yaitu protein, lemak dan gula saat proses steam di mesin dan proses denaturasi yaitu proses membuat foam. Kopi espresso dipilih sebagai kanvas Latte Art. Penyeduhan atau browsing espresso biasanya dilakukan dengan mesin.

Sedangkan untuk ciri espresso yang bagus berwarna cokelat seperti hazelnut dan membentuk cream atau lapisan buih creamy berwarna cokelat kemerahan setebal 3-5 mm di permukaan. Jika tidak mempunyai mesin, bisa menggunakan cara manual tapi tanpa Latte Art.

Saat ini, kata Ade, industri juga menawarkan ragam mesin kopi yang bisa membuat Latte Art. Seperti Thermoplan BW4, yaitu mesin pertama yang menggantikan barista membuat Latte Art dengan pola dasar heart atau bentuk hati.

Latte Art dikenalkan oleh David Schomer, pemilik Kafe Vivace yang mengembangkan microfoam pada tahun 1980-1990. Kemudian microfoam tersebut digunakan untuk membentuk pola atau gambar pada kopi. Ide itu terus berkembang sehingga David dijuluki sebagai Bapak Latte Art. Karena pada saat tersebut pengunjung tidak menyukai rasa kopi yang terlalu strong, akhirnya David membuat kombinasi Cappucino Latte Art yang lebih light.

kapal api

Share28SendTweet17
Previous Post

Mencintai Lingkungan untuk Pariwisata Indonesia yang Berkelanjutan

Next Post

Festival Tanjung Waka 2022 Terapkan Green Event

Next Post
Festival Tanjung Waka 2022 Terapkan Green Event

Festival Tanjung Waka 2022 Terapkan Green Event

Gerakan Koronisasi Jadi Solusi Ketergantungan Impor Kedelai

Gerakan Koronisasi Jadi Solusi Ketergantungan Impor Kedelai

Discussion about this post

NEWS UPDATE

20 Tukik Dilepasliarkan di Pantai Banyuwangi

20 Tukik Dilepasliarkan di Pantai Banyuwangi

8 September 2026
Karhutla Dekati Kawasan Rehabilitasi Orang Utan di Samboja

Karhutla Dekati Kawasan Rehabilitasi Orang Utan di Samboja

8 September 2026
Jalan Alternatif BSB Disiapkan untuk Atasi Kemacetan

Jalan Alternatif BSB Disiapkan untuk Atasi Kemacetan

8 September 2026
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Bandara SIM Menuju Jakarta

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Bandara SIM Menuju Jakarta

8 September 2026
Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di Flores dan Sekitarnya Tetap Beroperasi Normal Pascagempa Bumi NTT

Citilink Siapkan Penanganan Penumpang Imbas Penutupan Sementara Beberapa Bandara 

7 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2707 shares
    Share 1083 Tweet 677
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2389 shares
    Share 956 Tweet 597
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2385 shares
    Share 954 Tweet 596
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2362 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2413 shares
    Share 965 Tweet 603

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.