• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
23 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Gerakan Koronisasi Jadi Solusi Ketergantungan Impor Kedelai

by Editor
2 April 2022
Gerakan Koronisasi Jadi Solusi Ketergantungan Impor Kedelai
21
SHARES
132
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BOGOR, KabarSDGs – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki berniat akan terus menggaungkan Gerakan Koronisasi. Gerakan ini dibuat untuk mengantisipasi ketergantungan dengan impor kedelai, sebagai bahan pembuatan tempe dan tahu.

“Kita akan kembangkan Kacang Koro sebagai substitusi kedelai impor. Gerakan Koronisasi akan terus kita gaungkan,” Kata MenKopUKM, pada pembukaan acara Festival Olahan Pangan Lokal Berbasis Kacang Koro, di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/4).

BACA JUGA

Petani Teritip Panen 8,5 Ton Tomat

Petani Teritip Panen 8,5 Ton Tomat

22 Agustus 2026
Koster Dukung Gerakan Penanaman Bawang Putih

Koster Dukung Gerakan Penanaman Bawang Putih

22 Agustus 2026
Mahasiswa Unhas Dukung Ketahanan Pangan Desa

Mahasiswa Unhas Dukung Ketahanan Pangan Desa

19 Juli 2026

Gejolak kebutuhan dan harga kacang kedelai, di prediksi akan terus berlanjut. Terutama, bagi para perajin tempe dan tahu di Indonesia. Saat ini, 95% kebutuhan kedelai nasional dipasok dari impor. Dan dari jumlah itu, 60% diantaranya diserap untuk produksi tempe dan tahu dalam negeri.

Diperkirakan, kata Teten, hingga Juli 2022, harga komoditas kedelai akan terus naik. Tentu saja, hal ini berimplikasi pada ketersediaan tempe dan tahu di pasar.

Teten juga mengajak para perajin tempe dan tahu untuk kreatif dengan tidak selalu mengandalkan bahan baku produksinya pada kedelai impor. Apalagi, pasokan kedelai dari Amerika Serikat alami kendala karena cuaca disana. Sehingga, harga kedelai terus merangkak naik.

“Menanam kedelai di Indonesia juga terbilang kurang produktif. Maka, Kacang Koro bisa menjadi alternatif bahan baku bagi para perajin tempe dan tahu,” kata Teten.

Kacang Koro, lanjut dia, tidak hanya untuk pembuatan tempe dan tahu. Ada ratusan lebih menu pangan yang bisa dihasilkan dari bahan baku Kacang Koro.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan akan terus mempopulerkan pangan lokal berbahan baku Kacang Koro sebagai subtitusi kedelai impor.

“Karena keterbatasan lahan di Bogor untuk menanam Kacang Koro, maka kita akan bermain di hilirisasi. Di Bogor akan kita perkuat industri pangan olahan, packaging, hingga promosi,” kata Bima.

Walikota Bogor akan terus mendorong pengembangan koperasi di Bogor, salah satunya Koperasi BUMR Paramasera, untuk mengembangkan sektor hulunya. Yaitu, membangun perkebunan Kacang Koro, meski lahannya berada di luar Bogor. “Bogor akan fokus di hilirisasi,” ujar Bima.

Share8SendTweet5
Previous Post

Festival Tanjung Waka 2022 Terapkan Green Event

Next Post

Peduli Lingkungan, PT KAI Tanam 200 Pohon di Kota Semarang

Next Post
Peduli Lingkungan, PT KAI Tanam 200 Pohon di Kota Semarang

Peduli Lingkungan, PT KAI Tanam 200 Pohon di Kota Semarang

Sambut Ramadan di Jakarta, ini Rangkaian Kegiatannya!

Sambut Ramadan di Jakarta, ini Rangkaian Kegiatannya!

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Candi Muara Takus Didorong Jadi Destinasi Wisata Unggulan Riau

Candi Muara Takus Didorong Jadi Destinasi Wisata Unggulan Riau

23 Oktober 2026
Garden Fest Hadirkan Wisata Sawah dan Edukasi Pertanian di Surabaya

Garden Fest Hadirkan Wisata Sawah dan Edukasi Pertanian di Surabaya

23 Oktober 2026
BI Bali Raih Apresiasi Lewat Program Inovasi UMKM Hijau

BI Bali Raih Apresiasi Lewat Program Inovasi UMKM Hijau

22 Oktober 2026
Pemerintah Tambah Cadangan BBM Bali Menjadi 15 Hari

Pemerintah Tambah Cadangan BBM Bali Menjadi 15 Hari

22 Oktober 2026
Kemenhub Terus Melakukan Pengawasan Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla

BMKG: Pemerintah Manfaatkan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

22 Oktober 2026

POPULAR

  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3860 shares
    Share 1544 Tweet 965
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3894 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3310 shares
    Share 1324 Tweet 828
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4248 shares
    Share 1699 Tweet 1062
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3949 shares
    Share 1580 Tweet 987

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.