• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
22 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Merapi Kembali Gugurkan Lava Pijar Saat Masyarakat Terlelap Tidur

by Editor
6 Januari 2021
Merapi Kembali Gugurkan Lava Pijar Saat Masyarakat Terlelap Tidur

Gunung Merapi yang berada di Kabupeten Magelang, Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman di DI Yogyakarta kembali meluncurkan guguran lava pijar , Selasa (5/1/2021) malam. Foto: Humas BNPB

23
SHARES
145
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mencatat adanya aktivitas vulkanik Gunung Merapi berupa guguran lava pijar dengan intensitas kecil sebanyak empat kali mengarah ke barat daya pada posisi alur Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 400 meter.

“Data tersebut diperoleh dari pantauan visual yang dilakukan, Selasa (5/1/2021) pada pukul 18.00-24.00 WIB. Dalam waktu yang bersamaan terjadinya guguran lava pijar tersebut, tim BPPTKG juga merekam adanya kegempaan berupa guguran sebanyak 23 dengan amplitudo 3-41 milimeter berdurasi 11-127 detik,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaira, dalam siaran pers yang diterima KabarSDGs, Rabu (6/1/2021).

BACA JUGA

Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

Erupsi Anak Krakatau Menurun Namun Warga Diingatkan Tetap Waspada

11 September 2026
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Bandara SIM Menuju Jakarta

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Bandara SIM Menuju Jakarta

8 September 2026
Kementerian PU Kembangkan Fungsi Sabo Dam Menayu di Magelang Sebagai Sumber Irigasi

Kementerian PU Kembangkan Fungsi Sabo Dam Menayu di Magelang Sebagai Sumber Irigasi

27 Oktober 2025

Dia menambahkan, untuk hembusan ada sebanyak 11 kali dengan amplitudo 2-8 milimeter berdurasi antara 9 sampai 33 detik. Selanjutnya Hybrid/Fase Banyak terekam dengan jumlah 75, amplitudo 3-31 milimeter, S-P: 0,3-0,5 detik berdurasi 4-11 detik.

Selain itu, Hanik mengemukakan, guguran juga diikuti Vulkanik Dangkal yang terekam sejumlah 16 dengan amplitudo 34-75 milimeter berdurasi 12-39 detik. Sementara, tektonik Jauh terekam sebanyak 1 dengan amplitudo 4 milimeter, S-P: 16 detik dan durasi 43 detik.

Sebelumnya, aktivitas vulkanik Gunung Merapi juga telah terpantau pada Kamis (31/12) pukul 21.08 WIB, yang mana menurut hasil data visual menunjukkan adanya indikasi kemunculan api diam dan lava pijar.

Menurut Kepala BPPTKG Hanik Humaira, api diam tersebut muncul di dasar lava 1997, sebagaimana berdasarkan hasil pengamatan citra satelit yang dikonfirmasi keberadaan gundukan yang diduga merupakan material baru.

“Ini yang ada di lava 1997,” jelas Hanik dalam Siaran Informasi BPPTKG “Aktivitas Merapi Terkini”.

Dari perkembangan terkini aktivitas Gunung Merapi tersebut, Hanik mengatakan bahwa secara teknis dapat dikatakan saat ini Gunung Merapi sudah memasuki fase erupsi 2021.

Hanik menjelaskan hal itu masih fase awal dari indikasi proses ekstrusi magma yang akan terjadi berdasarkan data seismik dan deformasi yang masih tinggi.

“Secara teknis bisa kita katakan bahwa Gunung Merapi sudah memasuki fase masa erupsi tahun 2021,” kata Hanik.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pantauan tersebut, Hanik mengimbau masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.

Masyarakat diharapkan untuk tetap mengikuti arahan dari beberapa instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah setempat, serta selalu mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya.

“Karena masih ada kemungkinan erupsi efusif, maka rekomendasi kita untuk pemerintah daerah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten agar selalu menyiapkan segala sesuatu terkait upaya mitigasi letusan Gunung Merapi ini,” kata Hanik.

Terkait dengan kejadian ini, BPPTKG belum merevisi rekomendasi aktivitas Gunung Merapi dimana daerah potensi bahaya masih dalam jarak maksimal 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Dia memprediksi daerah bahaya tersebut terjadi di Sleman, DI Yogyakarta yang meliputi Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor); Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem); Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari) di Kecamatan Cangkringan.

Sedangkan di Jawa Tengah meliputi Kabupaten Magelang yang terdampak yaitu Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar); Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono); Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2) di Kecamatan Dukun.

Di Kabupaten Boyolali meliputi Kecamatan Selo antara lain Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, Belang); Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur); Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi).

Sedangkan di Kabupaten Klaten daerah terdampak berada di Kecamatan Kemalang yang meliputi Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur); Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles); Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang).

Share9SendTweet6
Previous Post

Mendikbud: Pandemi Covid-19 Bukan Penghalang Cerdaskan Bangsa

Next Post

Gempa Guncang Bengkulu dan Bone Bolango

Next Post
Gempa Guncang Bengkulu dan Bone Bolango

Gempa Guncang Bengkulu dan Bone Bolango

Lagi, Gunung Merapi Keluarkan Guguran Awan Panas

Lagi, Gunung Merapi Keluarkan Guguran Awan Panas

Discussion about this post

NEWS UPDATE

AMVESINDO Perkuat Akses Pendanaan Startup Lokal, Menuju Naik Kelas

AMVESINDO Perkuat Akses Pendanaan Startup Lokal, Menuju Naik Kelas

22 September 2026
19 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Riau Mulai Dikerjakan

19 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Riau Mulai Dikerjakan

22 September 2026
JUMBO X Discovery Ancol Hotel Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Lokal

JUMBO X Discovery Ancol Hotel Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Lokal

22 September 2026
Perkuat Aksara Nusantara dengan Teknologi Digital Bersama PANDI

Perkuat Aksara Nusantara dengan Teknologi Digital Bersama PANDI

22 September 2026
Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Diproyeksikan Tumbuh 7,69 Persen

Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Diproyeksikan Tumbuh 7,69 Persen

22 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3238 shares
    Share 1295 Tweet 810
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2912 shares
    Share 1165 Tweet 728
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2925 shares
    Share 1170 Tweet 731
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2882 shares
    Share 1153 Tweet 721
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2912 shares
    Share 1165 Tweet 728

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.