• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 November 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Lagi, Gunung Merapi Keluarkan Guguran Awan Panas

by Editor
7 Januari 2021
Lagi, Gunung Merapi Keluarkan Guguran Awan Panas

Gunung Merapi yang berada di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Kamis (7/1/2021) mengeluarkan guguran aan panas. Foto: Humas BPPTKG

26
SHARES
164
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan adanya kejadian guguran awan panas Gunung Merapi pada Kamis (7/1/2021) pukul 08.02 WIB. Awan panas tersebut tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimal 28 milimeter dan durasi 154 detik.

“Awan panas tersebut meluncur dan mengarah ke hulu Kali Krasak. Cuaca dilaporkan berawan di sekitar Gunung Merapi saat terjadi guguran awan panas. Arahnya ke Kali Krasak dengan tinggi kolom abu 200 meter,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam siaran pers yang diterima KabarSDGs, Kamis(7/1/2021).

BACA JUGA

Turun Tangan Atasi Kisruh Susu Boyolali, Wamenkop Dorong KUD Masuk Industri Pengolahan

Turun Tangan Atasi Kisruh Susu Boyolali, Wamenkop Dorong KUD Masuk Industri Pengolahan

17 November 2024
Kegiatan CSR Artos Mal dalam rangka ulang tahun ke 13.

Artos Mall Bagikan Pohon di Telomoyo dalam Rangka Ulang Tahun ke-13

20 Oktober 2024
Kemendag Berikan Relaksasi Kebijakan untuk Kinerja Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan

Kemendag Berikan Relaksasi Kebijakan untuk Kinerja Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan

3 Juli 2023

Menurut Hanik, jarak guguran dari awan panas tersebut tidak teramati secara visual dikarenakan tertutup kabut, akan tetapi apabila melihat dari rekaman amplitudo dan data rekaman seismiknya diperkirakan tidak lebih dari 1 kilometer.

“Jaraknya ini tidak teramati (secara visual) karena tertutup kabut. Kelihatan di pucuknya saja. Kalau melihat durasinya ini jaraknya pendek. Kurang dari satu kilometer. Karena dari seismiknya kan cuma 154 detik dan amplitudonya 28 milimeter, jadi ini kecil. Awan panas kecil yang terjadi,” ujarnya.

Hanik juga menjelaskan fenomena yang terjadi tersebut merupakan guguran dan bukan letusan. “Betul. Awan panas guguran (bukan letusan),” jelas Hanik.

Guguran awan panas tersebut, katanya, diperkirakan adalah berasal dari gundukan yang terbentuk pada periode sebelumnya, yakni sejak Kamis (31/12) lalu dari lava 1997, yang kemudian meluncur ke arah barat daya menuju Kali Krasak.

“Kan kemarin terjadi adanya gundukan kecil. Diperkirakan itu yang (kemudian) terjadi awan panas,” ujar Hanik.

 

Status Gunung Merapi Siaga

Menyinggung mengenai penetapan status Gunung Merapi dengan melihat adanya kejadian guguran awan panas tersebut, Hanik menuturkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menaikkan status dan masih bertahan pada Level III atau ‘Siaga’.

“Status masih sama (Siaga),” ujar Hanik.

Menurut Hanik, penetapan kenaikan status Gunungapi itu didasarkan pada penilaian ancaman terhadap penduduk. Sejauh ini, BPPTKG telah memberikan rekomendasi kepada seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kebijakan daerah dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dengan radius 5 kilometer.

Hanik menilai rekomendasi assesmen tersebut sudah dapat dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga risiko ancaman bencana dapat dikurangi dan masih dalam kategori aman.

“Sekali lagi saya ingatkan. Status aktivitas Gunungapi itu dasarnya adalah penilaian terhadap ancaman penduduk. Ini kan kita sudah memberikan rekomendasi assesment bahayanya potensi saat ini kan sejauh 5 kilometer. Itu masih aman. Sampai saat ini potensi bahaya belum lebih dari 5 kilometer,” jelas Hanik.

Dari kejadian guguran awan panas tersebut, Hanik juga menyebutkan belum ada laporan mengenai adanya hujan abu vulkanik.

“Belum ada. Karena ini masih kecil. Sampai sekarang kami belum mendapat laporan mengenai hujan abu,” jelas Hanik.

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, terkait dengan kejadian ini, BPPTKG belum merevisi rekomendasi aktivitas Gunung Merapi dimana daerah potensi bahaya masih dalam jarak maksimal 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Adapun prakiraan daerah bahaya tersebut meliputi Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor); Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem); Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari) di Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta.

Di di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah meliputi Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar); Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono); Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2).

Sementara di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, meliputi Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, Belang); Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur); Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi).

Sedangkan di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten Jawa Tengah, penduduk yang terdampak berada di Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur); Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles); Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang).

Share10SendTweet7
Previous Post

Gempa Guncang Bengkulu dan Bone Bolango

Next Post

Ketua Satgas Optimistis PPKM Mampu Tekan Angka Kasus Covid-19

Next Post
Ketua Satgas Minta Posko-Posko Covid-19 Daerah Reaktivasi

Ketua Satgas Optimistis PPKM Mampu Tekan Angka Kasus Covid-19

Usia Sekolah Penyumbang 8,87% Kasus Covid-19 Nasional

Usia Sekolah Penyumbang 8,87% Kasus Covid-19 Nasional

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Costa Serena Bawa 1.795 Wisatawan Internasional ke Bali

Costa Serena Bawa 1.795 Wisatawan Internasional ke Bali

5 November 2026
Debit Air Baku Menyusut Distribusi Air Bersih PPU Terancam

Debit Air Baku Menyusut Distribusi Air Bersih PPU Terancam

5 November 2026
BPMA dan PGE Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi Rayeu D-1

BPMA dan PGE Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi Rayeu D-1

5 November 2026
Pemuda Masjid Dunia Salurkan Bantuan untuk 3.600 Warga Flores

Pemuda Masjid Dunia Salurkan Bantuan untuk 3.600 Warga Flores

5 November 2026
Peretasan Binance Jadi Peringatan bagi Industri Kripto Indonesia

Peretasan Binance Jadi Peringatan bagi Industri Kripto Indonesia

4 November 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4557 shares
    Share 1823 Tweet 1139
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4205 shares
    Share 1682 Tweet 1051
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4267 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4230 shares
    Share 1692 Tweet 1058
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4258 shares
    Share 1703 Tweet 1065

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.