• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
16 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Salak Bali Tembus Pasar Tiongkok

by SDGS Admin
11 Agustus 2026
Salak Bali Tembus Pasar Tiongkok
16
SHARES
101
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Badung, Kabar SDGs – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri melepas ekspor perdana sebanyak 3,5 ton salak produksi PT Bali Organik Subak (BOS) menuju Tiongkok, Kamis (6/8/2026). Ekspor dengan nilai USD 13 ribu atau sekitar Rp232,93 juta tersebut berlangsung di The Keranjang Bali, Kabupaten Badung, Bali.

Pengiriman salak tersebut menjadi bagian dari realisasi komitmen bisnis ekspor senilai USD 2 juta dalam periode satu tahun. Komitmen itu sebelumnya tercapai melalui Misi Dagang Indonesia ke Shanghai pada Mei 2026 dan menjadi salah satu hasil konkret dari upaya memperluas akses produk pertanian Indonesia ke pasar internasional.

BACA JUGA

Wagub Tinjau Pengembangan Shrimp Estate Sukamara

Wagub Tinjau Pengembangan Shrimp Estate Sukamara

12 Juli 2026
Ekspor Hasil Laut Kaltim Makin Efisien

Ekspor Hasil Laut Kaltim Makin Efisien

11 Juli 2026
Petrindo Soroti Kepastian Hukum Rencana Tata Kelola Ekspor SDA

Petrindo Soroti Kepastian Hukum Rencana Tata Kelola Ekspor SDA

1 Juni 2026

“Pelepasan ekspor 3,5 ton buah salak dari PT BOS ke Tiongkok merupakan bukti bahwa produk lokal Indonesia memiliki kualitas dan daya saing untuk menembus pasar internasional. Hal ini juga menunjukkan bahwa setiap upaya promosi dan diplomasi perdagangan harus bermuara pada transaksi yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan perekonomian nasional,” ujar Wamendag Roro.

Menurut Roro, keberhasilan tersebut memperlihatkan perkembangan daya saing komoditas Indonesia di pasar global. Tiongkok juga menunjukkan peningkatan posisi sebagai negara tujuan ekspor salak Indonesia. Pada 2024, negara tersebut berada di peringkat ketiga, kemudian pada 2025 menjadi pasar utama dengan nilai ekspor mencapai USD 4,1 juta.

Perkembangan itu dinilai memperlihatkan besarnya ruang bagi produk pertanian Indonesia untuk memperluas pasar internasional. Peningkatan kualitas produk dan kemampuan memenuhi standar pasar global menjadi salah satu faktor penting dalam memanfaatkan peluang tersebut.

Wamendag Roro menyampaikan bahwa pencapaian ekspor salak Bali tidak terlepas dari kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha. Pemerintah berperan dalam membuka peluang serta akses pasar melalui diplomasi perdagangan, sementara dunia usaha bertanggung jawab memastikan produk yang dikirim memenuhi kualitas dan kebutuhan konsumen internasional.

Dukungan dari asosiasi dan mitra strategis juga dinilai penting dalam membangun jaringan perdagangan serta menjaga kelancaran proses ekspor. Dengan capaian tersebut, Roro melihat Bali mempunyai peluang untuk mengambil peran lebih besar sebagai salah satu penggerak ekspor Indonesia.

Bali selama ini dikenal sebagai tujuan wisata internasional, namun daerah tersebut juga memiliki berbagai komoditas dan produk bernilai tambah yang dapat dipasarkan ke luar negeri. Potensinya mencakup sektor pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, fesyen, hingga kerajinan yang mengangkat kekayaan budaya lokal.

“Kami ingin membangun narasi baru bahwa Bali bukan sekadar destinasi wisata dunia. Bali juga harus dikenal sebagai etalase produk unggulan Indonesia sekaligus gerbang bagi lebih banyak produk nasional untuk memasuki pasar global,” urai Wamendag Roro.

Pendiri PT Bali Organik Subak (BOS), A.A. Gede Wedhatama P., mengapresiasi dukungan Kementerian Perdagangan dalam membantu pelaku usaha membuka pasar ekspor bagi salak Bali. Menurutnya, pengiriman ke Tiongkok yang dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari pertemuan bisnis dalam Misi Dagang Indonesia ke Shanghai pada Mei 2026.

“Melalui misi dagang tersebut, kami dapat bertemu langsung dengan buyer, mencapai kesepakatan bisnis, dan akhirnya merealisasikan ekspor ke Tiongkok. Ke depan, kami berharap Kemendag terus membuka akses pasar baru melalui Misi Dagang ke berbagai negara, seperti kawasan Timur Tengah, Eropa, Australia, dan Amerika,” tambah Gung Wedha.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Ari Satria, Gubernur Bali I Wayan Koster, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Zhang Zhisheng, Sekretaris Jenderal DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Toto Dirgantoro, serta Ketua Umum DPD GPEI Bali A.A. Ngurah Aditya Pradnyana Sunu.

Sebelum melepas pengiriman salak, Wamendag Roro menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan DPD GPEI Bali periode 2026-2031 di lokasi yang sama. Dalam agenda tersebut, ia menekankan pentingnya peran GPEI sebagai mitra pemerintah untuk memperkuat daya saing ekspor, memperluas hubungan bisnis, dan mendorong lahirnya lebih banyak eksportir baru dari Indonesia.

Menurut Roro, aktivitas ekspor menjadi salah satu komponen penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Menghadapi perubahan dan dinamika perdagangan dunia, Kementerian Perdagangan menetapkan tiga fokus, yakni menjaga pasar domestik, memperluas akses pasar internasional, serta memperbanyak eksportir baru dengan memberikan perhatian khusus kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pada agenda yang sama, Roro juga memberikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terbangun dalam rangkaian pengukuhan pengurus GPEI Bali dan penandatanganan nota kesepahaman antara GPEI Bali dengan sejumlah mitra strategis. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekspor sekaligus meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam bersaing di pasar internasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor Indonesia mengalami peningkatan dari USD 231,71 miliar menjadi USD 282,91 miliar sepanjang periode 2021-2025. Pertumbuhan tersebut mencatat tren rata-rata 3,12 persen per tahun, yang menunjukkan semakin luasnya penerimaan pasar global terhadap produk Indonesia.

Tren positif tersebut berlanjut pada 2026. Selama Januari-Juni 2026, nilai ekspor nasional telah mencapai USD 140,81 miliar atau meningkat 4,13 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dari total tersebut, ekspor nonmigas menjadi penyumbang terbesar dengan nilai USD 134,58 miliar.

Ketua Umum DPD GPEI Bali, A.A. Ngurah Aditya Pradnyana Sunu, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap pengembangan kegiatan ekspor di Bali.

Menurutnya, kehadiran Wakil Menteri Perdagangan bersama jajaran pemerintah dalam kegiatan Pengukuhan dan Pelantikan DPD GPEI Bali menjadi bukti adanya perhatian pemerintah terhadap penguatan perdagangan luar negeri serta upaya meningkatkan peran Bali dalam mendorong pertumbuhan ekspor nasional.

Share6SendTweet4
Previous Post

Dukung DOB Papua Tengah, Kementerian PU Pacu Pembangunan Kantor Gubernur, DPRD, dan MRP

Next Post

Kementerian PU Pulihkan Fasilitas Publik Aceh, 33 Ribu Ton Material Bencana Diangkut

Next Post
Kementerian PU Pulihkan Fasilitas Publik Aceh, 33 Ribu Ton Material Bencana Diangkut

Kementerian PU Pulihkan Fasilitas Publik Aceh, 33 Ribu Ton Material Bencana Diangkut

Tiga Sekolah Rakyat di Jabar Siap Difungsikan, Kementerian PU Pastikan Fasilitas Dukung Belajar Siswa

Tiga Sekolah Rakyat di Jabar Siap Difungsikan, Kementerian PU Pastikan Fasilitas Dukung Belajar Siswa

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Unila Dorong Budidaya Jamur Berbasis Teknologi

Unila Dorong Budidaya Jamur Berbasis Teknologi

16 Agustus 2026
DPRD Jatim Dukung Kendaraan Listrik

DPRD Jatim Dukung Kendaraan Listrik

16 Agustus 2026
Vega Hotel Pererat Hubungan dengan Mitra Bisnis

Vega Hotel Pererat Hubungan dengan Mitra Bisnis

15 Agustus 2026
UMN Dorong Mahasiswa Kembangkan Karya IP

UMN Dorong Mahasiswa Kembangkan Karya IP

15 Agustus 2026
PPU Gandeng Karo Kendalikan Inflasi

PPU Gandeng Karo Kendalikan Inflasi

15 Agustus 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1751 shares
    Share 700 Tweet 438
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    1721 shares
    Share 688 Tweet 430
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1754 shares
    Share 702 Tweet 439
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    1783 shares
    Share 713 Tweet 446
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1754 shares
    Share 702 Tweet 439

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.