Tangerang, Kabar SDGs – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) memperkuat dukungannya terhadap kreativitas mahasiswa melalui peluncuran buku Kisah Para Perintis Kompas Gramedia. Buku tersebut merupakan karya berbasis Intellectual Property (IP) mahasiswa yang berhasil dikembangkan hingga diterbitkan secara nasional bersama Penerbit BIP.
Peluncuran karya tersebut menjadi salah satu bukti pengembangan ekosistem kreatif di lingkungan UMN yang tidak hanya berorientasi pada proses akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang dapat masuk ke industri dan memberikan manfaat lebih luas.
Buku tersebut berawal dari proses riset dan pengembangan yang dilakukan mahasiswa UMN. Dalam prosesnya, mahasiswa memperoleh pendampingan dari dosen dan Kepala Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UMN melalui mentoring, pengembangan cerita, penyempurnaan narasi hingga proses kolaborasi dengan penerbit.
Ketua Yayasan Multimedia Nusantara Ir. Teddy Surianto mengatakan buku tersebut mengangkat sejumlah nilai yang menjadi bagian dari karakter Kompas Gramedia. Nilai tersebut antara lain kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, sikap dapat dipercaya dan diandalkan, kecakapan, keunggulan serta semangat memberikan pelayanan yang baik.
Menurut Teddy, perkembangan inovasi dan transformasi digital harus tetap berjalan beriringan dengan penguatan nilai serta karakter. Kemajuan teknologi dinilai tidak akan cukup apabila tidak disertai integritas dan landasan nilai yang kuat dalam diri generasi muda.
Teddy juga menjelaskan bahwa Yayasan Multimedia Nusantara (YMN) telah membangun ekosistem pendidikan yang mencakup berbagai jenjang, mulai dari Preschool hingga pendidikan Doktoral atau S3.
Dalam talkshow yang menjadi bagian dari peluncuran buku, Rektor UMN Andrey Andoko menyampaikan bahwa nilai yang diwariskan para perintis Kompas Gramedia memiliki keterkaitan dengan filosofi pendidikan yang diterapkan UMN. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab menghasilkan lulusan dengan kemampuan profesional, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki karakter.
“Nilai-nilai para perintis tercantum pada visi UMN, yakni menghasilkan lulusan berbudi pekerti luhur,” ujar Andrey, seraya menyebut UMN mengadopsi nilai 5C: Caring, Credible, Competent, Competitive, dan Customer Delight, Rabu (12/8/2026).
Andrey menilai penerapan nilai tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, termasuk kemunculan dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, penguasaan teknologi perlu diikuti kemampuan manusiawi atau human skills agar lulusan mampu menggunakan kompetensinya secara bertanggung jawab.
Sementara itu, Bintang Gutama, alumni DKV UMN sekaligus penulis buku tersebut, menjelaskan bahwa karya Kisah Para Perintis Kompas Gramedia berawal dari tugas akhirnya ketika masih menjadi mahasiswa.
Ia terdorong untuk mengangkat perjalanan para perintis Kompas Gramedia, P.K. Ojong dan Jakob Oetama, ke dalam bentuk cerita yang dapat dipahami dengan mudah oleh generasi muda, khususnya anak-anak.
Dalam proses penciptaannya, nilai “Bekerja dengan Suara Hati” yang diterapkan oleh para perintis Kompas Gramedia turut menjadi salah satu motivasi Bintang dalam menyelesaikan karya tersebut.
Penerbitan buku ini menunjukkan bahwa proses kreatif yang dikembangkan di lingkungan UMN dapat menghasilkan karya berbasis IP yang memiliki relevansi dengan kebutuhan akademik sekaligus peluang untuk dikembangkan menjadi produk komersial.
Karya tersebut juga memperlihatkan bahwa mahasiswa dapat membawa hasil proses pembelajaran dan penelitian ke tahap yang lebih luas melalui pendampingan, pengembangan ide serta kolaborasi dengan pihak industri.
UMN berharap pencapaian tersebut dapat menjadi dorongan bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan gagasan kreatif. Kampus juga mendorong agar ide yang lahir dari lingkungan akademik dapat diwujudkan menjadi karya nyata yang memiliki manfaat bagi masyarakat sekaligus dapat diterima oleh industri.







Discussion about this post