Karawang, Kabar SDGs – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang menolak permintaan sejumlah sekolah yang ingin menggunakan armada pemadam kebakaran dalam kegiatan perayaan kelulusan. Keputusan ini diambil untuk menjaga kesiapsiagaan layanan darurat agar tetap optimal.
Permintaan tersebut sebelumnya diajukan sekolah yang ingin menghadirkan petugas dan armada damkar sebagai bagian dari euforia kelulusan. Namun, BPBD menilai penggunaan fasilitas tersebut untuk kegiatan non-darurat berpotensi mengganggu respons cepat saat terjadi bencana, khususnya kebakaran.
Kepala Seksi Penyelamatan dan Pemadaman BPBD Karawang, Rudi, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan arahan pimpinan sekaligus langkah antisipasi terhadap potensi keadaan darurat yang bisa terjadi sewaktu-waktu. “Kami khawatir apabila terjadi kebakaran saat armada dan air untuk kegiatan kelulusan, maka proses pemadaman tidak bisa dengan cepat,” katanya.
Selain aspek kesiapan armada, BPBD juga mempertimbangkan faktor keselamatan dalam kegiatan perayaan yang melibatkan penggunaan air. Tanpa pengawasan yang memadai, kegiatan tersebut dinilai berisiko menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Meski demikian, BPBD tetap memberikan alternatif bagi pihak sekolah yang ingin menghadirkan petugas. Kehadiran tersebut diarahkan dalam bentuk kegiatan edukasi terkait pencegahan dan penanganan kebakaran tanpa melibatkan penggunaan armada atau peralatan pemadam.
Petugas nantinya akan memberikan sosialisasi kepada siswa dan guru agar lebih memahami langkah-langkah mitigasi kebakaran serta pentingnya keselamatan dalam berbagai aktivitas.
BPBD Karawang juga mengimbau agar perayaan kelulusan dilakukan secara bijak dengan mengutamakan keselamatan dan menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan risiko. “BPBD Karawang mengimbau pihak sekolah dan siswa untuk merayakan kelulusan secara bijak, dengan mengedepankan keselamatan serta menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan risiko,” tutupnya.









Discussion about this post