• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
3 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home UKM CORNER

Olahan Singkong Sigmafood Mojokerto Tembus Pasar Nasional

by SDGS Admin
3 Mei 2026
Olahan Singkong Sigmafood Mojokerto Tembus Pasar Nasional
15
SHARES
93
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Mojokerto, Kabar SDGs – Beragam jajanan seperti donat, roti maryam, hingga bomboloni umumnya dibuat dari tepung terigu. Namun berbeda dengan produk yang dihasilkan Sigmafood di Kota Mojokerto yang justru mengandalkan singkong sebagai bahan utama dalam setiap olahannya.

Usaha milik Dewi Kurniawati ini berlokasi di Jalan Sinoman Gang 3, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon. Perempuan berusia 54 tahun tersebut memulai usaha bersama suaminya sejak 2018 dengan memanfaatkan singkong sebagai bahan dasar berbagai produk makanan.

BACA JUGA

Pemerintah Perluas Akses Digital 1.200 UMKM lewat STARt x GENMATIC

Pemerintah Perluas Akses Digital 1.200 UMKM lewat STARt x GENMATIC

29 April 2026
Festival UMKM Balikpapan Permudah Legalitas Dan Pembiayaan

Festival UMKM Balikpapan Permudah Legalitas Dan Pembiayaan

27 April 2026
MitMe Fest 2026 Dorong UMKM Naik Kelas Berbasis Digital

MitMe Fest 2026 Dorong UMKM Naik Kelas Berbasis Digital

26 April 2026

“Usaha Sigma ini memang awal-awalnya kita kan sudah terbiasa bikin jajanan buat anak-anak. Kebetulan ada teman suami yang habis sepeda santai gitu mampir terus kita suguhi singkong itu, mereka ternyata berkenan malah mereka akhirnya punya ide gimana kalau jualan singkong goreng,” kata Dewi kepada selalu.id, Senin (27/4/2026).

Seiring waktu, produk olahan singkong ini berkembang menjadi berbagai jenis makanan, mulai dari singkong keju, jemblem, roti maryam, hingga donat dan bomboloni dalam bentuk makanan beku.

“Temannya waktu ngambil untuk pesanan itu ada ngajak temennya lagi. Nah, itulah yang akhirnya ide untuk frozen. Dia jualan frozen food. Dari situ akhirnya kita nyoba ngembangkan, ya sudah kita buat singkong frozen itu, dari situ berkembang untuk singkong frozen,” jelasnya.

Dewi mengungkapkan, inovasi terus dilakukan agar produk berbahan singkong tetap diminati. Ia menyadari bahwa konsumsi singkong memiliki tantangan tersendiri sehingga perlu dikembangkan menjadi variasi produk yang lebih menarik.

“Dari situ kita berkembang lagi untuk produk yang lain karena kita mikirnya kalau singkong itu kan ada masa bosennya. Mungkin orang apa ya makan singkong, dan satu rumah juga gak semua gemar singkong. Akhirnya kita nyoba ngerambah ke jemblem. Jemblem akhirnya berkembang lagi, coba kita ke donat, donat akhirnya berkembang lagi untuk ke maryam. Tapi semuanya karena kita basicnya dari singkong semuanya kita olah dengan ada singkongnya,” beber Dewi.

Untuk harga, produk Sigmafood tergolong terjangkau. Singkong keju frozen dijual mulai Rp13.000 per kilogram, jemblem Rp9.000, donat bomboloni Rp19.000, roti maryam original Rp16.000, serta varian cokelat Rp17.000. Sementara donat dalam berbagai varian dibanderol sekitar Rp17.000, dengan potongan harga untuk pembelian dalam jumlah besar.

Tak hanya menawarkan rasa original, Sigmafood juga menghadirkan inovasi varian, seperti jemblem dengan isian cokelat, keju, hingga stroberi untuk menarik minat konsumen.

Dalam sehari, usaha ini mampu mengolah hingga 500 kilogram singkong sebagai bahan baku utama. Produk-produknya telah menjangkau pasar luar daerah, mulai dari Jakarta, Bekasi, Depok hingga Papua.

Untuk pemasaran, Sigmafood memanfaatkan platform digital seperti Instagram dan Facebook, selain penjualan langsung di lokasi usaha. Dewi juga memastikan kualitas produk tetap terjaga, termasuk dalam penyimpanan makanan beku.

“Kalau di freezer kita memang mengambil kedaluarsa tiga sampai empat bulan, maksimal tapi penyimpanan untuk di freezer. Selain di toko, pemasarannya kita memang pakai yang online-nya itu kita ada pakai Instagram sama di Facebook,” tandas Dewi.

Share6SendTweet4
Previous Post

MIN 29 Lhoknga Gelar Lomba Mewarnai Anak Usia Dini

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Olahan Singkong Sigmafood Mojokerto Tembus Pasar Nasional

Olahan Singkong Sigmafood Mojokerto Tembus Pasar Nasional

3 Mei 2026
MIN 29 Lhoknga Gelar Lomba Mewarnai Anak Usia Dini

MIN 29 Lhoknga Gelar Lomba Mewarnai Anak Usia Dini

3 Mei 2026
Disperindag Aceh Tuntaskan Operasi Pasar Murah di Enam Daerah

Disperindag Aceh Tuntaskan Operasi Pasar Murah di Enam Daerah

2 Mei 2026
Banyak Perusahaan di Jatim Bayar Upah di Bawah UMK

Banyak Perusahaan di Jatim Bayar Upah di Bawah UMK

2 Mei 2026
KRL Bekasi Timur Segera Beroperasi Usai Investigasi

KRL Bekasi Timur Segera Beroperasi Usai Investigasi

2 Mei 2026

POPULAR

  • Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Korban Meninggal Dunia Bertambah, KAI Batasi Perjalanan KRL Sampai Stasiun Bekasi

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, KAI Lakukan Evakuasi

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Film Pangku Sukses di Bioskop dan Platform Digital

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.