Surabaya, Kabar SDGs – Program Mudik Gratis Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya membantu sekitar 4.000 pemudik untuk pulang kampung, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam berbagi kebahagiaan.
Salah satu perusahaan yang kembali ambil bagian adalah Kokola Group. Produsen biskuit dan wafer tersebut tercatat telah empat kali berpartisipasi dalam program ini sebagai bentuk komitmen berkelanjutan kepada masyarakat.
Manager Public Relations Kokola Group, Andi Fian Octavia, menyampaikan bahwa keikutsertaan perusahaan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari semangat berbagi yang telah lama dijalankan.
“Kami sudah lebih dari 53 tahun berkarya, dan lewat program CSR ini kami ingin terus memberikan manfaat. Mudik Gratis ini bukan hanya agenda tahunan, tapi momen yang selalu ditunggu masyarakat, dan kami ingin selalu ada di dalamnya,” ungkapnya, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan keselamatan selama arus mudik. Peralihan penggunaan transportasi umum dinilai mampu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pemudik.
Selain mendukung secara program, Kokola juga hadir langsung di lokasi untuk menyapa para peserta dengan membagikan biskuit sebagai bekal perjalanan. Kehadiran produk tersebut diharapkan dapat menambah kenyamanan sekaligus menghadirkan kebahagiaan sederhana selama perjalanan.
“Kami ingin pemudik bisa menikmati perjalanan dengan lebih menyenangkan. Biskuit ini bukan hanya bekal, tapi juga bisa jadi oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman,” jelasnya.
Komitmen tersebut dipastikan akan terus berlanjut di masa mendatang. Kokola menyatakan kesiapan untuk kembali terlibat dalam program serupa bersama berbagai pihak.
“Ini sudah tahun keempat kami bergabung, dan harapannya setiap tahun bisa terus ikut. Kami ingin terus hadir dan memberi manfaat lebih luas,” ujarnya.
Di sisi lain, pesan keselamatan juga menjadi perhatian utama yang disampaikan kepada para pemudik.
“Selamat mudik, hati-hati di jalan, dahulukan keselamatan. Semoga semua bisa sampai dengan selamat dan merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” tandas Fian.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara langsung melepas keberangkatan ribuan peserta mudik menuju 20 kota dan kabupaten di wilayah Jawa Timur.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta mudik. Semoga perjalanan ini menjadi awal kebahagiaan, mempererat tali kekeluargaan, serta membawa keberkahan bagi panjenengan semua,” katanya.
Ia menegaskan bahwa program mudik gratis tidak hanya bertujuan mengurangi beban biaya perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan masyarakat selama periode mudik.
“Dua indikator utama program ini adalah keselamatan dan ekonomi. Kita ingin menekan angka kecelakaan sekaligus meringankan beban biaya transportasi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan,” jelasnya.
Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam program ini menunjukkan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, melainkan juga wujud kepedulian dan kebersamaan yang dirasakan sejak awal perjalanan.












Discussion about this post