Batang, Kabar SDGs – Pemerintah resmi melakukan pengaliran gas perdana atau gas in pada proyek pipa transmisi gas bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang. Momentum ini menandai kesiapan infrastruktur strategis tersebut untuk mulai beroperasi dalam mendukung kebutuhan energi nasional.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa seluruh tahapan teknis telah dilalui sebelum pengoperasian. Dari hasil pengujian yang dilakukan, tidak ditemukan kebocoran sehingga pipa dinyatakan aman untuk digunakan.
“Seluruh aspek keteknikan sudah selesai. Hasil uji menunjukkan tidak ada kebocoran. Dengan demikian, pipa siap berfungsi dan menyalurkan gas untuk kebutuhan industri,” kata Tanjung dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Proyek Cisem Tahap 2 memiliki panjang sekitar 242 hingga 245 kilometer. Jika digabungkan dengan Cisem Tahap 1, total panjang jaringan pipa mencapai sekitar 305 kilometer. Meski memiliki panjang yang lebih besar dibanding tahap pertama, proses pembangunannya hanya terpaut dua bulan lebih lama karena pengerjaan dilakukan secara paralel di beberapa ruas.
Sebelumnya, Cisem Tahap 1 sepanjang sekitar 60 kilometer diselesaikan dalam waktu 17 bulan, sedangkan tahap kedua rampung dalam 19 bulan. Proyek ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam memperkuat ketahanan serta kemandirian energi nasional.
Pipa transmisi tersebut juga berperan dalam mengintegrasikan berbagai sumber gas dari wilayah Timur Indonesia, Natuna, hingga Andaman ke dalam jaringan distribusi nasional. PT PGN (Persero) Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina menyatakan kesiapan untuk mengoptimalkan pemanfaatan jaringan tersebut dengan menghubungkannya ke sistem distribusi gas bagi pelanggan.
Dalam operasionalnya, PGN didukung oleh anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), yang bertindak sebagai operator jaringan transmisi.
“Utilisasi Pipa Cisem diharapkan dapat mencapai manfaat yang optimal untuk memastikan sumber gas bumi domestik dapat dinikmati secara langsung oleh industri dalam negeri. Beroperasinya Pipa Cisem yang dioperasikan oleh Pertagas ini nantinya berpotensi besar untuk menjangkau kawasan industri, sektor komersial, retail, usaha kecil menengah serta memperluas akses jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga,” jelas Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto.
Menurut Yuliot Tanjung, integrasi jaringan ini akan mempermudah pengembangan kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi yang membutuhkan pasokan energi stabil. Ketersediaan energi dinilai menjadi faktor kunci dalam mendorong investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain mendukung sektor industri, keberadaan infrastruktur gas ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan aktivitas ekspor dan penerimaan daerah.
Arief menambahkan bahwa konektivitas jaringan ini akan memberikan fleksibilitas dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan gas. PGN pun berkomitmen untuk menghadirkan layanan energi yang andal guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga didorong untuk mempercepat proses perizinan yang menjadi kewenangan masing-masing daerah, termasuk persetujuan bangunan dan lingkungan. Dengan status Kawasan Ekonomi Khusus di Batang, sejumlah kemudahan perizinan dari pemerintah pusat diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi.
Wamen ESDM menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur gas menjadi fondasi penting dalam sistem energi nasional yang harus terus dijaga dan dioptimalkan.
“Dengan kawasan pertumbuhan seperti di Batang ini, kita optimistis target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui peningkatan investasi dan aktivitas industri,” papar Tanjung.
Dengan mulai beroperasinya Cisem Tahap 2, pasokan gas untuk kawasan industri di Jawa bagian barat dan sekitarnya diharapkan semakin stabil. Infrastruktur ini sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperkuat sistem energi nasional serta mendorong peningkatan nilai tambah di dalam negeri.












Discussion about this post