Surabaya, Kabar SDGs – Pemerintah Kota Surabaya mulai menerapkan sistem parkir non tunai secara bertahap di berbagai titik parkir resmi. Digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi pengelolaan parkir sekaligus mempermudah pembayaran bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa sistem parkir digital tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memastikan pembagian hasil parkir yang lebih jelas antara pemerintah dan juru parkir.
“Prosedur bagi hasilnya 60 persen untuk Pemkot dan 40 persen untuk jukir. Pembagiannya langsung masuk ke rekening masing-masing jukir,” kata Trio saat sosialisasi parkir digital di Taman Bungkul dan Taman Apsari pada Sabtu (14/3/2026) malam.
Menurutnya, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi pengelolaan parkir sekaligus menjaga kesejahteraan para juru parkir yang bekerja di lapangan.
Untuk mendukung penerapan sistem tersebut, Dinas Perhubungan juga membantu para juru parkir membuka rekening di Bank Jatim sehingga pembagian pendapatan parkir dapat langsung ditransfer secara otomatis.
Selain itu, para juru parkir juga akan difasilitasi alat transaksi bernama Smart Parking Solution (SPS) yang memungkinkan pembayaran parkir dilakukan secara non tunai menggunakan kartu uang elektronik maupun sistem QRIS.
Trio menjelaskan bahwa penerapan parkir digital ini akan dilakukan secara bertahap di sekitar 450 titik parkir resmi milik Pemkot Surabaya. Ke depan, jumlah tersebut akan terus diperluas hingga mencakup seluruh wilayah kota.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Dishub Surabaya juga membuka gerai khusus bagi masyarakat yang belum memiliki kartu uang elektronik. Warga dapat membeli kartu e-money seharga Rp20 ribu yang sudah berisi saldo Rp20 ribu sehingga kartu tersebut dapat langsung digunakan untuk bertransaksi.
Salah seorang pengguna parkir di Taman Bungkul, Andri Priambodo, menilai penerapan sistem parkir digital dapat membuat pengelolaan parkir di Surabaya menjadi lebih tertata. Namun ia berharap kesiapan sistem pembayaran juga diperhatikan agar tidak menyulitkan masyarakat.
“Kalau sistem pembayaran sudah siap tentu akan lebih memudahkan. Harapannya parkir di Surabaya ke depan bisa lebih tertata dan aman,” ujarnya.












Discussion about this post