Pacet, Kabar SDGs – Puluhan remaja memadati jalur menurun di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto, untuk memainkan kaulinan tradisional gledekan laker usai sahur pada Jumat (13/3/2026) dini hari. Permainan yang memanfaatkan kerangka besi beroda dari klaker tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi kalangan remaja yang ingin merasakan sensasi meluncur di jalur turunan.
Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 04.30 hingga sekitar 06.00 WIB dan menarik perhatian warga sekitar yang penasaran melihat permainan sederhana yang kini mulai jarang ditemui. Para peserta memanfaatkan jalur menurun di kawasan Pacet sebagai lintasan untuk meluncur menggunakan kerangka besi beroda yang mereka rakit sendiri.
Salah satu peserta, Yerli, mengatakan dirinya datang untuk mencoba lintasan Pacet karena menawarkan tantangan yang berbeda dibandingkan lokasi lain.
“Mencoba sirkuit baru, soalnya biasanya main di Prigen, Kabupaten Pasuruan,” kata Yerli.
Ia menambahkan sebagian besar alat yang digunakan merupakan hasil rakitan sendiri. Jika sebelumnya dibuat dari kayu, kini banyak yang dimodifikasi menggunakan bahan besi agar lebih kuat dan stabil saat meluncur.
“Ini sudah punya lama, bikin sendiri. Kalau dulu pakai kayu, sekarang dimodif pakai besi,” jelasnya.
Permainan gledekan laker tidak hanya menjadi hiburan bagi para remaja, tetapi juga sarana menyalurkan kreativitas mereka dalam merakit kendaraan sederhana. Mereka mengaku tertantang merasakan sensasi meluncur menggunakan alat tradisional di tengah maraknya permainan modern.
“Di sini lebih asik, sirkuitnya lebih panjang dan lebih curam, ada tikungan langsung ke bawah,” ungkap Yerli.
Meski berlangsung meriah, masyarakat sekitar tetap mengingatkan para peserta untuk mengutamakan keselamatan saat bermain di jalur turunan yang cukup curam dengan panjang lintasan sekitar satu kilometer.
“Syaratnya harus pakai sepatu dan helm, kalau gak pakai itu tidak boleh main,” pungkasnya.












Discussion about this post