• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Presiden Sayangkan Produksi Garam tak Penuhi Kebutuhan Nasional

by Editor
5 Oktober 2020
Presiden Sayangkan Produksi Garam tak Penuhi Kebutuhan Nasional

Presiden Joko Widodo Foto: Dok. KabarSDGs

18
SHARES
113
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia salah satu negara penghasil garam, sayangnya produksi garam dalam negeri masih belum dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dan kebutuhan industri.

“Rendahnya produksi garam nasional kita sehingga kemudian cari yang paling gampang yaitu impor garam, dari dulu gitu-gitu terus dan tidak pernah ada penyelesaian,” tegas presiden saat rapat terbatas (Ratas) Percepatan Penyerapan Garam Rakyat melalui video konferensi, seperti dilansir dari siaran pers, Kementerian Pembangunan dan Perencanaan Nasional/Bappenas, Senin (5/10/2020).

BACA JUGA

Keyakinan Konsumen Bali Dinilai Tetap Optimis

Keyakinan Konsumen Bali Dinilai Tetap Optimis

17 September 2026
Pasokan MBM Nasional Dipastikan Tetap Aman

Pasokan MBM Nasional Dipastikan Tetap Aman

26 Juli 2026
Bali Raih Penghargaan Daerah Peduli Perlindungan Konsumen 2025

Bali Raih Penghargaan Daerah Peduli Perlindungan Konsumen 2025

30 November 2025

Kepala negara menyebut sebagai contoh kebutuhan garam nasional pada tahun 2020 sebanyak 4 juta ton pertahun dan produksi nasional baru 2 juta ton, akibatnya alokasi garam untuk kebutuhan industri masih tinggi yaitu 2.9 juta ton.

Presiden juga mengingatkan agar permasalahan garam ini segera dicarikan solusinya dan gerakkan upaya pembenahan besar-besaran.

“Langkah perbaikan harus kita kerjakan mulai pembenahan besar-besaran pada supply chain, mulai hulu sampai hilir,” tambah Presiden.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas masih terdapat kendala hulu ke hilir penggaraman di Indonesia. Penanganan garam masih parsial, sektor hulu tidak terkoneksi dengan sektor hilir. Selain itu, jaringan logistik dan distribusi juga kurang menguntungkan petambak.

“Jaringan logistik dan pola distribusi garam kurang menguntungkan petambak. Disparitas yang besar antara harga di petambak dengan harga di konsumen (setelah diolah), jika garam krosok Rp. 300/kg, garam konsumsi Rp. 8000 – 12.000/kg,” ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa seusai mengikuti Ratas dengan Presiden.

Menurutnya, kebutuhan garam dalam negeri sampai saat ini masih belum dapat dipenuhi antara lain karena teknologi yang digunakan masih tradisional, alih fungsi lahan tambak menjadi kawasan industri atau pemukiman, dan pengaruh cuaca yang tinggi.

Dia menambahkan, permasalahan garam nasional ini telah menjadi program prioritas nasional yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024 tentang Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan Berkualitas dan Berkeadlian. Pada RPJMN 2020 – 2024 produksi garam tahun 2024 ditargetkan naik menjadi 3,4 juta ton pertahun.

“Dalam RPJMN 2020-2024 terdapat arah kebijakan untuk meningkatkan produksi, produktivitas, strandarisasi, jaminan mutu dan keamanan produk kelautan dan perikanan, dengan strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi garam melalui ekstensifikasi dan intensifikasi lahan garam, kemudian peningkatan kualitas garam,” ujar Menteri Suharso.

Share7SendTweet5
Previous Post

Satu Orang Luka Berat, Tiga Orang Luka Ringan

Next Post

Tanggapan Kemendikbud Terkait Film ‘Sejauh Kumelangkah’

Next Post
Kemendikbud Ajak Seniman Masuk Sekolah

Tanggapan Kemendikbud Terkait Film 'Sejauh Kumelangkah'

KemenkopUKM

Kemenkop dan UKM Gelar Pelatihan Serentak di Sepuluh Kota

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Presiden FIFA Temui Prabowo di Istana

Presiden FIFA Temui Prabowo di Istana

5 Oktober 2026
PLN Energize Trafo 2 di Tanah Bumbu

PLN Energize Trafo 2 di Tanah Bumbu

5 Oktober 2026
Pertamina Perkuat Kapasitas UMKM di Kalimantan

Pertamina Perkuat Kapasitas UMKM di Kalimantan

5 Oktober 2026
Jaya Negara Lakukan Ngayah di Upacara Ukir Gigi Massal

Jaya Negara Lakukan Ngayah di Upacara Ukir Gigi Massal

5 Oktober 2026
Telkom Alihkan Bisnis Fiber Connectivity ke TIF

Telkom Alihkan Bisnis Fiber Connectivity ke TIF

4 Oktober 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3445 shares
    Share 1378 Tweet 861
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3403 shares
    Share 1361 Tweet 851
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3449 shares
    Share 1380 Tweet 862
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3434 shares
    Share 1374 Tweet 859
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3758 shares
    Share 1503 Tweet 940

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.