Badung, Kabar SDGs – Presiden Prabowo Subianto menyinggung persoalan penanganan sampah di pesisir Pantai Kuta, Kabupaten Badung, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul, Bogor, Senin 2 Januari 2025. Sentilan tersebut dinilai sebagai peringatan penting bagi daerah yang menggantungkan perekonomiannya pada sektor pariwisata.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyebutkan, apa yang disampaikan Presiden merupakan pengingat yang patut diterima secara positif. Menurutnya, isu kebersihan pantai memang menjadi perhatian serius karena Bali, khususnya Badung, hidup dari pariwisata. “Ini bagus, ini warning buat kita. Jadi kita ini sudah diingatkan oleh Pak Presiden. Kita di Bali ini kan hidup dari pariwisata, sedangkan pantai-pantai kita dianggap oleh beliau itu kurang bersih,” ujarnya, Kamis (5/2/2026) di Mengwi, Badung.
Adi Arnawa menjelaskan, sampah yang ditampilkan dalam video yang dilihat Presiden kemungkinan besar merupakan sampah kiriman yang kembali datang meskipun pembersihan telah dilakukan. Ia menyebut, pada bulan-bulan tertentu, arus sampah dari laut memang rutin tiba di pesisir Pantai Kuta. “Beliau melihat ada sampah-sampah dan memang kenyataannya benar, sampah-sampah itu ada. Sampah ini kan sampah-sampah kiriman. Yang rutin setiap kita terima di bulan tertentu. Karena, kita ingin semua menjaga pantai, tapi tidak menutup kemungkinan setelah kita bersihkan, bentar lagi ada sampah, kan sampah ini nggak pernah hilang. Inilah yang mungkin dilihat,” bebernya.
Pemerintah Kabupaten Badung, lanjut Adi Arnawa, selama ini telah melakukan pembersihan pantai secara rutin dengan melibatkan berbagai pihak. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menjadi ujung tombak, didukung komunitas serta para pemangku kepentingan pariwisata. “Kami sudah secara rutin memerintahkan kepada DLHK, malahan sering komunitas-komunitas yang ada di Bali ini, termasuk di Badung khususnya saya lihat, termasuk teman-teman stakeholder pariwisata ikut membantu proses bersih-bersih di pantai,” ucapnya.
Selain soal sampah, Presiden Prabowo juga menyinggung penataan reklame yang dinilai belum tertata dengan baik dan mengganggu estetika. Adi Arnawa mengungkapkan Presiden menyoroti banyaknya reklame berukuran besar di pinggir jalan. “Beliau bilang masalah reklame-reklame dibilang itu juga. Reklame-reklame kok banyak. Beliau menyampaikan, bahwa beliau pulang dari Hambalang, itu di sepanjang jalan ada, reklame, bertuliskan beli satu dapat satu gratis gitu, banyak dan gede-gede sekali. Saya pikir ini kan benar juga, apalagi kita sebagai daerah pariwisata yang memang kita harus menata estetika kita,” paparnya.
Adi Arnawa menambahkan, secara regulasi pengaturan reklame sebenarnya sudah tersedia melalui Dinas Perizinan. Namun demikian, ia menegaskan akan mengambil langkah konkret untuk memperkuat penataan, terutama dalam konteks beautifikasi kawasan. “Memang saya sekarang akan mengambil langkah-langkah terkait dengan penataan billboard, terutama untuk beautifikasi, penataan di dalamnya, adalah penataan reklame. Nanti kita tentu ada pengaturan, saya kira di perizinan sebenarnya sudah ada regulasinya, tinggal kita lihat implementasinya,” ujarnya.












Discussion about this post