• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
2 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESEHATAN

Gotong Royong JKN Jadi Penopang Pelayanan Kesehatan di Mojokerto

by SDGS Admin
21 Oktober 2025
Gotong Royong JKN Jadi Penopang Pelayanan Kesehatan di Mojokerto
31
SHARES
193
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Mojokerto, Kabar SDGs – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Prinsip utama program ini adalah gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta lain yang sedang sakit, sehingga setiap rupiah iuran peserta digunakan sepenuhnya untuk membiayai pelayanan kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Elke Winasari, menjelaskan bahwa iuran peserta tidak pernah terbuang sia-sia. Dana yang terkumpul langsung dimanfaatkan untuk membayar pelayanan kesehatan bagi peserta yang membutuhkan.
“Saat peserta yang tidak sakit dan rutin membayar iuran berpikir ke mana iurannya selama ini, dapat kami jelaskan bahwa iuran tersebut menjadi sumber pembiayaan bagi peserta lain yang sedang sakit. Sistem JKN dirancang dengan prinsip gotong royong, jadi yang sehat membantu yang sakit, yang mampu membantu yang kurang mampu,” ujar Elke, Senin (13/10).

BACA JUGA

RSUD Jatisari Resmikan Unit Pengelola Darah dan Layanan MESRA

RSUD Jatisari Resmikan Unit Pengelola Darah dan Layanan MESRA

5 Agustus 2026
Jasa Medis Pegawai RSUP Kepri Mulai Dibayarkan Bertahap

Jasa Medis Pegawai RSUP Kepri Mulai Dibayarkan Bertahap

1 Juli 2026
BPJS Kesehatan Ingatkan Ketentuan Denda dan Layanan yang Tidak Dijamin

BPJS Kesehatan Ingatkan Ketentuan Denda dan Layanan yang Tidak Dijamin

17 Juni 2026

Ia mencontohkan, satu kali tindakan operasi jantung dapat menelan biaya hingga Rp150 juta. Tanpa program JKN, biaya sebesar itu jelas sulit ditanggung oleh sebagian besar masyarakat. Namun berkat sistem gotong royong, pembiayaan tersebut dapat ditanggung bersama oleh ribuan peserta lain.
“Dengan iuran JKN, biaya operasi jantung sebesar Rp150 juta dapat ditanggung karena sistem ini saling membantu saat sakit dan membutuhkan layanan kesehatan. Kalau menabung sendiri, butuh waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkannya,” tuturnya.

Elke juga menekankan bahwa manfaat JKN tidak hanya dirasakan saat sakit berat, tetapi juga mencakup pelayanan dasar, promotif, dan preventif. Peserta cukup menunjukkan nomor kepesertaan atau NIK untuk mendapatkan layanan tanpa khawatir soal biaya.
“Semua pelayanan kesehatan dapat diakses dengan Program JKN sesuai prosedur dan indikasi medis. Bahkan dalam kondisi sehat pun, peserta bisa memanfaatkan layanan pencegahan penyakit,” ujarnya.

Menurut Elke, keberlanjutan sistem JKN sangat bergantung pada kesadaran peserta untuk rutin membayar iuran. Setiap peserta, baik yang sering maupun jarang berobat, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sistem gotong royong tersebut.
“Mungkin hari ini seseorang belum pernah berobat. Tapi kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa jadi besok atau tahun depan, iuran yang dibayarkan menjadi penolong saat dibutuhkan,” katanya.

Salah satu peserta JKN asal Mojokerto, Ainia (37), menjadi bukti nyata manfaat program ini. Ia mengaku sempat meragukan kemana perginya iuran yang dibayarkan setiap bulan. Namun pandangannya berubah setelah ia harus dirawat di rumah sakit akibat komplikasi penyakit.
“Dulu saya jarang berobat dan sempat berpikir iuran tiap bulan tidak tahu ke mana. Tapi waktu saya masuk rumah sakit dan butuh perawatan cukup lama, saya tidak keluar biaya sama sekali. Semua ditanggung JKN,” tuturnya.

Kini Ainia rutin membayar iuran setiap bulan dan semakin memahami makna gotong royong yang menjadi dasar JKN.
“Ketika saya sehat, saya membantu peserta lain yang sakit. Ketika saya sakit, ribuan orang ikut membantu saya. Kalau tidak ada JKN, saya tidak tahu bagaimana membayar biaya rumah sakit waktu itu,” pungkasnya.

Program JKN bukan sekadar asuransi kesehatan, melainkan jaring pengaman sosial yang memastikan setiap warga negara memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak tanpa terbebani biaya tinggi.

Share12SendTweet8
Previous Post

Bus Gratis Sragen, Hibah Instansi untuk Pendidikan Bangsa

Next Post

Jember Raih Juara III Best Marketing Campaign di EJTMA 2025

Next Post
Jember Raih Juara III Best Marketing Campaign di EJTMA 2025

Jember Raih Juara III Best Marketing Campaign di EJTMA 2025

Ketua TP PKK Palembang Dukung Produk Lokal di Trade Expo Indonesia 2025

Ketua TP PKK Palembang Dukung Produk Lokal di Trade Expo Indonesia 2025

Discussion about this post

NEWS UPDATE

BEC Mulai Bangun Pabrik Methanol Rp41 Triliun

BEC Mulai Bangun Pabrik Methanol Rp41 Triliun

2 September 2026
Edukasi Dini Jadi Kunci Cegah HIV dan Narkoba

Edukasi Dini Jadi Kunci Cegah HIV dan Narkoba

2 September 2026
Probolinggo Sae Carnival Meriahkan HUT Kemerdekaan

Probolinggo Sae Carnival Meriahkan HUT Kemerdekaan

2 September 2026
Badung Mulai Modernisasi Pertanian dengan PMAAS

Badung Mulai Modernisasi Pertanian dengan PMAAS

2 September 2026
Kemenhub Resmi Umumkan, Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO 2026

Kemenhub Resmi Umumkan, Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO 2026

2 September 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2270 shares
    Share 908 Tweet 568
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    2215 shares
    Share 886 Tweet 554
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2232 shares
    Share 893 Tweet 558
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2526 shares
    Share 1010 Tweet 632

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.