Sidoarjo, Kabar SDGs – Upaya menghadapi HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba dinilai tidak cukup hanya dilakukan setelah kasus muncul. Peningkatan pengetahuan sejak usia dini menjadi bagian penting untuk membangun kewaspadaan masyarakat sekaligus mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan bertajuk “Anak Sehat, Gemar Menabung, Bersih HIV/AIDS & Narkoba” yang diselenggarakan BPR IMA di halaman parkir Ciplaz Sidoarjo, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan pelajar.
Beragam aktivitas edukatif diberikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari penyampaian informasi, sesi tanya jawab hingga lomba mewarnai. Selain itu, BPR IMA bersama Dinas Kesehatan Sidoarjo menyediakan pemeriksaan tekanan darah secara cuma-cuma bagi masyarakat yang hadir.
Direktur BPR IMA Rahmat Kurniawan mengatakan perhatian terhadap persoalan HIV/AIDS bermula dari informasi yang ia terima dari rekannya di Jakarta. Informasi tersebut kemudian membuatnya melihat persoalan HIV/AIDS di Sidoarjo sebagai isu yang membutuhkan kepedulian lebih besar dari berbagai pihak.
“Saya suka lihat berita. Kebetulan pas saya lihat, teman di Jakarta juga. Saya kan dari Jakarta sebelumnya. Teman di Jakarta bilang, ‘Bro, hati-hati lho. HIV di Sidoarjo merah lho’,” ujarnya.
Rahmat menilai pengetahuan mengenai HIV/AIDS dan bahaya narkoba harus dapat diakses masyarakat secara terbuka. Menurutnya, upaya menghadapi persoalan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kontribusi dari berbagai unsur masyarakat.
“Lagi begini, berarti kan pemerintah harusnya peduli,” katanya.
Ia berharap kegiatan yang digelar tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dengan meningkatkan pemahaman mengenai HIV/AIDS serta risiko penyalahgunaan narkoba.
“Ini kan bermanfaat buat masyarakat banyak,” ujarnya.
Sementara dari aspek kesehatan, Pengelola Program HIV/AIDS dan IMS Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Unsiyyatul Usriyyah mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan HIV sedini mungkin. Menurutnya, pemeriksaan bukan sekadar untuk mengetahui status seseorang, tetapi juga dapat menjadi langkah awal agar penanganan dilakukan lebih cepat apabila ditemukan infeksi.
“Pemeriksaan HIV itu penting untuk mengetahui status kesehatan sejak dini, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan bagi ibu hamil. Dengan mengetahui status HIV sejak masa kehamilan, kondisi kesehatan ibu dapat dipantau lebih awal sehingga langkah penanganan bisa segera dilakukan untuk mengurangi kemungkinan penularan HIV dari ibu kepada anak.
Di sisi lain, masyarakat diingatkan agar tidak memberikan stigma maupun perlakuan diskriminatif kepada orang dengan HIV. HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa seperti berjabat tangan, berpelukan ataupun berada dalam satu tempat bersama.
“Jangan takut untuk melakukan pemeriksaan HIV. Status HIV merupakan informasi kesehatan yang harus dijaga kerahasiaannya dan orang dengan HIV juga tidak boleh mendapatkan stigma,” tegasnya.
Materi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika turut menjadi bagian dalam kegiatan tersebut. Ketua Umum Garda Semeru Nusantara Dadang Buana memberikan sosialisasi mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada para pelajar.
Dalam penyampaiannya, pelajar diajak mengenali berbagai risiko narkoba, memahami indikasi penyalahgunaan, serta mengetahui tindakan yang dapat dilakukan apabila menemukan persoalan terkait narkotika di lingkungan sekitar.
Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata, Garda Semeru Nusantara juga menghadirkan seorang pemuda yang pernah mengalami penyalahgunaan narkoba. Ia membagikan pengalaman pribadinya mengenai perjalanan keluar dari ketergantungan setelah mendapatkan penanganan dan pendampingan, termasuk melalui Badan Narkotika Nasional (BNN).
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi para pelajar mengenai konsekuensi penyalahgunaan narkoba sekaligus pentingnya mencari bantuan ketika menghadapi persoalan tersebut.
“Narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan anak bangsa. Karena itu, edukasi dan pencegahan harus dilakukan sejak dini,” katanya.
Dadang juga mengajak para pelajar untuk berani menolak narkoba dan membangun pergaulan yang sehat. Masyarakat juga diminta segera menyampaikan kepada orang tua, guru maupun aparat berwenang apabila menemukan dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkotika.
“Bersatu menyelamatkan anak bangsa. Pelajar harus berani mengatakan tidak pada narkoba dan jangan takut melapor jika mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkotika,” tegas Dadang.
Kegiatan yang mempertemukan BPR IMA, Dinas Kesehatan Sidoarjo dan Garda Semeru Nusantara tersebut memperlihatkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam melakukan pencegahan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba. Edukasi yang diberikan kepada anak-anak dan pelajar diharapkan dapat memperkuat pengetahuan sekaligus menumbuhkan keberanian untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, menolak narkoba dan menghilangkan stigma terhadap orang dengan HIV.










Discussion about this post