Balikpapan, Kabar SDGs – Operasi pencarian terhadap Pardi Wijaya (31), seorang pemancing yang dilaporkan hilang akibat diterkam buaya di Sungai Kariangau, Balikpapan, hingga Kamis (16/10) sore belum menunjukkan hasil. Tim SAR gabungan masih berhati-hati melakukan penyisiran karena ancaman serangan buaya di area pencarian tergolong tinggi.
Pada Rabu (15/10) dini hari, tim sempat menemukan beberapa bagian tubuh korban yang langsung dievakuasi ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut. Namun hingga hari kedua pencarian, sisa tubuh korban belum berhasil ditemukan.
Pencarian hari ini dimulai pukul 08.00 Wita dengan penyisiran sejauh 1,75 kilometer dari lokasi kejadian. Tim menggunakan rubber boat Basarnas, perahu nelayan, dan speed boat milik warga untuk menjangkau area yang sulit diakses.
“Fokus pencarian hari ini berada di area yang diduga menjadi lintasan buaya. Kondisi arus relatif tenang, tapi tim tetap meningkatkan kewaspadaan karena ancaman serangan buaya masih tinggi,” ujar Komandan Search and Rescue Unit Basarnas Balikpapan, Nur Ngalim, dalam keterangannya.
Operasi SAR hari ini melibatkan unsur dari Basarnas Balikpapan, Koramil Balikpapan Barat, Polsek Balikpapan Barat, BPBD Kota Balikpapan, Disdamkar, Banda Indonesia, Relawan Gabungan Balikpapan, serta keluarga korban dan masyarakat setempat. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan sepanjang hari.
Hingga pukul 17.30 Wita, hasil pencarian masih nihil. Tim kemudian melakukan debriefing dan memutuskan menghentikan operasi sementara sebelum dilanjutkan kembali keesokan harinya.
“Besok pagi kami akan melanjutkan pencarian dengan memperluas area, dan menyesuaikan taktik di lapangan,” kata Nur Ngalim.
Operasi SAR dijadwalkan dilanjutkan pada hari ketiga, Jumat (17/10) mulai pukul 07.30 Wita, sesuai rencana operasi yang telah disusun.












Discussion about this post