• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Alpukat Diva Berpotensi Jadi Ikon Pertanian Pekalongan

by SDGS Admin
14 Mei 2025
Alpukat Diva Berpotensi Jadi Ikon Pertanian Pekalongan
31
SHARES
194
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Pekalongan, Kabar SDGs – Antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap buah alpukat mendorong para praktisi dan konsultan pertanian untuk mengembangkan budi daya alpukat secara lebih luas di Kabupaten Pekalongan.

Salah satu varietas lokal yang tengah dikembangkan dan dinilai berpotensi menjadi ikon pertanian Kabupaten Pekalongan adalah Alpukat Diva. Hal tersebut disampaikan oleh Handono Warih, konsultan pertanian swadaya dari Deruci Agrikultur.

BACA JUGA

Program Desaku Maju Dorong Kemandirian Petani Lampung

Program Desaku Maju Dorong Kemandirian Petani Lampung

23 April 2026
Jember Prioritaskan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

Jember Prioritaskan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

10 April 2026
Irigasi Rawa Semangga, Dukung Swasembada Pangan Papua Selatan

Irigasi Rawa Semangga, Dukung Swasembada Pangan Papua Selatan

10 Februari 2026

“Melihat besarnya minat masyarakat sebagai konsumen alpukat dan prospek bisnisnya yang menjanjikan, kami berharap budi daya alpukat dapat diperluas di Pekalongan,” kata Handono saat ditemui dalam kunjungan pertanian di Desa Legok Kalong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (10/5/2025).

“Kami akan terus mengampanyekan manfaat alpukat, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi,” sambungnya.

Menurutnya, alpukat merupakan buah yang tidak mengenal musim, dapat langsung dikonsumsi, dan memiliki rendemen yang tinggi. Ia menyebut Alpukat Diva sebagai varietas yang ideal untuk wilayah Pekalongan karena kemampuannya tumbuh di berbagai ketinggian, mulai dari dataran rendah hingga lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

“Varietas Diva ini merupakan hasil pengembangan putra daerah, Mas Hartanto. Kami berharap Diva dapat menjadi primadona dan maskot pertanian Pekalongan, bahkan berpotensi menarik wisatawan untuk agrowisata dan edukasi dari luar daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Hartanto, petani alpukat dari Desa Legok Kalong, mengatakan dirinya telah menggeluti budi daya alpukat sejak tahun 2018. Ia fokus pada pengembangan varietas lokal, terutama Alpukat Diva, meskipun juga menanam varietas unggulan lainnya seperti Yellow Vietnam.

“Saya sudah delapan tahun menanam alpukat. Menurut saya, alpukat sangat menguntungkan secara ekonomi dan memiliki manfaat kesehatan yang besar,” tuturnya.

Menurut Hartono, budi daya alpukat relatif mudah asalkan petani memahami karakteristik pohon dan teknik penanamannya. Ia pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur atau lahan dengan kendala irigasi.

“Varietas sekarang lebih tahan terhadap hama seperti ulat, dan kita dapat mengatasinya dengan teknik budi daya yang tepat. Hasilnya sangat membantu, baik untuk meningkatkan gizi maupun perekonomian,” terangnya.

Hartanto menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh, mulai dari perawatan hingga pascapanen.

“Jangan sampai kebingungan setelah panen. Harus direncanakan apakah akan dijual atau diolah. Saya pribadi siap menampung hasil panen dari petani binaan saya, mengingat kebutuhan alpukat di wilayah kita sendiri masih sangat tinggi,” pungkasnya.

Share12SendTweet8
Previous Post

Eceng Gondok di Pekalongan Jadi Kompos untuk ‘Urban Farming’

Next Post

Pegiat Ekonomi Kreatif Yogyakarta Berpeluang Besar Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Next Post
Pegiat Ekonomi Kreatif Yogyakarta Berpeluang Besar Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Pegiat Ekonomi Kreatif Yogyakarta Berpeluang Besar Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Regional Nusantara Layani 800.000 Lebih Kendaraan Selama Libur Panjang Waisak

Regional Nusantara Layani 800.000 Lebih Kendaraan Selama Libur Panjang Waisak

Discussion about this post

NEWS UPDATE

MJO Picu Hujan Tinggi di Riau

MJO Picu Hujan Tinggi di Riau

14 Mei 2026
Jembatan Bailey Dirampungkan Dukung Percepatan Sekolah Rakyat Brebes

Jembatan Bailey Dirampungkan Dukung Percepatan Sekolah Rakyat Brebes

14 Mei 2026
DLH Tubaba Tinjau Dugaan Limbah Dapur MBG

DLH Tubaba Tinjau Dugaan Limbah Dapur MBG

14 Mei 2026
Akses Tol Pattimura Dibangun untuk Tingkatkan Konektivitas Kota Salatiga

Akses Tol Pattimura Dibangun untuk Tingkatkan Konektivitas Kota Salatiga

14 Mei 2026
Waspada! Penipuan Pencari Kerja Atas Nama KAI Services

Waspada! Penipuan Pencari Kerja Atas Nama KAI Services

14 Mei 2026

POPULAR

  • Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    Titik Longsor Jalan Lintas Curup-Lebong Mulai Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 200 Miliar

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Hijau Lewat Pembangunan 16 Pabrik CBG

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • KAI Services Buka Lowongan Pramugara dan Pramugari Kereta Api

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Izin Bus ALS Berpotensi Dicabut Kemenhub

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Wamenaker Dorong Pemuda Ciptakan Lapangan Kerja Baru

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.