Lampung, Kabar SDGs – Puncak dari acara Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 202 yang diselenggarakan secara nasional berlangsung pada tanggal 25 Maret, dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (KE PEPK) OJK, Friderica Widyasari Dewi.
Pada momen tersebut, diumumkan para jawara dari Kompetisi Keuangan Syariah di Bulan Ramadan (KURMA) serta penghargaan untuk Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah yang proaktif dalam memajukan kunjungan literasi dan penyertaan keuangan syariah dalam berbagai kategori, termasuk literasi teraktif, literasi termasif, literasi terviral, dan inklusi tertinggi.
OJK Provinsi Lampung turut berpartisipasi dalam perhelatan ini berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), serta Perhimpunan Bank Perekonomian Syariah Indonesia (Himbarsi). Mereka mengikuti acara secara daring melalui Zoom dari Pasar Lebak Budi. Di samping itu, OJK Provinsi Lampung terpilih sebagai salah satu perwakilan dari Kantor OJK Daerah untuk berbincang langsung dengan Kepala Eksekutif KE PEPK tentang pencapaian GERAK Syariah di kawasan Lampung.
Sebagai bagian dari program GERAK Syariah, OJK Provinsi Lampung memulai Program Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) melalui penandatanganan kolaborasi strategis serta memfasilitasi pembukaan rekening tabungan dan rekening efek syariah untuk 700 santri, asatidz, dan alumni Pondok Pesantren Madarijul Ulum, Kota Bandar Lampung. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap keuangan syariah di dalam lingkungan pesantren. Selain itu, OJK Provinsi Lampung bekerjasama dengan Dewan Dakwah Provinsi Lampung untuk melaksanakan program literasi keuangan syariah. Inisiatif ini menghadirkan 44 penceramah yang memberikan edukasi mengenai keuangan syariah di beragam masjid di daerah Lampung.
Agar produk keuangan syariah lebih dikenal masyarakat umum, serangkaian acara menarik digelar di Mall Boemi Kedaton pada 7-9 Maret 2025. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Provinsi Lampung dan dihadiri oleh anggota Komisi XI DPR RI, DPD RI, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, serta perwakilan PUJK Syariah dan asosiasi terkait. Kegiatan tersebut mencakup lomba hadrah, nasyid, reels, dan da’i, bersama dengan sesi edukatif seperti Training of Trainers (ToT), Business Matching, dan Talkshow Keuangan Syariah.
“Antusiasme masyarakat Lampung terhadap GERAK Syariah 2025 sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap layanan keuangan syariah semakin tumbuh. Partisipasi aktif masyarakat mencerminkan bahwa keuangan syariah kini telah menjadi elemen penting dalam ekosistem keuangan di Lampung,” ungkap Otto Fitriandy.
Sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam menyelenggarakan berbagai program literasi, inklusi keuangan, serta kegiatan sosial, OJK Provinsi Lampung menerima penghargaan dari Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dan Kepala Eksekutif KE PEPK, Friderica Widyasari Dewi. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pendorong semangat bagi OJK Provinsi Lampung untuk terus memperkuat perkembangan keuangan syariah di daerah.
Melalui GERAK Syariah 2025, OJK menegaskan komitmennya dalam memperluas akses keuangan syariah bagi seluruh kalangan masyarakat, demi membentuk ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan bernilai bagi setiap orang.












Discussion about this post