• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
11 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY

BRIN Kerja Sama dengan Perhutani terkait Pemanfaatan Lahan Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

by SDGS Admin
19 Juni 2023
BRIN Kerja Sama dengan Perhutani terkait Pemanfaatan Lahan Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
38
SHARES
238
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

CIBINONG, KabarSDGs – Ketahanan pangan, baik di tingkat global maupun nasional, menjadi isu yang penting bagi setiap negara. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menuntut peningkatan produksi pangan dan peningkatan kualitas gizi. Salah satu potensi besar yang dimiliki oleh lahan hutan adalah kemampuannya untuk menyediakan bahan pangan, baik sebagai bahan pangan utama maupun bahan pangan alternatif.

Agroforestri merupakan salah satu skema yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan guna mendukung pemenuhan kebutuhan pangan. Dalam konteks ini, agroforestri jati (Tectona grandis) dengan garut (Maranta arundinacea) memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan.

BACA JUGA

Mahasiswa Unhas Dukung Ketahanan Pangan Desa

Mahasiswa Unhas Dukung Ketahanan Pangan Desa

19 Juli 2026
Bendungan Rukoh dan Keureuto Perkuat Ketahanan Pangan Aceh

Bendungan Rukoh dan Keureuto Perkuat Ketahanan Pangan Aceh

13 Juli 2026
GOW Tanjungpinang Edukasi Pentingnya Informasi Gizi Produk Pangan

GOW Tanjungpinang Edukasi Pentingnya Informasi Gizi Produk Pangan

12 Juni 2026

Namun, penelitian mengenai optimalisasi pemanfaatan lahan hutan melalui pola agroforestri jati dengan garut sebagai tanaman pangan dan turunannya masih belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian terhadap tingkat produktivitas, produksi metabolit sekunder, dan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani dari model optimalisasi tersebut.

Sejalan dengan hal tersebut, Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) Organisasi Hayati dan Lingkungan (ORHL) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan kerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) Perhutani KPH Bogor. Kerja sama tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan melalui pola agroforestri jati – garut guna mendukung ketahanan pangan dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Penandatanganan kerja sama dilakukan di Kantor Perum Perhutani KPH Bogor pada Jumat, 16 Juni.

Kepala PREE, Anang Setiawan Achmadi menyatakan, umbi garut memiliki potensi untuk menjadi primadona, namun belum banyak dikenal secara luas oleh masyarakat karena belum dikelola secara profesional dalam konteks produksi tanaman.

“PREE BRIN berkeinginan untuk mengangkat potensi tersebut, dan kerja sama ini merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan output penelitian. Dalam kerja sama ini, data-data yang dihasilkan akan diukur dengan menggunakan basis riset yang kuat,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, kandungan metabolit sekunder dalam umbi garut juga menjadi fokus penelitian karena umbi garut merupakan salah satu pangan fungsional yang layak dikembangkan dalam mendukung ketahanan pangan sesuai dengan prioritas riset nasional.

“Uji coba yang dilakukan di lokasi dapat meningkatkan produksi. Penelitian yang dilakukan dari hulu ke hilir akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya untuk Perum Perhutani. Kerja sama ini juga membuka peluang untuk melibatkan mitra produksi lainnya,” ungkapnya.

Hal ini merupakan strategi untuk memperkuat kemandirian peneliti BRIN dan mengembangkan hasil-hasil riset yang dapat diukur dan komprehensif.

Ade Sugiharto, Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, Perum Perhutani, menyambut baik kerja sama ini. Ia menyatakan bahwa kerja sama selama dua tahun ke depan menjanjikan peningkatan produktivitas lahan dan pendapatan bagi KPH Bogor dan Perum Perhutani secara umum.

“Kami untuk bekerjasama dalam berbagai konteks dan berharap bahwa penelitian mengenai umbi garut akan menghasilkan bukan hanya dalam bentuk penelitian semata, tetapi juga penjualan produk,” ujarnya.

Dona Octavia, seorang peneliti di Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) BRIN, menyatakan bahwa selama berlangsungnya kerja sama ini, mereka dapat memperkenalkan kepada masyarakat sumber daya alam pangan fungsional yang memiliki potensi besar namun belum banyak dikenal.

“Budidaya garut di bawah tegakan dalam praktik agroforestri dapat meningkatkan produktivitas lahan hutan dan hasilnya dapat digunakan untuk mendukung ketahanan pangan. Umbi garut memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa, termasuk memiliki indeks glikemik rendah sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes,” ujarnya.

Ia menjelaskan, umbi garut juga mengandung asam folat yang tinggi, baik untuk ibu hamil, balita, serta individu yang sedang dalam masa pemulihan dari sakit. Umbi garut juga memiliki senyawa aktif metabolisme sekunder yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti antioksidan.

“Selain itu, umbi garut juga memiliki potensi untuk mencegah stunting sehingga layak untuk dikembangkan di area pedesaan maupun perkotaan,” jelasnya.

Dona melanjutkan, di desa, masyarakat dapat menanam pohon umbi garut beberapa baris di halaman rumah. Jarak tanam yang umumnya digunakan adalah 30-50 cm, dan hasil olahannya dapat mencapai 10 ton per hektar dengan jarak tanam yang luas.

“Dalam penelitian sebelumnya, produksi umbi garut mencapai lebih dari 1,5 kg di area terbuka dan sekitar 1,3 kg per rumpun di bawah naungan. Umbi garut dapat dipanen pada usia 6-7 bulan untuk diolah menjadi emping garut yang aman bagi penderita asam urat,” ungkapnya.

Sedangkan untuk konsumsi langsung dengan cara merebus atau mengukus, lanjut Dona, umbi garut sudah dapat dipanen pada usia 3-4 bulan. Jika ditujukan untuk hasil pati, panen dapat dilakukan pada usia tanaman 9-10 bulan ketika kandungan patinya sudah optimal.

“Namun, hal ini bergantung pada kesuburan lahan, perawatan tanaman, dan kondisi lingkungan lainnya. Umbi garut sebagai pangan lokal layak dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan dan mencapai tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tujuan 1 dan 2 dalam mengentaskan kemiskinan dan kelaparan,” pungkasnya.

Share15SendTweet10
Previous Post

Pesta Kesenian Bali XLV Tahun 2023, Menteri Basuki Buka Pagelaran Sendratari Perdana

Next Post

Rumah Indonesiana, Rumah Kebudayaan Berbasis Digital

Next Post
Rumah Indonesiana, Rumah Kebudayaan Berbasis Digital

Rumah Indonesiana, Rumah Kebudayaan Berbasis Digital

BRI Beri Sebuah Bus untuk Timnas Indonesia

BRI Beri Sebuah Bus untuk Timnas Indonesia

Discussion about this post

NEWS UPDATE

AHRT Bidik Podium di Mandalika

AHRT Bidik Podium di Mandalika

10 Agustus 2026
Remaja Mojokerto Didorong Cegah Stunting Sejak Dini

Remaja Mojokerto Didorong Cegah Stunting Sejak Dini

10 Agustus 2026
PLN Sambungkan Listrik Gratis untuk 65 Keluarga

PLN Sambungkan Listrik Gratis untuk 65 Keluarga

10 Agustus 2026
FOTILE Perluas Pasar dengan Produk untuk Semua

FOTILE Perluas Pasar dengan Produk untuk Semua

10 Agustus 2026
Zankore by Indosat Dorong Indonesia Jadi Hub AI

Zankore by Indosat Dorong Indonesia Jadi Hub AI

10 Agustus 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1552 shares
    Share 621 Tweet 388
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1534 shares
    Share 614 Tweet 384
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    1584 shares
    Share 634 Tweet 396
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1834 shares
    Share 734 Tweet 459
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1554 shares
    Share 622 Tweet 389

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.