• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
5 Desember 2025
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY

BRIN Kerja Sama dengan Perhutani terkait Pemanfaatan Lahan Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

by SDGS Admin
19 Juni 2023
BRIN Kerja Sama dengan Perhutani terkait Pemanfaatan Lahan Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
35
SHARES
221
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

CIBINONG, KabarSDGs – Ketahanan pangan, baik di tingkat global maupun nasional, menjadi isu yang penting bagi setiap negara. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menuntut peningkatan produksi pangan dan peningkatan kualitas gizi. Salah satu potensi besar yang dimiliki oleh lahan hutan adalah kemampuannya untuk menyediakan bahan pangan, baik sebagai bahan pangan utama maupun bahan pangan alternatif.

Agroforestri merupakan salah satu skema yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan guna mendukung pemenuhan kebutuhan pangan. Dalam konteks ini, agroforestri jati (Tectona grandis) dengan garut (Maranta arundinacea) memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan.

BACA JUGA

Simpang Tais Gelar Program Ketahanan Pangan Tanam Jagung Hibrida

Simpang Tais Gelar Program Ketahanan Pangan Tanam Jagung Hibrida

17 November 2025
Otorita IKN dan BRIN Kolaborasi Kaji Penamaan Rupa Bumi di Nusantara

Otorita IKN dan BRIN Kolaborasi Kaji Penamaan Rupa Bumi di Nusantara

21 Oktober 2025
Dukung Ketahanan Pangan, Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Irigasi di 8.000 Lokasi Melalui P3TGAI

Dukung Ketahanan Pangan, Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Irigasi di 8.000 Lokasi Melalui P3TGAI

3 Oktober 2025

Namun, penelitian mengenai optimalisasi pemanfaatan lahan hutan melalui pola agroforestri jati dengan garut sebagai tanaman pangan dan turunannya masih belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian terhadap tingkat produktivitas, produksi metabolit sekunder, dan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani dari model optimalisasi tersebut.

Sejalan dengan hal tersebut, Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) Organisasi Hayati dan Lingkungan (ORHL) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan kerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) Perhutani KPH Bogor. Kerja sama tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan melalui pola agroforestri jati – garut guna mendukung ketahanan pangan dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Penandatanganan kerja sama dilakukan di Kantor Perum Perhutani KPH Bogor pada Jumat, 16 Juni.

Kepala PREE, Anang Setiawan Achmadi menyatakan, umbi garut memiliki potensi untuk menjadi primadona, namun belum banyak dikenal secara luas oleh masyarakat karena belum dikelola secara profesional dalam konteks produksi tanaman.

“PREE BRIN berkeinginan untuk mengangkat potensi tersebut, dan kerja sama ini merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan output penelitian. Dalam kerja sama ini, data-data yang dihasilkan akan diukur dengan menggunakan basis riset yang kuat,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, kandungan metabolit sekunder dalam umbi garut juga menjadi fokus penelitian karena umbi garut merupakan salah satu pangan fungsional yang layak dikembangkan dalam mendukung ketahanan pangan sesuai dengan prioritas riset nasional.

“Uji coba yang dilakukan di lokasi dapat meningkatkan produksi. Penelitian yang dilakukan dari hulu ke hilir akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya untuk Perum Perhutani. Kerja sama ini juga membuka peluang untuk melibatkan mitra produksi lainnya,” ungkapnya.

Hal ini merupakan strategi untuk memperkuat kemandirian peneliti BRIN dan mengembangkan hasil-hasil riset yang dapat diukur dan komprehensif.

Ade Sugiharto, Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, Perum Perhutani, menyambut baik kerja sama ini. Ia menyatakan bahwa kerja sama selama dua tahun ke depan menjanjikan peningkatan produktivitas lahan dan pendapatan bagi KPH Bogor dan Perum Perhutani secara umum.

“Kami untuk bekerjasama dalam berbagai konteks dan berharap bahwa penelitian mengenai umbi garut akan menghasilkan bukan hanya dalam bentuk penelitian semata, tetapi juga penjualan produk,” ujarnya.

Dona Octavia, seorang peneliti di Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) BRIN, menyatakan bahwa selama berlangsungnya kerja sama ini, mereka dapat memperkenalkan kepada masyarakat sumber daya alam pangan fungsional yang memiliki potensi besar namun belum banyak dikenal.

“Budidaya garut di bawah tegakan dalam praktik agroforestri dapat meningkatkan produktivitas lahan hutan dan hasilnya dapat digunakan untuk mendukung ketahanan pangan. Umbi garut memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa, termasuk memiliki indeks glikemik rendah sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes,” ujarnya.

Ia menjelaskan, umbi garut juga mengandung asam folat yang tinggi, baik untuk ibu hamil, balita, serta individu yang sedang dalam masa pemulihan dari sakit. Umbi garut juga memiliki senyawa aktif metabolisme sekunder yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti antioksidan.

“Selain itu, umbi garut juga memiliki potensi untuk mencegah stunting sehingga layak untuk dikembangkan di area pedesaan maupun perkotaan,” jelasnya.

Dona melanjutkan, di desa, masyarakat dapat menanam pohon umbi garut beberapa baris di halaman rumah. Jarak tanam yang umumnya digunakan adalah 30-50 cm, dan hasil olahannya dapat mencapai 10 ton per hektar dengan jarak tanam yang luas.

“Dalam penelitian sebelumnya, produksi umbi garut mencapai lebih dari 1,5 kg di area terbuka dan sekitar 1,3 kg per rumpun di bawah naungan. Umbi garut dapat dipanen pada usia 6-7 bulan untuk diolah menjadi emping garut yang aman bagi penderita asam urat,” ungkapnya.

Sedangkan untuk konsumsi langsung dengan cara merebus atau mengukus, lanjut Dona, umbi garut sudah dapat dipanen pada usia 3-4 bulan. Jika ditujukan untuk hasil pati, panen dapat dilakukan pada usia tanaman 9-10 bulan ketika kandungan patinya sudah optimal.

“Namun, hal ini bergantung pada kesuburan lahan, perawatan tanaman, dan kondisi lingkungan lainnya. Umbi garut sebagai pangan lokal layak dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan dan mencapai tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tujuan 1 dan 2 dalam mengentaskan kemiskinan dan kelaparan,” pungkasnya.

Share14SendTweet9
Previous Post

Pesta Kesenian Bali XLV Tahun 2023, Menteri Basuki Buka Pagelaran Sendratari Perdana

Next Post

Rumah Indonesiana, Rumah Kebudayaan Berbasis Digital

Next Post
Rumah Indonesiana, Rumah Kebudayaan Berbasis Digital

Rumah Indonesiana, Rumah Kebudayaan Berbasis Digital

BRI Beri Sebuah Bus untuk Timnas Indonesia

BRI Beri Sebuah Bus untuk Timnas Indonesia

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PMI Kirim 100 Ribu Telur Asin untuk Penyintas Banjir Sumatera dan Aceh

PMI Kirim 100 Ribu Telur Asin untuk Penyintas Banjir Sumatera dan Aceh

5 Desember 2025
Program MBG, Kementerian PU Siapkan Pembangunan SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Program MBG, Kementerian PU Siapkan Pembangunan SPPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

5 Desember 2025
Sinkronisasi Infrastruktur Wilayah untuk Pemerataan dan Kesejahteraan Rakyat

Sinkronisasi Infrastruktur Wilayah untuk Pemerataan dan Kesejahteraan Rakyat

5 Desember 2025
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Menhub Dudy Ajak Jajaran Kemenhub Jaga Kepercayaan Publik

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Menhub Dudy Ajak Jajaran Kemenhub Jaga Kepercayaan Publik

5 Desember 2025
Kemenhub Salurkan Bantuan Kemanusiaan pada Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera

Kemenhub Salurkan Bantuan Kemanusiaan pada Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera

5 Desember 2025

POPULAR

  • Longsor Putus Akses Jalan Nasional Sipirok

    Longsor Putus Akses Jalan Nasional Sipirok

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Muara Enim Hadirkan Program Perlindungan dan Beasiswa S2 bagi Guru

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kementerian PU Tindak Lanjuti Usulan Jembatan Gantung di Nias Selatan

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • WEGE Paparkan Tantangan Industri Dan Sesuaikan Dana IPO Untuk Jaga Likuiditas

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Aceh Tengah Mulai Merasakan Dukungan Bantuan dan Berharap Infrastruktur Kembali Pulih

    18 shares
    Share 7 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.