• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
26 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

Siswa Aceh Belajar Teknik Membuat Ecoprint

by SDGS Admin
26 September 2026
Siswa Aceh Belajar Teknik Membuat Ecoprint
14
SHARES
88
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Banda Aceh, Kabar SDGs – Sebanyak 46 siswa SMKN 3 Banda Aceh mengikuti pelatihan pembuatan ecoprint yang digelar dosen Universitas Syiah Kuala (USK). Dalam kegiatan tersebut, siswa memanfaatkan daun dan bunga yang tersedia di lingkungan sekitar untuk menghasilkan motif tekstil yang memiliki karakter dan nilai kreatif.

Pelatihan yang berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026 itu tidak hanya memberikan materi kepada peserta. Para siswa juga terlibat langsung dalam proses pembuatan ecoprint, mulai dari menentukan desain, memilih serta menata bahan alami, membungkus kain, hingga melakukan proses steam.

BACA JUGA

KAI Services Hadirkan Program Ramah Lingkungan

KAI Services Hadirkan Program Ramah Lingkungan

10 Juli 2026
Sinkronisasi Kurikulum TBSM Perkuat Kompetensi Siswa

Sinkronisasi Kurikulum TBSM Perkuat Kompetensi Siswa

30 Maret 2026
ICAO Setujui, Kemenhub Manfaatkan Bahan Baku POME untuk SAF Sebagai Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

ICAO Setujui, Kemenhub Manfaatkan Bahan Baku POME untuk SAF Sebagai Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

12 Desember 2025

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut menjadi sarana penerapan teknologi tepat guna yang menggabungkan keterampilan di bidang tekstil dengan kepedulian terhadap lingkungan serta potensi pengembangan usaha kreatif.

Ketua tim pengabdian, Dr. Novita, mengatakan teknik yang digunakan dalam pelatihan tersebut adalah metode steam dengan memanfaatkan bahan organik yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar.

Menurutnya, teknik tersebut cukup mudah dipelajari dan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi berbagai ide dalam menciptakan motif.

“Ecoprint merupakan teknik pewarnaan dan pencetakan motif pada kain dengan memanfaatkan bahan alami. Tekniknya relatif sederhana, tetapi mampu menghasilkan motif yang unik dan memiliki karakter tersendiri,” kata Novita dalam keterangannya, Kamis, 24 September 2026.

Dalam praktiknya, siswa tidak sekadar mengikuti demonstrasi yang diberikan oleh tim pelatih. Mereka diberi kesempatan untuk menentukan sendiri susunan daun dan bunga yang akan digunakan sebagai motif pada kain.

Kebebasan dalam menyusun bahan alami tersebut memungkinkan siswa bereksperimen dengan bentuk, ukuran, arah, dan jarak antarbahan sesuai dengan konsep desain masing-masing. Proses tersebut sekaligus melatih ketelitian, kepekaan visual, kesabaran, serta kemampuan mengambil keputusan.

Dari sisi ekonomi kreatif, ecoprint dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan karena bahan bakunya dapat diperoleh dari lingkungan sekitar dengan kebutuhan modal awal yang relatif terbatas.

Melalui pemilihan bahan dan komposisi yang tepat, daun maupun bunga yang sebelumnya dianggap sederhana dapat diolah menjadi kain dengan nilai tambah. Hasilnya kemudian dapat dikembangkan menjadi beragam produk, mulai dari busana, tas, syal, aksesori hingga produk dekorasi.

Pelatihan tersebut dilaksanakan oleh Dr. Novita, Dr. Amalia, Dr. Muhammad Bahi, dan Dr. Ira Devi Sara. Kegiatan juga melibatkan enam mahasiswa Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) FKIP USK untuk mendampingi siswa selama proses praktik.

Pendampingan mahasiswa terutama dilakukan saat siswa menata bahan alami, menggulung dan membungkus kain, serta membuka kain setelah proses pengukusan selesai untuk melihat hasil motif yang terbentuk.

Ketua Jurusan Tata Busana SMKN 3 Banda Aceh, Indira Qadriah, S.Pd., menilai pelatihan tersebut memberikan tambahan pengalaman bagi siswa karena menggabungkan unsur desain, keterampilan mengolah tekstil, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, praktik secara langsung membantu siswa melihat bahwa pengembangan inovasi di bidang busana tidak selalu membutuhkan bahan yang sulit diperoleh. Sumber daya yang berada di sekitar sekolah pun dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karya.

Kepala SMKN 3 Banda Aceh, Nurleila, M.Pd., menyambut positif kegiatan penerapan teknologi tepat guna yang diberikan kepada para siswa.

Ia menilai pelatihan tersebut menambah pemahaman siswa mengenai pemanfaatan tumbuhan yang berada di sekitar sekolah sebagai sumber motif sekaligus warna alami untuk produk tekstil. Kreativitas dalam mengolah bahan tersebut juga dapat memberikan nilai ekonomi tambahan.

Bagi siswa, kegiatan ini memberikan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar membuat motif pada kain. Mereka juga diperkenalkan pada proses mengembangkan ide dari lingkungan, mengolah bahan menjadi produk, serta melihat kemungkinan menjadikan karya ramah lingkungan sebagai bagian dari usaha kreatif.

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, keterampilan membuat ecoprint tersebut dapat dikembangkan menjadi portofolio produk yang memiliki karakter lokal sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif bagi siswa.

Share6SendTweet4
Previous Post

Soiree Gigs Vol.2 Hadirkan Orkes Silampukau

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Siswa Aceh Belajar Teknik Membuat Ecoprint

Siswa Aceh Belajar Teknik Membuat Ecoprint

26 September 2026
Soiree Gigs Vol.2 Hadirkan Orkes Silampukau

Soiree Gigs Vol.2 Hadirkan Orkes Silampukau

26 September 2026
Balikpapan Catat 1310 Kasus Diare Pada September 2026

Balikpapan Catat 1310 Kasus Diare Pada September 2026

26 September 2026
LABA Masuk Bisnis Baterai Kendaraan Listrik

LABA Masuk Bisnis Baterai Kendaraan Listrik

26 September 2026
ASDP Hadir dalam Duka, Sampaikan Tali Kasih bagi Keluarga Korban KM Arupadhatu

ASDP Hadir dalam Duka, Sampaikan Tali Kasih bagi Keluarga Korban KM Arupadhatu

25 September 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3089 shares
    Share 1236 Tweet 772
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3409 shares
    Share 1364 Tweet 852
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3049 shares
    Share 1220 Tweet 762
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3098 shares
    Share 1239 Tweet 775
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3086 shares
    Share 1234 Tweet 772

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.