• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
3 November 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY PENDIDIKAN & IPTEK

Genome Editing, Teknologi Terbaru untuk Meningkatkan Tanaman Unggul

by SDGS Admin
11 Juni 2023
Genome Editing, Teknologi Terbaru untuk Meningkatkan Tanaman Unggul
96
SHARES
603
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BOGOR, KabarSDGs – Genome editing atau sering disebut juga gene editing, adalah teknologi terbaru yang digunakan untuk meningkatkan tanaman unggul. Meskipun dalam prosesnya menggunakan teknologi rekombinan DNA, produk akhir dari genome editing dapat didesain agar tidak mengandung DNA asing.

Seorang peneliti di Pusat Riset Rekayasa Genetika BRIN, Dr. Sri Koerniati, M.Sc. dalam acara Friday Scientific Sharing Seminar (FS3) Series 18 pada hari Jumat (09/06) mengatakan, genome editing memiliki potensi untuk mempercepat proses pemuliaan komoditas pertanian guna menjaga keberlanjutan ketahanan pangan di era perubahan iklim yang berlangsung dengan cepat dan memengaruhi peningkatan produksi pertanian di Indonesia dan dunia, ujarnya.

BACA JUGA

Polinela Kembangkan Biochar untuk Tanaman Rampai

Polinela Kembangkan Biochar untuk Tanaman Rampai

6 Oktober 2026
BRIN Soroti Risiko Vape bagi Generasi Muda

BRIN Soroti Risiko Vape bagi Generasi Muda

1 Oktober 2026
Kemenhub dan BRIN Bangun Teknologi Smart Buoy Untuk Navigasi Pelayaran

Kemenhub dan BRIN Bangun Teknologi Smart Buoy Untuk Navigasi Pelayaran

15 Februari 2026

“Ada beberapa teknologi yang digunakan sebelumnya untuk melakukan perubahan DNA pada organisme, antara lain Meganuclease, Zinc Finger Nucleases (ZFN), Talen, dan Clustered Regulatory Interspaced Short Palindromic Repeats (CRISPR/Cas9),” ujarnya

Sri menambahkan, di antara teknologi-teknologi tersebut, CRISPR/Cas9 adalah teknik terbaru dan paling kuat dalam melakukan genome editing.

“Produk yang dihasilkan dari genome editing telah menunjukkan keberhasilan yang menjanjikan. Sebagai contoh, kentang tetap terlihat bagus meskipun sudah dikupas, sedangkan jagung menjadi lebih tinggi karena kehadiran amilo protein sehingga rasanya lebih enak,” ungkapnya

Sri meneruskan, sedangkan tomat dengan kandungan y-aminobutyric acid (GABA) yang tinggi dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memberikan efek relaksasi. Selain itu, tanaman yang menghasilkan minyak yang sesuai juga memiliki manfaat bagi kesehatan.

Sementara itu, Mariana Wahyudi, seorang peneliti dari Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya, menyampaikan materi mengenai peran bioteknologi pada terapi asma.

“Asma adalah gangguan inflamasi kronis yang mempengaruhi saluran pernapasan menuju paru-paru,” jelasnya.

ariana melanjutkan, penyebabnya antara lain adalah penyempitan saluran napas, inflamasi saluran napas, dan hiperresponsivitas saluran napas.

Share38SendTweet24
Previous Post

Peneliti BRIN: Ancaman Sampah Mikroplastik Menghantui Kehidupan Manusia

Next Post

Kominfo Ajak Penyuluh Informasi Publik Mencegah Penyebaran Hoaks Jelang Pemilu 2024

Next Post
Kominfo Ajak Penyuluh Informasi Publik Mencegah Penyebaran Hoaks Jelang Pemilu 2024

Kominfo Ajak Penyuluh Informasi Publik Mencegah Penyebaran Hoaks Jelang Pemilu 2024

Tim Kesehatan Haji Indonesia Berikan Pelayanan 24 Jam di Bandara KAIA

Tim Kesehatan Haji Indonesia Berikan Pelayanan 24 Jam di Bandara KAIA

Discussion about this post

NEWS UPDATE

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026

3 November 2026
KAI Daop 1 Jakarta Perkuat Pengamanan Listrik Commuter Line Hadapi Musim Hujan

KAI Daop 1 Jakarta Perkuat Pengamanan Listrik Commuter Line Hadapi Musim Hujan

3 November 2026
Program CreaFIN, Kementerian Ekraf Bukakan Akses Modal Usaha 50 Pegiat Ekraf Jogja

Program CreaFIN, Kementerian Ekraf Bukakan Akses Modal Usaha 50 Pegiat Ekraf Jogja

3 November 2026
Pengiriman Peti Kemas Reefer di Merauke Tumbuh 12,33 Persen

Pengiriman Peti Kemas Reefer di Merauke Tumbuh 12,33 Persen

3 November 2026
Ditjen Hubdat Siapkan Strategi Antisipasi Potensi Kecelakaan saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

Ditjen Hubdat Siapkan Strategi Antisipasi Potensi Kecelakaan saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

3 November 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4505 shares
    Share 1802 Tweet 1126
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    4179 shares
    Share 1672 Tweet 1045
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    4207 shares
    Share 1683 Tweet 1052
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    4216 shares
    Share 1686 Tweet 1054
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    4153 shares
    Share 1661 Tweet 1038

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.