Jakarta, Kabar SDGs – Menghadapi musim hujan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta meningkatkan pengamanan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan operasional. Ancaman seperti sambaran petir, curah hujan tinggi, hingga pohon tumbang menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kelancaran perjalanan Commuter Line.
Upaya pencegahan dilakukan dengan meningkatkan pemeriksaan dan pemeliharaan perangkat proteksi kelistrikan, khususnya pada jalur yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap sambaran petir. Langkah ini bertujuan memastikan pasokan listrik tetap andal serta mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan perjalanan kereta.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa jaringan LAA beserta perangkat kelistrikan di gardu traksi telah dilengkapi sistem perlindungan untuk mengantisipasi dampak sambaran petir.
“Memasuki musim penghujan, kami meningkatkan pemeriksaan dan perawatan sistem proteksi petir pada jaringan LAA. Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk menjaga keandalan prasarana dan mendukung perjalanan Commuter Line yang aman dan lancar,” katanya, Rabu (18/10).
Salah satu infrastruktur perlindungan yang digunakan adalah Overhead Ground Wire (OHGW), yaitu kawat pengaman yang membentang di sepanjang jaringan LAA. Perangkat tersebut terhubung dengan tanah melalui sistem pentanahan yang terpasang pada setiap tiang sehingga dapat membantu menyalurkan energi sambaran petir.
Selain OHGW, KAI juga melengkapi jaringan dengan perangkat arrester atau pelindung lonjakan tegangan yang dipasang pada tiang LAA dengan interval sekitar 500 meter. Sistem perlindungan lainnya tersedia di setiap gardu traksi melalui pemasangan penangkal petir serta arrester pada perangkat kelistrikan di dalam gardu.
Seluruh komponen tersebut berfungsi mengurangi risiko kerusakan akibat lonjakan tegangan yang dapat berdampak pada berbagai peralatan penting. Beberapa di antaranya meliputi kabel feeder, messenger, kawat trolley, serta perangkat pendukung operasional di gardu traksi.
Franoto menyampaikan bahwa pemeliharaan sistem perlindungan dilaksanakan secara berkala setiap bulan. Kegiatan tersebut mencakup pemeriksaan kondisi perangkat, penguatan dan perbaikan sistem pentanahan, serta peningkatan frekuensi pengecekan pada lokasi yang rawan petir. Apabila ditemukan perangkat proteksi yang mengalami penurunan fungsi, KAI akan melakukan penggantian sesuai kebutuhan.
“Pemeriksaan dan perawatan dilakukan untuk memastikan perangkat proteksi berfungsi dengan baik. Apabila ditemukan penurunan kinerja, petugas akan melakukan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Selain mengantisipasi gangguan pada sistem kelistrikan, KAI Daop 1 Jakarta juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan pohon tumbang maupun patahnya dahan akibat hujan lebat dan angin kencang. Peristiwa tersebut berpotensi mengenai jaringan LAA sehingga dapat menghambat operasional kereta api.
Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat dan instansi yang memiliki atau bertanggung jawab atas pepohonan di sekitar jalur kereta api diimbau melakukan pemeriksaan kondisi pohon secara rutin. Pohon yang sudah rapuh atau berpotensi roboh perlu mendapatkan penanganan melalui pemangkasan maupun penebangan.
Meski demikian, pekerjaan yang dilakukan di sekitar jaringan listrik dan lintasan kereta api harus terlebih dahulu dikoordinasikan dengan pihak KAI. Prosedur tersebut diperlukan agar kegiatan penanganan dapat berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan.
“Pada musim hujan, pohon yang rapuh atau dahannya terlalu dekat dengan jaringan LAA berisiko tumbang akibat hujan dan angin kencang. Kami mengajak masyarakat dan instansi terkait untuk bersama-sama mengantisipasi risiko tersebut dengan berkoordinasi bersama KAI sebelum melakukan penanganan,” tuturnya.
Di samping penguatan infrastruktur, KAI Daop 1 Jakarta turut mengingatkan pelanggan Commuter Line agar memperhatikan kondisi cuaca dan perkembangan informasi perjalanan melalui kanal komunikasi resmi KAI. Penumpang juga disarankan mengalokasikan waktu perjalanan lebih panjang untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi operasional selama musim hujan.
Dari sisi keselamatan pribadi, pelanggan dianjurkan membawa payung atau jas hujan serta memastikan barang-barang penting terlindungi dari air. Penggunaan alas kaki yang tidak licin juga perlu diperhatikan, terutama ketika berjalan di area stasiun yang basah guna menghindari risiko terpeleset.
Melalui berbagai langkah pencegahan tersebut, KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen menjaga keandalan prasarana dan kualitas pelayanan selama musim penghujan. Pemeriksaan serta pemeliharaan secara berkelanjutan diharapkan dapat mendukung keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api bagi masyarakat.










Discussion about this post