Toraja, Kabar SDGs – Berangkat dari niat untuk kembali ke akar budaya dan menggali potensi lokal, ToRi Coffee, usaha kopi asal Toraja, Sulawesi Selatan, membuktikan bahwa produk UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional. Diinisiasi oleh pasangan Citra Wulandari dan Fredy Pairunan pada awal 2020, ToRi Coffee menjadi simbol pelestarian kopi Toraja sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Setelah meninggalkan kehidupan di kota, pasangan ini memilih membangun usaha berbasis kopi lokal di kampung halaman. Tidak sekadar menjual kopi, ToRi Coffee hadir sebagai representasi budaya Toraja dalam filosofi, desain, hingga layanan kedainya.
“ToRi itu kependekan dari Toraja dan Indonesia, sekaligus bermakna ‘bertemu’—kopi menjadi titik temu budaya, cita rasa, dan semangat sosial kami,” kata Citra.
Kini, ToRi Coffee memasarkan rata-rata 275 kg roasted bean dan kopi bubuk setiap bulan. Distribusinya menjangkau toko oleh-oleh di kawasan wisata Toraja, berbagai provinsi di Indonesia, serta konsumen luar negeri seperti Australia, Jepang, Belanda, dan Prancis.
Di balik keberhasilan ini, ToRi Coffee tidak lepas dari peran aktif BRI dalam pendampingan UMKM. Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), pelatihan branding hingga pemasaran digital, serta ajang-ajang seperti BRI UMKM EXPO(RT) 2025, usaha ini berkembang dari skala lokal ke level internasional. Bahkan, ToRi Coffee mendapat penghargaan sebagai Best Newcomer dan dikirim mewakili Indonesia ke FHA Food & Beverage 2025 di Singapura.
“Berkat BRI, kami terhubung dengan pembeli dari luar negeri dan bisa memperkenalkan kopi Toraja ke pasar internasional. Tapi lebih dari itu, kami bisa memberdayakan warga lokal dan mahasiswa yang bekerja paruh waktu,” jelas Citra.
Hingga kini, ToRi Coffee telah mempekerjakan 21 orang, aktif mendampingi petani kopi, dan memberikan edukasi pada anak-anak petani sebagai bagian dari regenerasi.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan bahwa BRI berkomitmen mendukung UMKM untuk tumbuh dan berkelanjutan. “UMKM seperti ToRi Coffee bukan hanya pilar ekonomi, tetapi juga duta budaya bangsa. Dengan dukungan yang tepat, mereka bisa mendunia,” tegas Hendy.
ToRi Coffee menjadi contoh nyata bahwa keberhasilan UMKM bukan hanya soal produk, tetapi juga tentang semangat kembali ke akar, kolaborasi, dan keberpihakan pada pemberdayaan masyarakat.












Discussion about this post