Banda Aceh, Kabar SDGs – Skate Park Taman Ratu Safiatuddin dipenuhi semangat kolaborasi saat menjadi lokasi penyelenggaraan Kardo Season 9 National Qualifier Indonesia, Sabtu (18/7/2026). Ajang yang mempertemukan kompetisi skateboard, BMX, dan breaking tersebut tidak hanya menghadirkan persaingan para atlet, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai komunitas kreatif dalam satu wadah.
Kompetisi ini menjadi salah satu tahapan menuju Kardo World Final di Rusia. Para peserta terbaik berkesempatan melaju ke ajang internasional, sekaligus menempatkan Banda Aceh sebagai salah satu kota penyelenggara yang terhubung dengan jaringan komunitas olahraga aksi dunia.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kebersamaan begitu terasa. Para atlet saling memberikan dukungan, panitia memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, sementara pengunjung dan tamu dari berbagai daerah, seperti Medan, Jakarta, Malaysia, Timor Leste, hingga sejumlah kabupaten dan kota di Aceh, memanfaatkan momentum tersebut untuk bertukar pengalaman dan memperluas jejaring.
Di sela-sela kompetisi, SPS Revival turut tampil membawakan dua lagu yang dinyanyikan Oni Imelva dengan iringan langsung dari pencipta lagu, Rozhatul Valica. Sebelum penampilan dimulai, perwakilan SPS Revival terlebih dahulu menyampaikan penghormatan kepada komunitas skateboard yang menjadi tuan rumah kegiatan.
“Mohon izin, kawan-kawan skater. Kami ingin berbagi ruang.”
Penampilan singkat tersebut menghadirkan lagu Zamim (Tanah) yang mengangkat kepedulian terhadap para pengungsi di berbagai belahan dunia, serta Atma Jejal yang menyuarakan pengalaman para penyintas kekerasan seksual. Kehadiran musik di tengah kompetisi olahraga aksi memberikan nuansa berbeda sekaligus memperlihatkan bahwa berbagai bentuk ekspresi kreatif dapat tumbuh berdampingan dalam satu ruang.
Penyelenggaraan Kardo National Qualifier juga menunjukkan berkembangnya ekosistem komunitas kreatif di Aceh. Komunitas olahraga aksi kini mulai terhubung dengan pegiat musik, fotografi, dokumentasi, media, literasi, hingga berbagai inisiatif kreatif lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai membuka peluang lahirnya berbagai kegiatan baru yang tumbuh dari kebutuhan komunitas.
Di balik suksesnya pelaksanaan kompetisi, panitia yang dipimpin Nay NBC masih melanjutkan berbagai persiapan untuk mendukung para juara yang akan mewakili kawasan ini pada Kardo World Final di Rusia. Upaya tersebut menjadi bagian dari kerja bersama komunitas yang tidak berhenti setelah perlombaan berakhir.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menghadirkan ruang publik yang aman dan memadai bagi pengembangan olahraga aksi maupun aktivitas kreatif lainnya. Dengan dukungan fasilitas yang lebih baik, skatepark tidak hanya berfungsi sebagai tempat latihan atlet, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi bagi seni, fotografi, film, literasi, UMKM, hingga berbagai kegiatan komunitas lainnya.
Melalui penyelenggaraan Kardo National Qualifier Indonesia 2026, Banda Aceh memperlihatkan potensi generasi muda yang mampu membangun ruang kolaboratif berbasis olahraga, seni, dan kreativitas. Semangat kebersamaan yang tumbuh selama kegiatan diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya lebih banyak kolaborasi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang.








Discussion about this post