• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
5 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Lake Toba Traditional Music Festival Buka Peluang Ekonomi Musik Daerah

by SDGS Admin
5 September 2026
Lake Toba Traditional Music Festival Buka Peluang Ekonomi Musik Daerah
14
SHARES
89
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Toba, Kabar SDGs – Lake Toba Tradisional Music Festival kembali diselenggarakan untuk keenam kalinya pada 5-6 September 2026. Mengusung tiga agenda utama berupa talk show, speed meeting, dan showcase, festival ini diarahkan untuk membangun ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku musik tradisional.

Direktur Lake Toba Tradisional Music Festival, Ramanta Sinulingga, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menerapkan konsep “Ganjil-Genap”. Pada tahun ganjil, fokus kegiatan diarahkan pada penguatan ekosistem dan pengembangan talenta musik di Sumatera Utara tanpa menghadirkan performers dari luar daerah.

BACA JUGA

Tinjau Pelabuhan Ajibata, Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Nataru di Toba

Tinjau Pelabuhan Ajibata, Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Nataru di Toba

12 Desember 2025
Tobamar 2025 Gaungkan Semangat Lari dan Promosi Danau Toba

Tobamar 2025 Gaungkan Semangat Lari dan Promosi Danau Toba

25 November 2025
Karo Tour De Sinabung X Diikuti 800 Peserta dari Berbagai Daerah

Karo Tour De Sinabung X Diikuti 800 Peserta dari Berbagai Daerah

10 September 2025

“Di tahun ganjil kita fokus ke pengembangan ekosistem di Sumatera Utara. Jadi tidak akan mengundang performers dari luar. Kita fokus mencari talenta, mencari talenta kemudian bagaimana kita bisa menginkubasi mereka untuk persiapan,” ujar Ramanta.

Sementara itu, pola penyelenggaraan akan berbeda pada tahun genap. Festival akan lebih diarahkan pada pengembangan pasar dengan menghadirkan delegasi serta performers dari luar negeri.

“Di tahun 2028, di tahun genap kita akan masuk lagi ke wilayah market. Kita mengundang berbagai delegasi dan juga mengundang performers dari luar,” katanya.

Dalam penyelenggaraan tahun ini terdapat tiga agenda yang menjadi bagian penting festival. Talk show menjadi ruang berbagi pengetahuan yang menghadirkan delegasi dan penampil untuk membahas perkembangan musik tradisional. Dua tema yang diangkat adalah “Diplomasi Budaya: Kearifan Musik Tradisional” serta “Industri dan Pasar Musik Tradisional”.

Agenda berikutnya adalah speed meeting yang menjadi salah satu bagian utama festival. Melalui sesi tersebut, musisi dan penampil dari Sumatera maupun internasional memperoleh kesempatan bertemu secara langsung dengan para delegasi dalam pertemuan singkat selama lima menit.

“Jadi para performance kita, penyanyi musik kita itu setiap perwakilan akan masuk, dia akan duduk di satu meja. Setelah 5 menit akan bergantian. Fungsinya adalah apa? Di situ kita harapkan ada yang terjadi transaksi,” jelas Ramanta.

Pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang perkenalan, tetapi dapat menghasilkan peluang kerja bagi para musisi melalui jaringan festival dan industri musik internasional.

“Transaksi dalam artian delegasi suka dengan karya mereka. Ya syukur-syukur mereka akan diajak perform ke negara mereka atau ke event mereka. Itu poin pentingnya,” tambahnya.

Sementara showcase disiapkan sebagai panggung bagi para musisi untuk menunjukkan karya mereka secara langsung. Penampilan tersebut diharapkan dapat menarik perhatian delegasi sehingga membuka kemungkinan para musisi Indonesia tampil dalam berbagai festival di negara lain.

Lake Toba Tradisional Music Festival tahun ini melibatkan sembilan delegasi. Enam delegasi berasal dari Indonesia, sedangkan tiga lainnya berasal dari luar negeri. Delegasi Indonesia di antaranya Bagas dari Jazz Gunung Bromo, Satria Ramadan dari Aksian Festival Bali, Hilmi Faik dari Harian Kompas, Vicky Sianipar, Rino Djapari dari Rio Rhythm, serta Agus Basuni dari World Meeting Jazz Jakarta.

Adapun delegasi internasional terdiri atas Jay Nayongjo yang merupakan Festival Director dari Korea, Muhammad Arif dari Malaysia yang bergerak di bidang record label, serta Ridwan Jalani dari Singapura yang berprofesi sebagai composer dan director festival. Selain delegasi, sejumlah penampil juga dijadwalkan hadir dari Singapura, Malaysia, dan Korea.

Secara keseluruhan, jumlah peserta yang terlibat dalam festival, baik musisi maupun delegasi, mencapai 122 orang. Panitia memperkirakan sekitar 500 pengunjung hadir setiap hari di The Caldera. Selama dua hari penyelenggaraan, jumlah pengunjung ditargetkan dapat mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 orang.

Ramanta mengatakan festival tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk menghadirkan pertunjukan musik. Salah satu tujuan utamanya adalah membuka pemahaman baru mengenai potensi ekonomi yang dapat berkembang dari musik tradisional.

“Tujuan kita sebenarnya kita ingin menciptakan ekonomi di sini. Selama ini mungkin pemahaman kita tentang musik tradisional itu hanya prospek kerjanya bisa di pesta atau di penelitian. Ternyata banyak sekali. Bisa menjadi booking agent, bisa menjadi producer,” kata Ramanta.

Ia juga berharap Sumatera Utara dapat berkembang menjadi salah satu pintu masuk bagi musik tradisional Indonesia menuju pasar internasional. Letak geografis Sumatera Utara yang relatif dekat dengan Singapura dan Malaysia dinilai menjadi salah satu modal strategis untuk membangun koneksi dengan jaringan industri musik di kawasan tersebut.

Dalam pengembangannya, festival juga ingin membawa musik tradisional keluar dari batas-batas identitas etnis tanpa menghilangkan keberagaman budaya yang menjadi kekuatannya. Musik tradisional dapat dikembangkan melalui perpaduan dengan berbagai genre sehingga lebih mudah diterima oleh kelompok pendengar yang lebih luas.

“Tidak ada lagi emblem satu etnis. Tapi kita keberagaman itu kita kunci di sini. Musik tradisi itu bukan berarti pure kita mainkan musik tradisi. Tapi bagaimana membungkus musik tradisi ini menjadi sebuah olahan. Bisa masuk ke jazz, ke rock, ke pop dan lain sebagainya untuk menarik peminat kalangan,” ujarnya.

Penyelenggaraan Lake Toba 2026 merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Film, Musik dan Seni, Manajemen Talenta Nasional (MTN), Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), serta Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif.

Share6SendTweet4
Previous Post

Direksi KAI Services Turun Langsung Temui Pelanggan, Serap Masukan di Hari Pelanggan Nasional

Next Post

KAI Services Hadirkan Berbagai Produk dan Layanan di KAI Expo 2026

Next Post
KAI Services Hadirkan Berbagai Produk dan Layanan di KAI Expo 2026

KAI Services Hadirkan Berbagai Produk dan Layanan di KAI Expo 2026

Discussion about this post

NEWS UPDATE

KAI Services Hadirkan Berbagai Produk dan Layanan di KAI Expo 2026

KAI Services Hadirkan Berbagai Produk dan Layanan di KAI Expo 2026

5 September 2026
Lake Toba Traditional Music Festival Buka Peluang Ekonomi Musik Daerah

Lake Toba Traditional Music Festival Buka Peluang Ekonomi Musik Daerah

5 September 2026
Direksi KAI Services Turun Langsung Temui Pelanggan, Serap Masukan di Hari Pelanggan Nasional

Direksi KAI Services Turun Langsung Temui Pelanggan, Serap Masukan di Hari Pelanggan Nasional

5 September 2026
Kemenhub Tegaskan Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

Kemenhub Tegaskan Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

5 September 2026
Indonesia Perluas Pasar Wisatawan Taiwan

Indonesia Perluas Pasar Wisatawan Taiwan

5 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2607 shares
    Share 1043 Tweet 652
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2347 shares
    Share 939 Tweet 587
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2310 shares
    Share 924 Tweet 578
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2303 shares
    Share 921 Tweet 576
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2288 shares
    Share 915 Tweet 572

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.