• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
29 Juni 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Penunjukan Nicholas Saputra Perkuat Strategi Pemasaran Tolak Angin

by SDGS Admin
28 Juni 2026
Penunjukan Nicholas Saputra Perkuat Strategi Pemasaran Tolak Angin
16
SHARES
102
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Semarang, Kabar SDGs – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mengambil langkah baru dalam memperkuat citra produk Tolak Angin dengan menunjuk aktor Nicholas Saputra sebagai brand ambassador pada Mei 2026. Keputusan tersebut menjadi perhatian publik karena dinilai sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk andalannya.

Nicholas Saputra dikenal sebagai salah satu aktor Indonesia yang memiliki reputasi baik dan dikenal selektif dalam memilih proyek yang dijalani. Lulusan SMA Negeri 8 Jakarta dan Program Studi Arsitektur Universitas Indonesia itu mulai dikenal luas sejak membintangi film Ada Apa Dengan Cinta pada awal 2000-an.

BACA JUGA

Lacoste Rilis Logo Kambing untuk Novak Djokovic

Lacoste Rilis Logo Kambing untuk Novak Djokovic

29 Agustus 2025
Sungai, Muara dan Laut Jakarta Tercemar Sampah Sachet

Sungai, Muara dan Laut Jakarta Tercemar Sampah Sachet

19 Juni 2022
Grand Dafam Braga, Hotel Strategis di Pusat Kota Bandung

Grand Dafam Braga, Hotel Strategis di Pusat Kota Bandung

6 Februari 2021

Selama lebih dari dua dekade berkarier di industri perfilman, Nicholas juga berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Piala Citra melalui film Gie pada 2005 dan Aruna & Lidahnya pada 2018. Reputasi tersebut membuat keputusannya menerima tawaran sebagai duta merek Tolak Angin menjadi bahan perbincangan di media sosial.

Perhatian publik terhadap langkah ini tidak terlepas dari isu yang sempat berkembang pada Januari 2026 terkait kandungan eugenol yang berasal dari ekstrak daun cengkeh dalam produk Tolak Angin. Saat itu, beredar klaim di media sosial yang menyebut kandungan tersebut berpotensi berdampak pada lambung, khususnya bagi penderita GERD. Meski sebagian pihak membantah klaim tersebut, isu yang beredar sempat memengaruhi persepsi sebagian konsumen.

Dalam situasi tersebut, penunjukan Nicholas Saputra dipandang sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kembali kepercayaan masyarakat terhadap produknya melalui figur publik yang memiliki citra positif dan kredibilitas tinggi.

Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani, mengatakan pemilihan Nicholas didasarkan pada karakter pribadi yang dikenal menjaga integritas dan berhati-hati dalam mengambil keputusan.

“Nicholas ini orangnya sangat hati-hati. Kita tahu sendiri image yang dijaga, selalu menjaga integritas sebagai aktor,” kata Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani, saat peluncuran kampanye tersebut pada 18 Mei 2026.

Di sisi lain, keputusan tersebut juga memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menilai reputasi Nicholas menjadi nilai tambah bagi perusahaan dalam membangun kembali kepercayaan konsumen, sementara sebagian lainnya mengaitkannya dengan slogan lama Tolak Angin, “Orang Pintar Minum Tolak Angin,” yang kembali menjadi bahan diskusi di media sosial.

Terlepas dari beragam respons tersebut, langkah Sido Muncul menunjukkan pentingnya pemilihan duta merek dalam industri herbal yang sangat bergantung pada tingkat kepercayaan masyarakat. Kehadiran figur publik dengan reputasi yang kuat dinilai dapat menjadi salah satu jembatan komunikasi antara perusahaan dengan konsumen dalam menjaga citra produk di tengah persaingan pasar.

Share6SendTweet4
Previous Post

SIER Himpun 157 Kantong Darah Lewat Aksi Donor Rutin

Next Post

PLN Pastikan Pasokan Listrik di Jawa Barat Kembali Normal

Next Post
Jaringan Listrik di Sulbar Berangsur Pulih Pascagempa M6,2

PLN Pastikan Pasokan Listrik di Jawa Barat Kembali Normal

BEI Minta Penjelasan ADCP Soal Gagal Bayar Obligasi

BEI Minta Penjelasan ADCP Soal Gagal Bayar Obligasi

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Inovasi Jambu Air Multivarietas Berpotensi Jadi Ikon Kutai Timur

Inovasi Jambu Air Multivarietas Berpotensi Jadi Ikon Kutai Timur

29 Juni 2026
BEI Minta Penjelasan ADCP Soal Gagal Bayar Obligasi

BEI Minta Penjelasan ADCP Soal Gagal Bayar Obligasi

29 Juni 2026
Jaringan Listrik di Sulbar Berangsur Pulih Pascagempa M6,2

PLN Pastikan Pasokan Listrik di Jawa Barat Kembali Normal

29 Juni 2026
Penunjukan Nicholas Saputra Perkuat Strategi Pemasaran Tolak Angin

Penunjukan Nicholas Saputra Perkuat Strategi Pemasaran Tolak Angin

28 Juni 2026
SIER Himpun 157 Kantong Darah Lewat Aksi Donor Rutin

SIER Himpun 157 Kantong Darah Lewat Aksi Donor Rutin

28 Juni 2026

POPULAR

  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    607 shares
    Share 243 Tweet 152
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    610 shares
    Share 244 Tweet 153
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    640 shares
    Share 256 Tweet 160
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    597 shares
    Share 239 Tweet 149

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.