• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
9 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Jejak Masa Kecil Soekarno di Sidoarjo Kembali Dikaji

by SDGS Admin
26 Juni 2026
Jejak Masa Kecil Soekarno di Sidoarjo Kembali Dikaji
18
SHARES
112
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Sidoarjo, Kabar SDGs – Jejak masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Melacak Jejak Bung Karno di Sidoarjo” yang digelar di Limasan Kopi, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Minggu (21/6/2026).

Forum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh, pegiat sejarah, serta akademisi untuk membahas kembali berbagai sumber dan bukti yang berkaitan dengan dugaan keberadaan Soekarno saat masih kecil di wilayah Sidoarjo sekitar tahun 1907.

BACA JUGA

Modernisasi Terminal Tipe A Dibahas, Kenyamanan dan Keamanan Masyarakat Dibutuhkan

Modernisasi Terminal Tipe A Dibahas, Kenyamanan dan Keamanan Masyarakat Dibutuhkan

8 November 2023
Kota Yogyakarta Perlu Menggali Beragam Potensi Unik untuk Dijual dan Ditampilkan ke Para Wisatawan

Kota Yogyakarta Perlu Menggali Beragam Potensi Unik untuk Dijual dan Ditampilkan ke Para Wisatawan

24 Mei 2023
Pemerintah Kota Yogyakarta Adakan FGD terkait Pengelolaan Dana Keistimewaan

Pemerintah Kota Yogyakarta Adakan FGD terkait Pengelolaan Dana Keistimewaan

19 Mei 2023

Pembahasan utama dalam diskusi mengarah pada dugaan bahwa Soekarno pernah menjalani masa kecil sekaligus pendidikan dasar di Sidoarjo. Narasi tersebut tidak hanya berasal dari cerita masyarakat, tetapi juga didukung oleh berbagai kajian sejarah dan penelusuran terhadap sejumlah sumber yang masih terus dikembangkan.

Ketua Komunitas Sidoarjo Kuno, Sudi Harjanto, mengatakan bahwa pembahasan mengenai jejak Bung Karno di Sidoarjo sebenarnya telah lama menjadi perhatian. Namun, upaya penguatan bukti tetap dilakukan melalui kajian literasi sejarah maupun penelusuran langsung terhadap sejumlah lokasi yang berkaitan.

Salah satu hal yang kembali menjadi perhatian adalah keberadaan bangunan sekolah lama yang diduga menjadi tempat Soekarno mengenyam pendidikan dasar. Selain itu, riwayat perpindahan keluarga Soekarno, termasuk perjalanan ayahnya dari Pulosari menuju Sidoarjo hingga Mojokerto, dinilai memiliki keterkaitan dengan jejak sejarah tersebut.

“Secara literasi sudah kuat. Ditambah kesaksian Mr. Klassen yang merupakan saksi sezaman, yang diperoleh dari keluarganya, ini menjadi penguat penting,” ujarnya.

Menurut Sudi, cerita masyarakat juga memiliki nilai sebagai fakta sosial yang perlu diperhatikan dalam kajian sejarah. Berdasarkan berbagai sumber yang dikaji, ia menyebut terdapat indikasi kuat bahwa Soekarno pernah tinggal dan bersekolah di Sidoarjo dalam kurun waktu tertentu.

Ia menegaskan bahwa pengkajian sejarah harus tetap mengedepankan ketelitian agar tidak terjadi penyimpangan informasi.

“Sejarah boleh keliru, tetapi tidak boleh bohong. Fakta bahwa Bung Karno pernah berada di Sidoarjo menurut kami tidak terbantahkan,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi PDI Perjuangan, Raymontara, menilai kajian mengenai jejak Bung Karno perlu terus diperkuat dengan pendekatan akademis dan bukti yang dapat diverifikasi.

Ia menyebut sejumlah data yang dihimpun menunjukkan kemungkinan keberadaan Soekarno di Sidoarjo ketika berusia sekitar lima hingga tujuh tahun.

“Berbagai data dan kajian yang telah dihimpun menunjukkan bahwa Bung Karno pernah berada di Sidoarjo pada masa kecilnya, sekitar tahun 1907 saat berusia antara lima hingga tujuh tahun, ucapnya.”

Raymontara juga menyoroti Sekolah Ongko Loro Boelang yang kini dikenal sebagai SDN Pucang 2 Sidoarjo sebagai salah satu lokasi yang dinilai penting untuk ditelusuri lebih lanjut. Apabila memenuhi kajian akademis dan historis, lokasi tersebut berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari warisan sejarah daerah.

Ia berharap hasil diskusi tersebut tidak berhenti pada forum kajian, tetapi dapat dilanjutkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah agar memiliki arah tindak lanjut yang lebih jelas.

FGD tersebut turut menghadirkan sejumlah akademisi dan pegiat sejarah, di antaranya Abdul Rosyid Al Amin, Mochammad Faisol, RM Kushartono, Ronal Ridhal, dan Alfum Salam. Kehadiran berbagai pihak tersebut memberikan sudut pandang berbeda dalam mengkaji hubungan antara bukti sejarah, cerita masyarakat, dan interpretasi terhadap perjalanan masa kecil Bung Karno di Sidoarjo.

Diskusi tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat kajian sejarah lokal Sidoarjo yang hingga kini masih terus berkembang. Perdebatan mengenai jejak Bung Karno di daerah tersebut menunjukkan bahwa sejarah tidak hanya tersimpan dalam dokumen, tetapi juga hidup melalui penelitian, ingatan masyarakat, dan proses pencarian fakta.

Share7SendTweet5
Previous Post

STDB Jadi Syarat Petani Sawit Mitra Perusahaan

Next Post

Parade Gebogan Tabanan Angkat Budaya Jadi Daya Tarik Wisata

Next Post
Parade Gebogan Tabanan Angkat Budaya Jadi Daya Tarik Wisata

Parade Gebogan Tabanan Angkat Budaya Jadi Daya Tarik Wisata

Dieng Caldera Race 2026 Dorong Sport Tourism Wonosobo

Dieng Caldera Race 2026 Dorong Sport Tourism Wonosobo

Discussion about this post

NEWS UPDATE

547 Nelayan Kutai Timur Kantongi e-Pas Kecil

547 Nelayan Kutai Timur Kantongi e-Pas Kecil

9 Agustus 2026
PLN Beri Pengalaman Belajar untuk Anak

PLN Beri Pengalaman Belajar untuk Anak

9 Agustus 2026
Teh Ong Diolah jadi Minuman Kekinian Bali

Teh Ong Diolah jadi Minuman Kekinian Bali

9 Agustus 2026
Wamena Punya Potensi Besar jadi Destinasi Wisata Unggulan

Wamena Punya Potensi Besar jadi Destinasi Wisata Unggulan

9 Agustus 2026
2000 Pelari Ramaikan QRIS Summer Run Bali 2026

2000 Pelari Ramaikan QRIS Summer Run Bali 2026

9 Agustus 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1505 shares
    Share 602 Tweet 376
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1511 shares
    Share 604 Tweet 378
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1491 shares
    Share 596 Tweet 373
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1791 shares
    Share 716 Tweet 448
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    1541 shares
    Share 616 Tweet 385

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.