Tapanuli Selatan, Kabar SDGs – Pemerintah terus mempercepat penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru sebagai proyek strategis nasional yang diharapkan mampu memperkuat keandalan pasokan listrik di Pulau Sumatera. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, ke lokasi proyek yang dikelola PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) bersama PT PLN (Persero) Group pada Kamis (30/7).
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri ESDM meninjau langsung area bendungan (dam) dan recovery tower untuk melihat perkembangan konstruksi sekaligus memastikan langkah-langkah percepatan yang sedang dilakukan di lapangan.
Yuliot Tanjung menegaskan bahwa keberadaan PLTA Batang Toru memiliki arti penting bagi sistem kelistrikan Sumatera, terutama di tengah keterbatasan pasokan energi primer dari sumber lainnya. Menurutnya, pembangkit tersebut akan menjadi salah satu penopang utama ketika mulai terhubung ke jaringan listrik nasional.
“Dengan adanya keterbatasan energi primer lain, PLTA Batang Toru yang segera on grid akan menjadi bagian penting dalam penguatan sistem kelistrikan Sumatera,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa proses penyelesaian proyek masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari aspek regulasi, pembangunan jaringan transmisi, hingga dampak bencana hidrologi yang terjadi pada November 2025 yang mengakibatkan lima menara transmisi roboh. Kondisi tersebut membutuhkan percepatan pembangunan kembali infrastruktur serta koordinasi lintas sektor.
“Penyelesaian tidak hanya pada sisi pembangkit, tetapi juga mencakup transmisi, regulasi, dan penanganan dampak sosial. Karena itu, diperlukan langkah terpadu dan koordinasi lintas kementerian serta dukungan pemerintah daerah,” jelasnya.
Menurut Yuliot, percepatan proyek dilakukan melalui penyelesaian administrasi dan pekerjaan teknis secara bersamaan. Proses tersebut juga mencakup tahapan pengujian pembangkit yang memerlukan kesiapan penggenangan waduk sebagai bagian dari persiapan operasional. Upaya ini sekaligus mendukung target pencapaian bauran energi nasional pada 2026.
President Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Li Xinlu, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah yang terus membantu percepatan penyelesaian proyek, terutama dalam proses perizinan dan koordinasi antarinstansi.
“NSHE mengucapkan penghargaan kepada Kementerian ESDM atas dukungan dalam percepatan penyelesaian ROW transmisi serta koordinasi lintas kementerian dalam percepatan perizinan,” ungkap Li Xinlu.
Sementara itu, Direktur Management Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, mengungkapkan bahwa pembangunan PLTA Batang Toru terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga Juli 2026, progres proyek telah mencapai 89,49 persen dengan kapasitas terpasang sebesar 510 megawatt yang terdiri dari empat unit pembangkit masing-masing berkapasitas 127,5 megawatt.
“Progres proyek saat ini termasuk cepat. Tantangan utama berada pada aspek regulasi dan perundangan. Namun demikian, proses penggenangan waduk berjalan terkendali,” jelas Suroso.
Ia optimistis target Commercial Operation Date (COD) pada Desember 2026 dapat tercapai apabila seluruh pemangku kepentingan terus memberikan dukungan terhadap percepatan penyelesaian proyek.
General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, menilai kunjungan Wakil Menteri ESDM menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, PLN, dan pengembang proyek dalam menyelesaikan pembangunan PLTA Batang Toru.
“Kunjungan Wakil Menteri ESDM merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah dalam memastikan proyek strategis ini berjalan sesuai target. PLN UIP SBU berkomitmen untuk terus mengawal percepatan, khususnya pada penyelesaian infrastruktur transmisi dan koordinasi lintas stakeholder,” ujar Rizki.
Ia menambahkan bahwa beroperasinya PLTA Batang Toru nantinya tidak hanya menambah kapasitas pembangkit listrik di Sumatera, tetapi juga memperkuat sistem interkoneksi kelistrikan sekaligus mendukung penyediaan energi bersih yang lebih andal dan berkelanjutan.
Sebagai pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), PLTA Batang Toru memanfaatkan tenaga air sebagai sumber energi utama dengan tingkat emisi karbon yang rendah. Kehadirannya diharapkan dapat mendukung transisi energi nasional, mempercepat pencapaian target bauran energi, serta menyediakan pasokan listrik yang ramah lingkungan bagi masyarakat di Sumatera.












Discussion about this post