• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
19 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home AKADEMIKA

Dialog Ramah antara Pemuda China dan Indonesia

by SDGS Admin
3 April 2025
Dialog Ramah antara Pemuda China dan Indonesia
32
SHARES
197
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Beijing, Kabar SDGs – Dalam rangka merayakan 70 tahun Konferensi Bandung dan 75 tahun hubungan diplomatik antara China dan Indonesia, Pusat Inovasi Transportasi Berkelanjutan Universitas Jiaotong Beijing bersama dengan Sekolah Pendidikan Internasional Universitas Jiaotong Beijing mengadakan sebuah acara bertema “Gema Bandung: Dialog Ramah antara Pemuda China dan Indonesia” pada hari Kamis lalu (27/3) yang berlangsung pada Senin (31/3/2025).

Sembilan pelajar asal Indonesia yang tengah belajar di China dari berbagai universitas mempersepsikan Semangat Bandung sebagai “Persatuan, Persahabatan, Kerja Sama” melalui pandangan generasi muda. Di tengah geliat kereta cepat dan sistem logistik canggih, mereka bersama-sama membentuk visi baru untuk pembangunan komunitas yang memperlihatkan masa depan kolaboratif bagi manusia di Asia.

BACA JUGA

Diskusi Buku Angkat Sejarah Kopi dan Ketimpangan Sosial

Diskusi Buku Angkat Sejarah Kopi dan Ketimpangan Sosial

19 April 2026
China Kembangkan Mesin Rotary Berdaya Tinggi

China Kembangkan Mesin Rotary Berdaya Tinggi

24 Desember 2025
China Wajibkan Influencer Punya Sertifikat Resmi untuk Bahas Topik Sensitif

China Wajibkan Influencer Punya Sertifikat Resmi untuk Bahas Topik Sensitif

5 November 2025

Integrasi antar budaya bukan hanya sekadar lapisan simbolis yang sederhana, tetapi juga merupakan interaksi alami dari berbagai perayaan, seperti perayaan Imlek dan tarian Dayak. Marvell Millensza, seorang mahasiswa dari Institut Teknologi Beijing dan presiden Perhimpunan Mahasiswa Indonesia China di Beijing, menekankan bahwa dalam era baru, kerjasama yang harmonis antara China dan Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada langkah-langkah pemerintah, tetapi juga perlu keterlibatan aktif dari masyarakat kedua negara.

Pada tahun 1955, Konferensi Asia Afrika berhasil diadakan di Bandung. “Ini merupakan pencapaian yang sangat berarti pada masa itu, dan sebagai warga Indonesia, saya merasa sangat bangga,” ungkap Jessica, seorang pelajar yang mempelajari diplomasi di Universitas Renmin China. Sebagai bagian dari Generasi Z, ia menyoroti pentingnya mengingat kembali sejarah serta semangat untuk menyebarluaskan nilai-nilai Bandung.

Jessica menjelaskan bahwa semakin eratnya hubungan antara China dan Indonesia, kemampuan berbahasa Mandarin telah menjadi pintu menuju peluang baru dalam perkembangan kariernya. “Ketika mencari informasi mengenai pekerjaan, saya menemukan banyak lowongan di Indonesia kini mencantumkan ‘kemahiran berbahasa Mandarin’ sebagai syarat tambahan,” ungkapnya.

Dulu, perusahaan-perusahaan di Indonesia lebih banyak mengutamakan karyawan yang fasih berbahasa Inggris, namun kini, kemampuan berbahasa Mandarin telah muncul sebagai keterampilan yang sangat berharga, dan dalam beberapa kasus, bahkan menjadi salah satu persyaratan yang tegas.

Ini mengindikasikan bahwa penguasaan bahasa Mandarin telah berkembang dari sekadar nilai tambah menjadi elemen penting dalam daya saing karier. Saya berharap bisa memanfaatkan pengalaman serta kemampuan bahasa yang saya dapatkan di China untuk memfasilitasi kerjasama antara Indonesia dan China di sektor ekonomi, budaya, dan pendidikan, serta berkontribusi pada perkembangan Indonesia, ujar Jessica.

Semangat Bandung tetap terjaga relevansinya, mengedepankan kemakmuran dan pembangunan kolaboratif, serta terwujud dalam infrastruktur terhubung dalam era digital. Wynne Florencia, mahasiswa jurusan manajemen logistik di Universitas Jiaotong Beijing, menyatakan bahwa kemajuan yang pesat di China dan sistem logistiknya yang canggih mendorong banyak orang untuk belajar di sana.

Dia berkeinginan untuk membawa kembali inovasi dalam logistik pintar dan manajemen rantai pasokan ke Indonesia untuk mendukung kerjasama bilateral di bidang logistik, pertukaran perusahaan, dan pendidikan budaya.

“Sistem logistik di China sangat maju dengan rantai pasokan yang terintegrasi, sementara Indonesia, yang merupakan salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, terus memperbaiki infrastruktur logistiknya. Saya bermimpi dapat menerapkan pengetahuan manajemen logistik yang saya peroleh di China untuk mengoptimalkan sistem logistik di Indonesia dan mendorong kolaborasi di berbagai sektor, seperti e-commerce, perdagangan maritim, dan manajemen rantai pasokan,” kata Wynne.

Tujuh dekade lalu, Perdana Menteri China Zhou Enlai menanamkan prinsip-prinsip “Persatuan, Persahabatan, Kerja Sama” di Bandung. Tujuh puluh tahun kemudian, generasi muda di China dan Indonesia mengartikan semangat Bandung dalam konteks modern dengan berbagai cara, berambisi untuk meraih lebih banyak manfaat dari teknologi melalui kolaborasi mereka.

Seperti yang diungkapkan oleh Marvell, “Gema sejati dari Bandung tidak terletak dalam pameran museum, tetapi dalam perjalanan masa depan yang kita ciptakan bersama.”

Share13SendTweet8
Previous Post

Kenali Gurihnya Gonggong, Seafood Khas Kepulauan Riau

Next Post

Kebijakan Work From Anywhere (WFA) Memperlancar Arus Balik Lebaran 2025

Next Post
Kebijakan Work From Anywhere (WFA) Memperlancar Arus Balik Lebaran 2025

Kebijakan Work From Anywhere (WFA) Memperlancar Arus Balik Lebaran 2025

H+1 Idulfitri 1446 H/2025, Tiga Ruas Tol Regional Nusantara Catat Kenaikan Volume Lalin

H+1 Idulfitri 1446 H/2025, Tiga Ruas Tol Regional Nusantara Catat Kenaikan Volume Lalin

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Harga Minyakita Naik Tipis Lampaui HET

Harga Minyakita Naik Tipis Lampaui HET

19 April 2026
Madrasah Aceh Masuk Top 100 Sekolah Nasional

Madrasah Aceh Masuk Top 100 Sekolah Nasional

19 April 2026
Diskusi Buku Angkat Sejarah Kopi dan Ketimpangan Sosial

Diskusi Buku Angkat Sejarah Kopi dan Ketimpangan Sosial

19 April 2026
Harga Kedelai Impor Naik Bebani Perajin Tahu Tempe

Harga Kedelai Impor Naik Bebani Perajin Tahu Tempe

19 April 2026
Pasar Sawojajar Didorong Jadi Pasar Modern Digital

Pasar Sawojajar Didorong Jadi Pasar Modern Digital

18 April 2026

POPULAR

  • Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

    Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Maestro Patung Yusman Sempurnakan Chattra Borobudur

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Danantara Bentuk Anak Usaha Kelola Sampah Jadi Energi

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Lampung Siapkan PLTSa Kapasitas Seribu Ton Per Hari

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • BRI Alihkan Kepemilikan Anak Usaha Investasi Ke Danantara

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.