Nusa Tenggara Barat, Kabar SDGs – Bagi masyarakat Hindu di Lombok, Gunung Rinjani bukan sekadar bentang alam menjulang setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut, melainkan ruang sakral yang diyakini memiliki kekuatan spiritual. Keyakinan itu diwujudkan melalui pelaksanaan upacara Mulang Pekelem yang secara berkala digelar di Danau Segara Anak, danau kawah yang berada di jantung Gunung Rinjani.
Upacara Mulang Pekelem dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan permohonan kepada para dewa agar keseimbangan alam tetap terjaga serta masyarakat diberikan keselamatan. Dalam ritual tersebut, umat biasanya mempersembahkan sesaji berupa emas atau binatang yang dilepaskan ke dalam danau. Persembahan ini dimaknai sebagai simbol keikhlasan sekaligus wujud penyerahan diri manusia kepada kekuatan alam semesta.
Ritual ini juga diyakini sebagai cara untuk menenangkan Dewi Anjani dan makhluk-makhluk halus lain yang dipercaya bersemayam di kawasan Gunung Rinjani. Kepercayaan tersebut telah hidup selama berabad-abad dan terus dijaga hingga kini, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas spiritual masyarakat setempat.
Dalam tradisi masyarakat Sasak, Gunung Rinjani memiliki kedudukan yang sangat sakral. Gunung ini dipercaya sebagai tempat tinggal Dewi Anjani, sosok perempuan yang dikenal sebagai ratu para jin dan penjaga alam Rinjani. Legenda menyebutkan Dewi Anjani merupakan putri dari seorang raja dan peri, sehingga memiliki kekuatan magis yang menjadikannya dihormati sekaligus disegani.
Dewi Anjani diyakini berperan menjaga Danau Segara Anak dan seluruh kawasan gunung. Masyarakat percaya, keseimbangan alam Rinjani sangat bergantung pada keharmonisan hubungan manusia dengan Dewi Anjani beserta para penjaga gaib lainnya. Karena itu, pendaki yang hendak menapaki jalur Rinjani kerap diingatkan untuk menjaga sikap, berbicara sopan, dan tidak merusak lingkungan.
Larangan merusak alam bukan sekadar aturan konservasi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat. Bagi warga sekitar, menjaga Rinjani berarti menjaga keseimbangan hidup, antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual yang dipercaya telah lama melindungi gunung tersebut.












Discussion about this post