• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
21 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Ujoeng Nibong Mutiara yang Masih Tersembunyi di Ujung Meukek

by SDGS Admin
5 November 2025
Ujoeng Nibong Mutiara yang Masih Tersembunyi di Ujung Meukek
20
SHARES
122
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Aceh Selatan, Kabar SDGs – Di balik perbukitan hijau yang sunyi, jauh dari hiruk pikuk kota dan nyaris tanpa jejak komersial, tersembunyi sebuah surga kecil bernama Pantai Ujoeng Nibong. Terletak di Gampong Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek, pantai ini seperti tempat di mana waktu berhenti, dan alam berbicara lewat angin serta debur ombaknya yang lembut.

Untuk mencapai pantai ini, pengunjung hanya perlu menempuh jarak sekitar satu kilometer dari Jalan Nasional Lintas Blangpidie–Tapaktuan. Dari simpang kecil di samping Masjid Labuhan Tarok, jalan menuju pantai masih berkelok dan sebagian berupa tanah berbatu. Namun semua lelah perjalanan terbayar begitu sampai di tikungan terakhir — laut biru tenang tiba-tiba terbuka lebar di depan mata.

BACA JUGA

Probolinggo Rafting Hadirkan Wisata Baru Lereng Argopuro

Probolinggo Rafting Hadirkan Wisata Baru Lereng Argopuro

9 April 2026
Sungai Trokon Jadi Primadona Wisata Alam Curup

Sungai Trokon Jadi Primadona Wisata Alam Curup

28 Maret 2026
Wisata Alam Curup Dongkrak UMKM Lokal

Wisata Alam Curup Dongkrak UMKM Lokal

27 Maret 2026

Pantai Ujoeng Nibong menyuguhkan pemandangan yang nyaris sempurna. Puluhan batu besar berdiri di permukaan air, seolah disusun tangan alam dengan harmoni. Cahaya matahari memantulkan warna biru-toska di permukaan laut, sementara ombak kecil menyentuh lembut kaki pengunjung dan meninggalkan jejak buih di pasir halus.

“Kalau air sedang surut, kita bisa berjalan cukup jauh ke tengah laut, hamparan karangnya seluas lapangan bola muncul semua. Indah sekali,” ujar Lahmuddin, warga setempat yang saban sore datang memancing, Sabtu, 1 November 2025.

Saat laut surut, panorama Ujoeng Nibong benar-benar berubah menjadi surga kecil. Terumbu karang muncul ke permukaan, ikan-ikan kecil berenang di sela rumput laut, menciptakan pemandangan yang disebut banyak orang sebagai “Belitung-nya Aceh Selatan.”

Berbeda dengan pantai-pantai populer yang dipenuhi warung dan deru kendaraan, Ujoeng Nibong menawarkan kesunyian. Ombaknya lembut, anginnya pelan, dan arusnya nyaris tak terasa. Anak-anak bebas bermain air, sementara orang dewasa bisa duduk di batu besar menikmati suara ombak yang menenangkan. Saat sore tiba, langit berubah menjadi kanvas jingga keemasan, menutup hari dengan pemandangan yang sulit dilupakan.

Dari kejauhan tampak kapal-kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Labuhan Tarok. Pemandangan itu menambah pesona pantai dengan sentuhan kehidupan sederhana para pelaut yang menggantungkan hidupnya pada laut.

Pantai ini belum memiliki tiket masuk, loket, atau papan nama besar. Semuanya masih alami. Warga menjaga kebersihan dan kelestariannya dengan kesadaran dan cinta tanpa pamrih. Karena belum dikelola secara komersial, pantai ini tetap bersih, bebas dari sampah plastik dan bangunan beton.

“Kalau pemerintah memperbaiki jalan, pasti banyak yang datang. Sekarang orang malas karena jalannya rusak. Padahal pantainya luar biasa,” kata Munandar, pemuda Labuhan Tarok yang berharap perhatian pemerintah tak berhenti pada slogan “Visit Aceh Selatan” semata.

Kondisi akses memang menjadi kendala utama. Sebagian jalan aspal telah mengelupas, sisanya berupa tanah licin saat hujan. Mobil sulit melintas, hanya sepeda motor yang bisa mencapai bibir pantai. Padahal, akses jalan adalah urat nadi pariwisata. Tanpa infrastruktur memadai, pesona seindah apa pun akan tetap tersembunyi.

Dari atas bukit kecil di sisi barat pantai, panorama Ujoeng Nibong terlihat lebih menakjubkan. Gugusan batu besar tampak seperti gajah-gajah batu yang menatap samudra. Saat cahaya sore jatuh di permukaan air, warnanya berganti dari biru ke hijau zamrud hingga keperakan. Tak jauh dari sana, terdapat makam seorang ulama penyebar Islam masa lalu yang dihormati masyarakat. Keberadaannya menambah nuansa spiritual di tengah keindahan alam, seolah mengingatkan bahwa keindahan sejati juga tentang rasa syukur dan perenungan.

Ujoeng Nibong mengajarkan satu hal sederhana: ketenangan sejati tidak perlu dicari jauh-jauh. Ia ada di sini, di ujung Meukek, di antara pepohonan kelapa dan ombak yang tak pernah lelah menyapa.

Namun di balik keindahannya, Ujoeng Nibong juga menjadi cermin ironi. Keindahan yang begitu menakjubkan justru dibiarkan tanpa perhatian. Padahal, potensi ekonomi dan sosialnya besar — dari membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, hingga memperkuat identitas Aceh Selatan sebagai destinasi hijau.

“Laut ini sudah memberi kita keindahan. Tinggal bagaimana kita, mau menjaganya atau membiarkannya hilang begitu saja,” tutur Cek Har, tokoh masyarakat Labuhan Tarok.

Pantai Ujoeng Nibong adalah mutiara yang masih terpendam. Dan seperti semua mutiara, ia menunggu tangan-tangan bijak yang mau merawat, bukan merusak; yang mau memajukan tanpa menghilangkan keaslian.

Share8SendTweet5
Previous Post

Pembangunan Superblok Pakuwon di IKN Segera Dimulai Maret 2026

Next Post

Harga Kopi Arabika Gayo di Bener Meriah Naik Dipicu Cuaca Baik dan Permintaan Tinggi

Next Post
Harga Kopi Arabika Gayo di Bener Meriah Naik Dipicu Cuaca Baik dan Permintaan Tinggi

Harga Kopi Arabika Gayo di Bener Meriah Naik Dipicu Cuaca Baik dan Permintaan Tinggi

ASDP Terapkan Sistem Tiket Digital Penuh untuk Kendaraan di Rute Ulee Lheue–Balohan

ASDP Terapkan Sistem Tiket Digital Penuh untuk Kendaraan di Rute Ulee Lheue–Balohan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Lampung Percepat Layanan Kesehatan Daerah dan Distribusi Farmasi

Lampung Percepat Layanan Kesehatan Daerah dan Distribusi Farmasi

21 April 2026
Ekonomi Global Berubah Indonesia Diminta Adaptif

Ekonomi Global Berubah Indonesia Diminta Adaptif

21 April 2026
KBRI Tokyo Pantau WNI Pasca Gempa Jepang

KBRI Tokyo Pantau WNI Pasca Gempa Jepang

21 April 2026
Gunakan Skema Fast Track, Kloter Pertama Jemaah Haji Mendarat di Madinah 22 April

Gunakan Skema Fast Track, Kloter Pertama Jemaah Haji Mendarat di Madinah 22 April

20 April 2026
Gubernur Aceh Tekankan Digitalisasi dan Dukungan UMKM

Gubernur Aceh Tekankan Digitalisasi dan Dukungan UMKM

20 April 2026

POPULAR

  • Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

    Perpanjangan Jalur KRL Menuju Karawang Segera Dibangun

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Maestro Patung Yusman Sempurnakan Chattra Borobudur

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Lampung Siapkan PLTSa Kapasitas Seribu Ton Per Hari

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Ribuan Pelamar Padati Booth KAI di Campus Job Fair Semarang

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Survei Ungkap Perempuan Indonesia Kerap Abaikan Kesehatan demi Keluarga

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.