• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
23 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Ujoeng Nibong Mutiara yang Masih Tersembunyi di Ujung Meukek

by SDGS Admin
5 November 2025
Ujoeng Nibong Mutiara yang Masih Tersembunyi di Ujung Meukek
29
SHARES
183
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Aceh Selatan, Kabar SDGs – Di balik perbukitan hijau yang sunyi, jauh dari hiruk pikuk kota dan nyaris tanpa jejak komersial, tersembunyi sebuah surga kecil bernama Pantai Ujoeng Nibong. Terletak di Gampong Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek, pantai ini seperti tempat di mana waktu berhenti, dan alam berbicara lewat angin serta debur ombaknya yang lembut.

Untuk mencapai pantai ini, pengunjung hanya perlu menempuh jarak sekitar satu kilometer dari Jalan Nasional Lintas Blangpidie–Tapaktuan. Dari simpang kecil di samping Masjid Labuhan Tarok, jalan menuju pantai masih berkelok dan sebagian berupa tanah berbatu. Namun semua lelah perjalanan terbayar begitu sampai di tikungan terakhir — laut biru tenang tiba-tiba terbuka lebar di depan mata.

BACA JUGA

Hiu Paus Buka Peluang Wisata Bahari Sidoarjo

Hiu Paus Buka Peluang Wisata Bahari Sidoarjo

30 Agustus 2026
Wamena Punya Potensi Besar jadi Destinasi Wisata Unggulan

Wamena Punya Potensi Besar jadi Destinasi Wisata Unggulan

9 Agustus 2026
Bintan Siapkan Agenda Wisata Unggulan Kejar 500 Ribu Wisman

Bintan Siapkan Agenda Wisata Unggulan Kejar 500 Ribu Wisman

6 Juni 2026

Pantai Ujoeng Nibong menyuguhkan pemandangan yang nyaris sempurna. Puluhan batu besar berdiri di permukaan air, seolah disusun tangan alam dengan harmoni. Cahaya matahari memantulkan warna biru-toska di permukaan laut, sementara ombak kecil menyentuh lembut kaki pengunjung dan meninggalkan jejak buih di pasir halus.

“Kalau air sedang surut, kita bisa berjalan cukup jauh ke tengah laut, hamparan karangnya seluas lapangan bola muncul semua. Indah sekali,” ujar Lahmuddin, warga setempat yang saban sore datang memancing, Sabtu, 1 November 2025.

Saat laut surut, panorama Ujoeng Nibong benar-benar berubah menjadi surga kecil. Terumbu karang muncul ke permukaan, ikan-ikan kecil berenang di sela rumput laut, menciptakan pemandangan yang disebut banyak orang sebagai “Belitung-nya Aceh Selatan.”

Berbeda dengan pantai-pantai populer yang dipenuhi warung dan deru kendaraan, Ujoeng Nibong menawarkan kesunyian. Ombaknya lembut, anginnya pelan, dan arusnya nyaris tak terasa. Anak-anak bebas bermain air, sementara orang dewasa bisa duduk di batu besar menikmati suara ombak yang menenangkan. Saat sore tiba, langit berubah menjadi kanvas jingga keemasan, menutup hari dengan pemandangan yang sulit dilupakan.

Dari kejauhan tampak kapal-kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Labuhan Tarok. Pemandangan itu menambah pesona pantai dengan sentuhan kehidupan sederhana para pelaut yang menggantungkan hidupnya pada laut.

Pantai ini belum memiliki tiket masuk, loket, atau papan nama besar. Semuanya masih alami. Warga menjaga kebersihan dan kelestariannya dengan kesadaran dan cinta tanpa pamrih. Karena belum dikelola secara komersial, pantai ini tetap bersih, bebas dari sampah plastik dan bangunan beton.

“Kalau pemerintah memperbaiki jalan, pasti banyak yang datang. Sekarang orang malas karena jalannya rusak. Padahal pantainya luar biasa,” kata Munandar, pemuda Labuhan Tarok yang berharap perhatian pemerintah tak berhenti pada slogan “Visit Aceh Selatan” semata.

Kondisi akses memang menjadi kendala utama. Sebagian jalan aspal telah mengelupas, sisanya berupa tanah licin saat hujan. Mobil sulit melintas, hanya sepeda motor yang bisa mencapai bibir pantai. Padahal, akses jalan adalah urat nadi pariwisata. Tanpa infrastruktur memadai, pesona seindah apa pun akan tetap tersembunyi.

Dari atas bukit kecil di sisi barat pantai, panorama Ujoeng Nibong terlihat lebih menakjubkan. Gugusan batu besar tampak seperti gajah-gajah batu yang menatap samudra. Saat cahaya sore jatuh di permukaan air, warnanya berganti dari biru ke hijau zamrud hingga keperakan. Tak jauh dari sana, terdapat makam seorang ulama penyebar Islam masa lalu yang dihormati masyarakat. Keberadaannya menambah nuansa spiritual di tengah keindahan alam, seolah mengingatkan bahwa keindahan sejati juga tentang rasa syukur dan perenungan.

Ujoeng Nibong mengajarkan satu hal sederhana: ketenangan sejati tidak perlu dicari jauh-jauh. Ia ada di sini, di ujung Meukek, di antara pepohonan kelapa dan ombak yang tak pernah lelah menyapa.

Namun di balik keindahannya, Ujoeng Nibong juga menjadi cermin ironi. Keindahan yang begitu menakjubkan justru dibiarkan tanpa perhatian. Padahal, potensi ekonomi dan sosialnya besar — dari membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, hingga memperkuat identitas Aceh Selatan sebagai destinasi hijau.

“Laut ini sudah memberi kita keindahan. Tinggal bagaimana kita, mau menjaganya atau membiarkannya hilang begitu saja,” tutur Cek Har, tokoh masyarakat Labuhan Tarok.

Pantai Ujoeng Nibong adalah mutiara yang masih terpendam. Dan seperti semua mutiara, ia menunggu tangan-tangan bijak yang mau merawat, bukan merusak; yang mau memajukan tanpa menghilangkan keaslian.

Share12SendTweet7
Previous Post

Pembangunan Superblok Pakuwon di IKN Segera Dimulai Maret 2026

Next Post

Harga Kopi Arabika Gayo di Bener Meriah Naik Dipicu Cuaca Baik dan Permintaan Tinggi

Next Post
Harga Kopi Arabika Gayo di Bener Meriah Naik Dipicu Cuaca Baik dan Permintaan Tinggi

Harga Kopi Arabika Gayo di Bener Meriah Naik Dipicu Cuaca Baik dan Permintaan Tinggi

ASDP Terapkan Sistem Tiket Digital Penuh untuk Kendaraan di Rute Ulee Lheue–Balohan

ASDP Terapkan Sistem Tiket Digital Penuh untuk Kendaraan di Rute Ulee Lheue–Balohan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

PLN Nusantara Power Raih 71 Penghargaan ENSIA 2026

PLN Nusantara Power Raih 71 Penghargaan ENSIA 2026

22 September 2026
BMKG: El Nino Sangat Kuat sedang Terjadi, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat

BMKG: El Nino Sangat Kuat sedang Terjadi, Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat

22 September 2026
AMVESINDO Perkuat Akses Pendanaan Startup Lokal, Menuju Naik Kelas

AMVESINDO Perkuat Akses Pendanaan Startup Lokal, Menuju Naik Kelas

22 September 2026
19 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Riau Mulai Dikerjakan

19 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Riau Mulai Dikerjakan

22 September 2026
JUMBO X Discovery Ancol Hotel Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Lokal

JUMBO X Discovery Ancol Hotel Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual Lokal

22 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3292 shares
    Share 1317 Tweet 823
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2968 shares
    Share 1187 Tweet 742
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2980 shares
    Share 1192 Tweet 745
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2936 shares
    Share 1174 Tweet 734
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2966 shares
    Share 1186 Tweet 742

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.