• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Museum Bank Indonesia, Padukan Teknologi Kenalkan Sejarah

by Fiani Sukarta
26 Juni 2020
Museum Bank Indonesia

Pengunjung sedang mengejar bayangan koin di Museum Bank Indonesia ( FIFIA A HIMAWAN|KABARSDGD.COM)

135
SHARES
845
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs — Museum Bank Indonesia terletak di Jalan Pintu Besar Utara No.3 Jakarta Barat. Seperti bangunan kuno di sekitarnya, museum ini berdiri dengan pilar-pilar dan kaca yang besar seperti khasnya arsitektur gedung buatan Belanda, yang telah ditetapkan pemerintah sebagai bangunan cagar budaya.

Gedung Museum Bank Indonesia awalnya digunakan sebagai rumah sakit, dikenal dengan sebutan Binnen Hospitaal. Bangunan rumah sakit ini kemudian dialihfungsikan oleh De Javasche Bank (DJB), sebuah bank terbesar di Hindia Belanda, pada 8 April 1828. Kemudian setelah lebih dari 80 tahun beroperasi, tepatnya pada 1910, DJB membangun kembali gedung bekas Binnen Hospital dengan rancangan baru karya Biro Arsitek Ed. Cuypers & Hulswit yang kemudian berubah menjadi Architecten & Ingenieursbureau Fermont-Cuypers.

BACA JUGA

Exploration Day

DBS Indonesia Tanamkan Cinta Sejarah, Ajak Anak Komunitas Pekerja Sampah ke Kota Tua

25 Juli 2026
Museum Negeri Bengkulu Jadi Pusat Edukasi Sejarah

Museum Negeri Bengkulu Jadi Pusat Edukasi Sejarah

12 Juli 2026
Galeri Arkeologi Sangatta Siapkan Pameran Artefak Prasejarah

Galeri Arkeologi Sangatta Siapkan Pameran Artefak Prasejarah

6 Juli 2026
Museum Bank Indonesia
pengunjung berfoto di replika uang (FIFIA A HIMAWAN|KABARSDGS.COM)

Pembangunan ini selesai dan diresmikan pada 12 Juni 1937. Kemudian, pada 1 Juli 1953, Bank Indonesia (BI) didirikan dan menempati bangunan ini. Namun, pada 1962, BI pindah ke gedung baru sehingga gedung inipun kosong. Kemudian, gedung ini beralih fungsi menjadi museum yang diresmikan oleh Gubernur BI Burhanuddin Abdullah pada 2006.

Baru pada 2008, museum ini beroperasi secara penuh, tujuannya menyajikan informasi yang berkaitan dengan tugas BI sebagai bank sentral sejak awal berdiri dengan memanfaatkan teknologi informasi yang tepat guna. Pada 21 April 2009, museum ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Memasuki ruang dalam Museum BI, pengunjung harus melewati bagian keamanan, lalu naik tangga ke lantai dua untuk menitipkan barang-barang. Hanya dompet, telpon genggam, dan kamera yang bisa dibawa masuk ke museum ini. Bagi yang membutuhkan pemandu atau guide, Seorang pemandu bernama Iis menyarankan untuk memesan terlebih dahulu sejak jauh hari, hal ini dikarenakan banyaknya rombongan sekolah yang telah memesan dan menggunakan jasa pemandu wisata.

Ruang pertama yang dimasuki adalah ruang pelayanan pengunjung. Salah satu fungsinya untuk mengambil tiket sebagai tanda masuk ke dalam museum. Semua tiket masuk yang disediakan oleh museum ini gratis alias tidak dipungut biaya. Ruangan ini juga dilengkapi dengan 12 ruang kasir (kassierderij) sebagai ruang untuk menerima penyetoran dan melakukan pembayaran dalam bentuk uang tunai yang digunakan BI sejak 1953 sampai 1975.

Ruang transisi atau playmotion adalah ruangan berikutnya. Meski suasana dibuat gelap, namun, di sinilah teknologi mulai terlihat. Pengunjung dapat menangkap bayangan koin di layar proyektor. Baik anak-anak maupun orang dewasa senang bermain tangkap koin tersebut. “Ruangan dengan teknologi hologram ini sempat rusak, tapi sekarang sudah diperbaiki, hanya saja sensornya menjadi kurang sensitif,” ujar Iis.

Area selanjutnya ruang teater. Iis mengatakan, ruangan itu biasanya ditayangkan satu paket dengan kedatangan rombongan yang bisa memilih apakah mau menonton terlebih dahulu atau tidak. Disediakan film sejarah BI baik berupa animasi ataupun bukan animasi.

Melangkah ke ruangan berikutnya, sejarah Indonesia terutama dari segi kekayaan nusantara terekam jelas di sana. Bagaimana pencarian rempah-rempah dimulai, perdagangan, dan mulainya pembentukan bank.

Kemudian, pengunjung digiring pada masa ke masa yang menceritakan peristiwa penting dalam sejarah. Misalnya saja, pada Periode Kelima 1997-1998 periode krisis di segala lini, 16 bank ditutup. Di area ini terdapat banyak diorama yang menggambarkan aktivitas perbankan masa dulu. Teknologi pun kembali diterapkan. Pencahayaan maupun teknologi layar sentuh digunakan untuk Galeri yang berisi film mengenai peran BI baik dari sisi kelembagaan moneter, sistem perbankan, dan sistem pembayaran.

Museum Bank Indonesia
Anak-anak sedang memperhatikan layar monitor di Museum Bank Indonesia (FIFIA A HIMAWAN|KABARSDGS.COM)

Selesai menikmati sejarah, pengunjung dikenalkan dengan mesin anjungan tunai mandiri (ATM), ada juga layar sentuh untuk edukasi anak-anak dengan cerita animasi. Ke luar ruangan, pengunjung menyusuri selasar, balkon dalam gedung menuju ruang galeri berikutnya, yaitu galeri numismatik. Sebelum menuju sana, bersenang-senanglah dengan mengambil foto diri dengan pecahan uang Rp 10 ribu dan Rp 50 ribu.

Memasuki area numismatik (studi yang mempelajari salah satunya tentang uang dan sejenisnya), brankas pertama yang dilihat adalah brankas emas. Kemudian, pengunjung diarahkan ke brankas uang asli yang lebih steril. Brankas ini dibuat pada 1920 memiliki ketebalan dinding hingga 70 centimeter.

“Sebenarnya koleksi uang asli di sini masih belum lengkap, hal ini dikarenakan tempat brankas yang terbatas,” ujar Iis. Dari sisi tahun pengeluaran, lanjutnya, memang sudah lengkap, namun terkadang dalam satu tahun ada beberapa seri pengeluaran, itulah yang terkadang tidak bisa terpenuhi di gedung ini.

Usai menikmati uang asli dan kuno dengan kaca pembesar, di luar ruangan terdapat tempat souvenir, di situlah penjelajahan museum berakhir. Seorang pengunjung berusia 5 tahun, Bari mengatakan, masuk museum ini seperti masuk bioskop, dia pun jadi mengenal macam-macam uang. “Saya mau nanti datang lagi ke museum ini,” ujarnya sambil tersenyum. Museum ini juga dilengkapi Ruang Auditorium, Banking Expo, Ruang Serbaguna, Cafe Museum, Fine Dining Restaurant, Perpustakaan, Pertokoan, serta Masjid. (FAH)

Share54SendTweet34
Previous Post

UMKM Binaan Pelni Panen Udang di Masa Pandemi

Next Post

Kerajinan Cantik dari Kayu Pinus

Next Post
Kerajinan Kayu Pinus

Kerajinan Cantik dari Kayu Pinus

Pelindo I Dukung UMKM Nasional

Pelindo I Dukung UMKM Nasional

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Pelindo Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Flores

Pelindo Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Flores

6 September 2026
Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di Flores dan Sekitarnya Tetap Beroperasi Normal Pascagempa Bumi NTT

Indikasi Abu Vulkanik, Bandara Husein Sastranegara Ditutup Sementara

6 September 2026
Sejumlah Penerbangan Terdampak Asap Karhutla Karhutla

Penutupan Soekarno-Hatta Diperpanjang hingga 17.30 WIB akibat Abu Vulkanik

6 September 2026
Operasional Penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Operasional Penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

6 September 2026
Central Park Borneo Bay Buka Ribuan Lapangan Kerja

Central Park Borneo Bay Buka Ribuan Lapangan Kerja

6 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2642 shares
    Share 1057 Tweet 661
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2324 shares
    Share 930 Tweet 581
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2332 shares
    Share 933 Tweet 583
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2374 shares
    Share 950 Tweet 594
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2314 shares
    Share 926 Tweet 579

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.