• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
2 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

BRIN Konversasi Tumbuhan yang Dinyatakan Punah oleh IUCN-SSC

by SDGS Admin
22 Mei 2023
BRIN Konversasi Tumbuhan yang Dinyatakan Punah oleh IUCN-SSC
44
SHARES
276
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

CIBINONG, KabarSDGs – Menyambut peringatan Hari Biodiversitas Internasional 2023, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melaksanakan usaha konservasi terhadap spesies langka tumbuhan bernama Dipterocarpus Cinereus. Tumbuhan ini sebelumnya telah dinyatakan punah oleh International Union for Conservation of Nature’s Species Survival Commission (IUCN-SSC) pada tahun 1998.

Tim peneliti dari Kebun Raya Bogor telah memulai upaya konservasi terhadap tumbuhan yang telah dinyatakan punah ini sejak tahun 2013. Hal tersebut diumumkan oleh Andes Hamuraby Rozak, Kepala Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya, dan Kehutanan BRIN, setelah acara penanaman pohon langka dalam peringatan Hari Biodiversitas Internasional 2023 di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong, Jawa Barat pada Senin (22/05).

BACA JUGA

Kemenhub Prediksi Pemudik Terbesar Berasal dari Jawa Barat

Kemenhub Prediksi Pemudik Terbesar Berasal dari Jawa Barat

25 Februari 2026
Kemenhub dan BRIN Bangun Teknologi Smart Buoy Untuk Navigasi Pelayaran

Kemenhub dan BRIN Bangun Teknologi Smart Buoy Untuk Navigasi Pelayaran

15 Februari 2026
Otorita IKN dan BRIN Kolaborasi Kaji Penamaan Rupa Bumi di Nusantara

Otorita IKN dan BRIN Kolaborasi Kaji Penamaan Rupa Bumi di Nusantara

21 Oktober 2025

“Setelah dinyatakan punah, tim peneliti dari Kebun Raya Bogor mulai melakukan ekspedisi ke pulau Mursala dan berhasil menemukan populasi tumbuhan tersebut,” jelas Andes.

Ia menerangkan, Dipterocarpus Cinereus, atau yang lebih dikenal sebagai Keruing, termasuk dalam kelompok meranti-merantian. Ekspedisi ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Pulau Mursala sendiri adalah sebuah pulau kecil dengan luas 80 kilometer persegi yang terletak di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.

“Setelah ditemukan dan diambil sampel, langkah selanjutnya adalah memperbanyak bibit tumbuhan tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah populasi Dipterocarpus cinereus sebagai tumbuhan asli Indonesia,” ungkap Andes.

Karena proses perkembangan tumbuhan ini sulit, lanjutnya, campur tangan manusia diperlukan dalam upaya konservasi untuk mencapai hasil yang optimal sebelum tumbuhan ini ditanam kembali di habitat aslinya.

“Kedepannya, bibit tumbuhan ini akan dikembalikan ke alam. Saat ini, kita tidak dapat hanya mengandalkan regenerasi alami dalam memulihkan populasi tersebut, tetapi manusia juga harus ikut campur tangan,” terang Andes.

Ia juga menekankan, manfaat dari Dipterocarpus cinereus tidak hanya dilihat dari aspek nilai ekonominya, tetapi juga dari nilai ekosistem yang memberikan manfaat bagi makhluk hidup lainnya. Selain berperan sebagai penghasil oksigen, tumbuhan ini juga memberikan tempat tinggal bagi fauna lain di habitatnya.

Menurut International Union for Conservation of Nature, tidak hanya Dipterocarpus cinereus yang terancam punah di Indonesia, tetapi terdapat juga sekitar 1070 jenis tumbuhan lainnya.

“Angka tersebut kemungkinan masih akan bertambah seiring dengan dilakukannya penilaian terhadap status konservasi tumbuhan di Indonesia,” tutur Andes.

Menurutnya, yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana untuk mencegah kepunahan dari ribuan spesies tumbuhan yang ada. Dari asesmen tersebut, akan didapatkan status konservasi terhadap jenis tumbuhan, yang kemudian akan dapat disusun desain strategi konservasinya.

Andes menerangkan, banyak hal yang mempengaruhi terhadap kepunahan tumbuhan, namun yang paling dominan adalah dikarenakan adanya aktivitas manusia, seperti alih fungsi lahan, yang semula untuk kawasan hutan sekarang dijadikan lahan pertanian.

“Anthropogenic activities saat ini yang cenderung mempunyai peran tinggi dalam proses kepunahan, seperti adanya pembukaan lahan pertanian yang menjadi salah satu penyebab kepunahan,” tutupnya.

Share18SendTweet11
Previous Post

50 Ton Komoditas Kopi Asal Subang Diekspor ke Mesir dan Libanon

Next Post

Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2023 Diharapkan Tarik Minat Wisatawan Lokal Maupun Mancanegara

Next Post
Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2023 Diharapkan Tarik Minat Wisatawan Lokal Maupun Mancanegara

Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2023 Diharapkan Tarik Minat Wisatawan Lokal Maupun Mancanegara

Pemerintah Indonesia dan Iran Jalin Kerja Sama terkait Jaminan Produk Halal

Pemerintah Indonesia dan Iran Jalin Kerja Sama terkait Jaminan Produk Halal

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Disperindag Aceh Tuntaskan Operasi Pasar Murah di Enam Daerah

Disperindag Aceh Tuntaskan Operasi Pasar Murah di Enam Daerah

2 Mei 2026
Banyak Perusahaan di Jatim Bayar Upah di Bawah UMK

Banyak Perusahaan di Jatim Bayar Upah di Bawah UMK

2 Mei 2026
KRL Bekasi Timur Segera Beroperasi Usai Investigasi

KRL Bekasi Timur Segera Beroperasi Usai Investigasi

2 Mei 2026
Rutan Sawahlunto Gelar Pembinaan Pramuka untuk Warga Binaan

Rutan Sawahlunto Gelar Pembinaan Pramuka untuk Warga Binaan

2 Mei 2026
APPMBGI Dorong Command Center Program MBG Nasional

APPMBGI Dorong Command Center Program MBG Nasional

1 Mei 2026

POPULAR

  • Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Korban Meninggal Dunia Bertambah, KAI Batasi Perjalanan KRL Sampai Stasiun Bekasi

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, KAI Lakukan Evakuasi

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Film Pangku Sukses di Bioskop dan Platform Digital

    20 shares
    Share 8 Tweet 5

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.