• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
11 April 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Potensi Ekspor Kelapa dan Produk Turunannya di Kancah Internasional

by SDGS Admin
5 Desember 2024
Potensi Ekspor Kelapa dan Produk Turunannya di Kancah Internasional
52
SHARES
325
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – Tanaman yang dikenal sebagai Pohon Kehidupan ini termasuk dalam kategori pohon yang serbaguna. Hal ini karena hampir setiap bagiannya bisa digunakan untuk kepentingan manusia. Misalnya, batangnya bisa dimanfaatkan sebagai papan dalam pembangunan rumah, daunnya berfungsi sebagai bahan untuk membungkus ketupat dan atap bangunan, tangkai anak daun menghasilkan lidi untuk sapu, tangkai bunga menghasilkan nira yang bisa diproses lebih lanjut menjadi gula kelapa. Yang juga sangat berharga adalah buah kelapa, yang dapat menghasilkan daging buah muda, santan, minyak kelapa, bungkil kelapa, tepung kelapa, kopra, hingga cairan yang digunakan untuk membuat nata de coco.

Produksi kelapa di Indonesia tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga untuk ekspor ke banyak negara. Menurut data dari FAO yang dilaporkan oleh Pusdatin Kementerian Pertanian, Indonesia adalah produsen serta eksportir kelapa butir terbesar di dunia selama 2016-2020, memberikan kontribusi sekitar 58,37% dari total volume ekspor kelapa global.

BACA JUGA

Banyuasin Catat Ekspor Perdana Pet Food ke Filipina

Banyuasin Catat Ekspor Perdana Pet Food ke Filipina

15 Februari 2026
Kaltim Genjot Investasi Hijau Hadapi Pengurangan Dana Transfer

Kaltim Genjot Investasi Hijau Hadapi Pengurangan Dana Transfer

24 November 2025
Edi Purwanto Dorong Pinang dan Kayu Manis jadi Komoditas Strategis

Edi Purwanto Dorong Pinang dan Kayu Manis jadi Komoditas Strategis

5 September 2025

Negara yang menjadi eksportir terbesar berikutnya adalah Thailand, Vietnam, India, Pantai Gading, dan Malaysia. Dari data Pusdatin, selama 2016-2019, produksi kelapa menunjukkan penurunan, tetapi naik sekitar 18 ribu ton pada tahun 2020. Antara 2012 dan 2021, volume ekspor produk olahan kelapa seperti kopra dan minyak kelapa mengalami fluktuasi, dengan rata-rata pertumbuhan masing-masing sebesar 42,62% dan 1,00% per tahun. Meskipun begitu, ekspor kedua produk ini masih jauh di bawah ekspor kelapa butir.

Pada tahun 2023, Presiden Joko Widodo menginginkan kelapa Indonesia tidak diekspor dalam bentuk mentah (kelapa butir atau kelapa bulat), melainkan sebagai barang setengah jadi atau barang jadi supaya produk tersebut memiliki nilai tambah. Nata de coco, arang batok, dan kelapa parut adalah beberapa produk olahan dari kelapa. Nilai tambah nata de coco mencapai 3,6 kali, sedangkan arang batok memiliki nilai tambah 4,5 kali, kelapa parut 6 kali, dan VCO (Virgin Coconut Oil) mencapai 11 kali.

Berdasarkan data dari Badan Karantina Pertanian, pada bulan Juni 2023, volume ekspor kelapa butir atau kelapa bulat masih lebih tinggi dibanding produk olahannya, seperti bungkil kelapa dan kopra. Volume ekspor kelapa bulat mencapai 61,9 ribu ton dengan negara tujuan ekspor ke Cina, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura. Bungkil kelapa diekspor ke India, Cina, Vietnam, Malaysia, dan Jepang dengan total volume ekspor 15,2 ribu ton. Sementara itu, ekspor kopra mencapai 9,4 ribu ton dengan tujuan ekspor seperti Korsel, Bangladesh, India, Pakistan, dan Filipina.

Ekspor produk olahan kelapa baik berupa barang setengah jadi maupun barang jadi, dapat menambah lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta meningkatkan penerimaan devisa bagi negara. Selain bungkil kelapa dan kopra, kelapa juga bisa diolah menjadi kelapa parut, santan, minyak kelapa, tepung kelapa, arang batok, hingga nata de coco.

Namun, untuk meningkatkan produksi dan memasuki pasar ekspor tidaklah mudah dan membutuhkan strategi dari awal. Penetapan standar produk olahan kelapa serta penerapan SNI dan pemenuhan syarat yang ditetapkan oleh negara tujuan ekspor sangat penting agar produk olahan kelapa tidak ditolak. Setiap negara tujuan ekspor memiliki syarat yang berbeda, yang bisa dilihat di situs resmi negara masing-masing.

Share21SendTweet13
Previous Post

Indonesia Menuju Net-Zero— Panduan Menjadi Pemimpinan Global dalam Transisi Hijau

Next Post

Presiden Prabowo Nilai Industri Keuangan Jadi Benteng Kedaulatan Bangsa

Next Post
Presiden Prabowo Nilai Industri Keuangan Jadi Benteng Kedaulatan Bangsa

Presiden Prabowo Nilai Industri Keuangan Jadi Benteng Kedaulatan Bangsa

Presiden Prabowo Kunjungi BLUPPB Karawang, Mendorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan

Presiden Prabowo Kunjungi BLUPPB Karawang, Mendorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Dirut PLN Raih Penghargaan Green Leadership PROPER

Dirut PLN Raih Penghargaan Green Leadership PROPER

11 April 2026
Kemnaker Dorong Sertifikasi Peserta Magang Nasional

Kemnaker Dorong Sertifikasi Peserta Magang Nasional

11 April 2026
Usaha Kue Rumahan Yulianti Tumbuh Berkat Ketekunan

Usaha Kue Rumahan Yulianti Tumbuh Berkat Ketekunan

11 April 2026
Respons Aspirasi Masyarakat, Kementerian PU  Perbaiki Jalan Taan–Bela’–Kopeang di Mamuju

Respons Aspirasi Masyarakat, Kementerian PU  Perbaiki Jalan Taan–Bela’–Kopeang di Mamuju

10 April 2026
Jember Prioritaskan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

Jember Prioritaskan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

10 April 2026

POPULAR

  • Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat

    Program P3TGAI 2026 Dimulai di 12.000 Lokasi, Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Harga Plastik Naik Tekan UMKM Ini Penyebab dan Dampaknya

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Gubernur Bukhara Tawari Indonesia Destinasi Umrah Plus di Uzbekistan

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Port Connect 2025: Sinergi IPCC dan PTP Nonpetikemas Kembangkan Talenta Muda untuk Ekonomi Maritim

    25 shares
    Share 10 Tweet 6

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.