PORT MORESBY, KabarSDGs – Presiden Joko Widodo bertemu dengan Perdana Menteri Papua Nugini (PNG) James Marape di APEC Haus. Pertemuan ini diadakan untuk membahas peningkatan kerja sama antara kedua negara dalam berbagai bidang.
Salah satu hal yang dibahas adalah komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama dengan negara-negara Pasifik, termasuk Papua Nugini. Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia dan PNG telah sepakat untuk merumuskan rencana kerja sama pembangunan jangka waktu 5 tahun ke depan.
“Indonesia juga akan segera memulai renovasi fasilitas Rumah Sakit Port Moresby, pembangunan Posko damkar, pengelolaan sampah di Vanimo, pembangunan sekolah di Wutung, dan peningkatan beasiswa bagi pelajar PNG,” ujarnya salam siaran tertulisnya.
Selain itu, Presiden Jokowi dan PM Marape juga membahas kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan PNG. Presiden menyampaikan bahwa perdagangan antara kedua negara pada tahun 2022 mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai USD 307 juta.
“Hal ini perlu terus ditingkatkan melalui pembahasan PTA (preferential trade agreement), pembentukan Business Council, kunjungan misi dagang dan investasi, serta partisipasi BUMN Indonesia dalam pembangunan jalan raya di PNG,” jelas Presiden Jokowi.
Terkait konektivitas dan perbatasan, Presiden Jokowi memberikan apresiasi terhadap kebijakan dan kegiatan yang dilakukan di perbatasan. Beberapa di antaranya adalah pembukaan rute pelayaran PNG Express, pembukaan rute penerbangan Denpasar-Port Moresby, ratifikasi Basic Agreement on Border Arrangement, dan pembukaan kembali pos lintas Skouw-Wutung.
Terakhir, Presiden Jokowi dan PM Marape juga membahas kerja sama di wilayah Indo-Pasifik. Presiden Jokowi menyampaikan komitmen untuk meningkatkan keterlibatan Indonesia dan ASEAN dengan negara-negara Pasifik.
“Ini termasuk mengundang perwakilan dari negara-negara Pasifik dalam East Asia Summit dan penyelenggaraan ASEAN-Indo-Pacific Forum,” pungkas Presiden Jokowi.












Discussion about this post