Tanjungpinang, Kabar SDGs – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama RSUD Raja Ahmad Tabib terus mengembangkan layanan kesehatan rujukan, khususnya dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Proctorship Bedah Jantung Terbuka yang berkolaborasi dengan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta pada 8–10 Oktober 2026.
Sebagai rumah sakit rujukan utama di Kepulauan Riau, RSUD Raja Ahmad Tabib terus meningkatkan kemampuan pelayanan kardiovaskular untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pengembangan ini melanjutkan kemajuan layanan nonbedah, termasuk Laboratorium Kateterisasi Jantung (Cathlab), sekaligus memperluas kemampuan rumah sakit dalam menangani kasus yang memerlukan operasi jantung terbuka.
Kehadiran layanan tersebut dinilai penting bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Selama ini, pasien yang membutuhkan tindakan bedah jantung harus menjalani rujukan ke luar daerah, yang dapat menambah beban biaya, waktu perjalanan, serta risiko selama proses rujukan.
Melalui program proctorship, tim medis RSUD Raja Ahmad Tabib memperoleh pendampingan dan bimbingan langsung dari tenaga ahli RSJPD Harapan Kita. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan pelayanan bedah jantung terbuka secara bertahap dengan mengutamakan kompetensi tenaga medis, keselamatan pasien, dan standar penanganan yang tepat.
Dalam pelaksanaannya, Heart Team atau Tim Jantung Terpadu RSUD Raja Ahmad Tabib melakukan skrining dan seleksi terhadap dua pasien yang menjalani operasi jantung terbuka. Pasien pertama, Tn. D, berusia 44 tahun dengan riwayat merokok berat, didiagnosis mengalami Coronary Artery Disease tiga pembuluh darah disertai keterlibatan Left Main (CAD 3VD + LM). Fungsi pompa jantung atau Left Ventricular Ejection Fraction (LVEF) pasien tersebut tercatat sebesar 70 persen.
Pasien kedua, Tn. W, berusia 58 tahun dan memiliki riwayat diabetes melitus. Ia juga didiagnosis mengalami CAD 3VD + LM, dengan fungsi pompa jantung atau LVEF sebesar 33 persen.
Kedua pasien menjalani serangkaian persiapan medis dan memperoleh edukasi sebelum tindakan dilakukan. Berdasarkan informasi yang disampaikan rumah sakit, operasi hingga pemulihan pascaoperasi berlangsung lancar, dengan kondisi kedua pasien dinyatakan stabil.
Ketua pelaksana kegiatan Proctorship, dr. R. Ahmad Anzali, Sp.JP(K), FIHA, yang merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi di RSUD Raja Ahmad Tabib, turut menjelaskan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai tindakan bedah jantung dan pembuluh darah atau BTKV.
Tidak semua penyakit jantung memerlukan operasi terbuka. Sejumlah kondisi dapat ditangani melalui pemberian obat-obatan atau prosedur nonbedah, seperti kateterisasi dan pemasangan stent atau ring. Namun, tindakan bedah dapat menjadi pilihan ketika kondisi pasien memerlukan penanganan yang lebih kompleks.
Pada penyakit jantung koroner dengan penyumbatan berat di beberapa pembuluh darah utama, termasuk keterlibatan pembuluh darah Left Main, operasi bypass atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dapat dipertimbangkan apabila pemasangan stent dinilai kurang sesuai atau memiliki risiko lebih tinggi.
Tindakan bedah juga dapat diperlukan pada kerusakan katup jantung yang berat, baik berupa penyempitan maupun kebocoran, terutama jika telah mengganggu fungsi jantung dan tidak dapat ditangani secara memadai melalui prosedur nonbedah. Selain itu, kelainan struktur jantung bawaan, seperti lubang pada sekat jantung, serta tumor jantung dan kelainan aorta tertentu juga dapat memerlukan intervensi bedah.
Dengan pemilihan tindakan berdasarkan kondisi masing-masing pasien, penanganan yang tepat diharapkan dapat membantu memperbaiki fungsi jantung dan meningkatkan kualitas hidup. Keputusan mengenai jenis tindakan tetap memerlukan evaluasi menyeluruh oleh tim medis sesuai kondisi klinis pasien.
Pengembangan layanan bedah jantung terbuka di RSUD Raja Ahmad Tabib diharapkan memperluas akses masyarakat Kepulauan Riau terhadap pelayanan kardiovaskular yang lebih lengkap. Kolaborasi dengan RSJPD Harapan Kita juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan setempat dalam menangani kasus jantung kompleks.
“Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Kesehatan RI, Direksi dan Tim RSJPD Harapan Kita, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Direksi dan jajaran manajemen RSUD Raja Ahmad Tabib, tim proktor, seluruh tim klinis, panitia, serta pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu atas dedikasi dan dukungan luar biasa bagi kemajuan layanan kesehatan kardiovaskuler di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Tanjungpinang).” tutup dr Aan mengakhiri wawancara.








Discussion about this post