• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
8 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Minapadi Subak Gianyar Buka Peluang Ekonomi Baru

by SDGS Admin
22 Agustus 2026
Minapadi Subak Gianyar Buka Peluang Ekonomi Baru
18
SHARES
112
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Gianyar, Kabar SDGs – Penerapan sistem minapadi yang memadukan budidaya ikan dengan pertanian sawah berbasis kelembagaan subak mulai dikembangkan di Kabupaten Gianyar, Bali. Inovasi tersebut membuka peluang tambahan bagi petani melalui pemanfaatan lahan dan jaringan irigasi yang selama ini terutama digunakan untuk produksi padi.

Pengembangan minapadi tersebut diarahkan untuk kegiatan pendederan benih ikan nila. Benih berukuran 8–10 sentimeter nantinya dipasok untuk memenuhi kebutuhan pembudidaya ikan yang menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Batur, Kabupaten Bangli. Dengan pola tersebut, lahan pertanian tidak hanya menghasilkan komoditas pangan berupa padi, tetapi juga dapat berperan dalam mendukung rantai pasok perikanan air tawar di Bali.

BACA JUGA

Dengan Padi Tabela Pertanian Modern Diterapkan di Cianjur

Dengan Padi Tabela Pertanian Modern Diterapkan di Cianjur

10 September 2026
Kementerian PU Normalisasi Saluran Sekunder Tambun

Kementerian PU Normalisasi Saluran Sekunder Tambun

1 September 2026
Lima Bendungan Diresmikan Presiden, Menteri PU Optimalkan Jaringan Irigasi sampai ke Sawah

Lima Bendungan Diresmikan Presiden, Menteri PU Optimalkan Jaringan Irigasi sampai ke Sawah

11 Juli 2026

Akademisi Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa, Ir. I Gede Sudiarta, M.Si., mengatakan program pengabdian kepada masyarakat tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi kawasan hulu irigasi subak tanpa mengurangi fungsi utama sawah sebagai lahan produksi padi.

“Kegiatan ini sudah berjalan dan dilaksanakan sejak awal Agustus lalu di lapangan. Pendekatan berbasis data ini penting agar pengembangan minapadi tidak berhenti sebagai inovasi demonstratif, tetapi berkembang menjadi usaha yang layak secara ekologis, teknis, dan ekonomi,” ujar Sudiarta saat dikonfirmasi di Denpasar, Jumat (21/8/2026).

Menurut Sudiarta, posisi geografis kawasan hulu irigasi di Gianyar yang memiliki keterkaitan dengan kawasan Danau Batur menciptakan peluang terbentuknya rantai pasok antardaerah. Melalui sistem tersebut, petani sawah dapat memanfaatkan air irigasi untuk menghasilkan benih nila dengan ukuran yang dibutuhkan oleh pembudidaya di kawasan Danau Batur.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Warmadewa dengan Program Studi S1 Biologi FMIPA Universitas Jember. Pelaksanaannya dipusatkan di Subak Dwi Eka Buana Pausan, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.

Tahapan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan teknis yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan demonstrasi plot atau demplot sebagai sarana pembelajaran bersama bagi masyarakat. Antusiasme petani terhadap program tersebut turut mendorong penambahan lokasi demplot. Dari rencana awal dua lokasi, pelaksanaannya berkembang menjadi tiga lokasi dengan kapasitas awal sekitar 10.500 ekor benih.

Tidak hanya mengikuti program yang telah disiapkan, sejumlah petani juga mulai mengambil inisiatif secara mandiri. Salah satunya dengan melakukan penebaran benih nila hingga mencapai sekitar 50.000 ekor menggunakan pembiayaan dan pengelolaan secara swadaya.

Pekaseh Subak Dwi Eka Buana Pausan, I Ketut Adayana, menyambut positif penerapan teknologi pendederan ikan melalui sistem minapadi. Ia menilai integrasi budidaya ikan dengan kegiatan pertanian dapat menjadi pilihan bagi anggota subak untuk menambah sumber pendapatan tanpa harus mengurangi aktivitas utama berupa usaha tani padi.

“Kami mendukung pengembangan minapadi karena dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani tanpa meninggalkan usaha tani padi. Kalau demplot ini menunjukkan hasil yang baik, kami akan mendorong anggota subak lainnya untuk ikut mengembangkan,” kata Adayana.

Menurut Adayana, pemahaman mengenai hubungan antara budidaya ikan dan sistem irigasi juga penting untuk menghilangkan kekhawatiran petani mengenai kemungkinan terganggunya kebutuhan nutrisi tanaman padi. Aktivitas pendederan ikan dinilai dapat memberikan tambahan bahan organik serta unsur hara alami yang terbawa dalam sistem perairan irigasi.

“Hal ini penting untuk kami pahami dan jelaskan kepada anggota subak, terutama jika ada kekhawatiran bahwa penggunaan air untuk budidaya ikan akan mengganggu pertumbuhan padi,” tuturnya.

Pendampingan terhadap petani akan terus dilakukan melalui penguatan kemampuan teknis serta pencatatan berbagai parameter budidaya secara berkala. Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk menilai produktivitas dan kelayakan usaha minapadi secara lebih terukur.

Pengembangan minapadi berbasis kelembagaan subak di Gianyar pada akhirnya diharapkan tidak hanya memberikan alternatif pendapatan bagi petani, tetapi juga memperkuat hubungan produksi antara kawasan pertanian dan sentra budidaya ikan air tawar. Jika dapat dikembangkan secara konsisten, model tersebut berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok perikanan air tawar Bali yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Share7SendTweet5
Previous Post

Koster Dukung Gerakan Penanaman Bawang Putih

Next Post

Bromo Kembali Dibuka Setelah Karhutla

Next Post
Bromo Kembali Dibuka Setelah Karhutla

Bromo Kembali Dibuka Setelah Karhutla

Petani Teritip Panen 8,5 Ton Tomat

Petani Teritip Panen 8,5 Ton Tomat

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Bali dan Timor-Leste Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Bali dan Timor-Leste Perkuat Kerja Sama Ekonomi

8 Oktober 2026
PKK Bali Dukung Gerakan Bersih Lingkungan

PKK Bali Dukung Gerakan Bersih Lingkungan

8 Oktober 2026
Okupansi Hotel di Balikpapan Tertekan Pengetatan Anggaran

Okupansi Hotel di Balikpapan Tertekan Pengetatan Anggaran

8 Oktober 2026
Balikpapan Latih Teman Tuli Jadi Barista

Balikpapan Latih Teman Tuli Jadi Barista

7 Oktober 2026
Indosat Perpanjang Masa Jabatan Vikram Sinha

Indosat Perpanjang Masa Jabatan Vikram Sinha

7 Oktober 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3564 shares
    Share 1426 Tweet 891
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3571 shares
    Share 1428 Tweet 893
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3547 shares
    Share 1419 Tweet 887
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3516 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3867 shares
    Share 1547 Tweet 967

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.